This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 30 Desember 2012

Yook Sung Jae BTOB Fact


Annyeong, melodies.. kali ini Fadilah's Blog akan ngebahas maknae di BTOB nih.. 
cekidot.. :)


  • Sungjae belajar di Cebu, Filipina.
  • Sungjae suka berbelanja. Setiap kali ia memiliki waktu luang, ia tanpa ragu2 akan pergi belanja
  • Sungjae mengakui bahwa ia adalah member yang paling sering bercermin.
  • Sungjae adalah member tertinggi di BTOB, dengan tinggi 180cm.
  • Mimpi Sungjae adalah ingin menjadi penyanyi ballad.
  • Sungjae sangat menyukai wanita yg pretty smile
  • Sungjae adalah member yg pemalu.
  • Sungjae selalu khawatir pd semua celananya karena pahanya yg besar.
  • Menurut Sungjae, Peniel sangat lambat ketika berbicara.
  • Menurut Sungjae, meskipun mereka terlambat & terburu-buru, Hyunsik akan selalu tampak santai.
  • Sungjae sangat dikenal sebagai the biggest maknae~
  • Hobi Sungjae adalah memancing, snowboarding dan berbicara dlm bahasa Jepang.


Tips Merawat Rambut


9 Cara Merawat Rambut Sehat
1. BERSIHKAN RAMBUT SECARA TERATUR
Agar kebersihan rambut dan kulit kepala terjaga, usahakan minimal membersihkan rambut anak dua hari sekali. Sebaiknya, aktivitas mencuci rambut bagi anak tidak terlalu lama. Satu atau dua menit pun cukup. Setelah itu, dibilas hingga bersih. Kebersihan rambut bisa membantu lancarnya sirkulasi darah pada kulit kepala. Rambut yang bersih juga membantu mengurangi stres dan membantu jaringan metabolisme agar tetap tumbuh dan berkembang secara normal. Kutu rambut pun tidak diberi kesempatan untuk hidup. Rambut wangi, bersih, dan segar.
Sedangkan pada bayi, keramas dapat dilakukan satu atau dua kali seminggu. Ingat, rambut bayi tidak terlalu kotor, selain tidak mengeluarkan banyak keringat. Rambut bayi juga tidak selebat rambut orang dewasa. Seminggu sekali bersihkan kulit kepalanya menggunakan baby oil lalu segera keramas.
2. PILIH SAMPO YANG TEPAT
Disarankan membeli sampo berkualitas baik yang mampu menghilangkan minyak, sisik kepala, dan membuat rambut si kecil jadi lebih lemas, gampang disisir, serta tidak mudah kusut. Ada banyak sampo pilihan buat anak. Sedangkan untuk bayi, pilihlah yang bahan aktifnya tidak mengiritasi mata dan tidak memicu alergi.
3 PILAH-PILIH SISIR
Gunakan sisir yang bergigi renggang atau sikat rambut yang tidak tajam. Sisiri rambut anak secara lembut. Bila tidak, salah-salah cara rambut si kecil malah rusak dan rontok. Jadikan acara menyisiri rambut ini sebagai ajang untuk menunjukkan kasih sayang dan menjalin kedekatan.
Kesehatan rambut erat kaitannya dengan pemilihan sisir yang tepat. Sisir yang kurang baik akan mudah menyebabkan rambut rusak atau rontok. Hindari membeli sisir berbahan nilon karena berisiko menyebabkan rambut mudah patah. Meskipun terlihat gaya, sisir berbahan metal juga dapat merusak rambut. Jangan lupa, bersihkan sikat dari sisa rambut yang tersangkut. Cuci dengan air hangat hingga bersih. Untuk bayi, gunakan selalu sisir bayi yang lembut.
4. GUNTING RAMBUT
Guntinglah rambut secara teratur. Selain untuk menjaga penampilan, rambut yang pendek juga memudahkan orangtua menjaga kebersihan rambut. Memotong rambut juga berguna agar ujung-ujung rambut tetap sehat, tidak bercabang, mudah patah, atau kering. Bahkan untuk bayi, orangtua bisa menggunduli anak dalam beberapa waktu tertentu. Selain rambut dan kulit kepala bayi mudah dibersihkan, rambut yang baru akan tumbuh lebih lebat dan hitam.
5. KONSUMSI MAKANAN BERGIZI
Rambut sehat memerlukan asupan nutrisi yang baik. Kurangnya asupan protein dan vitamin dapat membuat rambut rontok, kusam, kemerahan, berketombe, dan akhirnya rontok. Ingat, vitamin dan zat gizi berperan dalam menunjang kekuatan dan kesehatan rambut. Vitamin B kompleks, misalnya, jika asupannya kurang dapat menyebabkan rambut kusam, juga tumbuh suburnya ketombe. Sedangkan vitamin C dapat menjaga kekuatan akar rambut. Ingat akar rambut berperan dalam kesehatan rambut secara keseluruhan. Lewat akarlah, semua zat gizi diserap dan disalurkan ke rambut. Kurangnya zat besi juga berisiko menimbulkan kerontokan rambut. Zat belerang juga berperan dalam memberikan kilau pada rambut. Kandungan zat gizi ini dapat ditemukan pada ikan, telur, dan lain-lain. Sedangkan lemak berperan dalam menjaga kekuatan rambut, disamping kilau rambut.
Untuk bayi, sangat dianjurkan mengonsumsi ASI secara eksklusif. Ini karena ASI kaya kandungan gizi, tidak dapat tertandingi oleh susu formula atau nutrisi lainnya.
6. IKAT RAMBUT SAAT BEROLAHRAGA
Olahraga sangat baik untuk kesehatan. Namun, aktivitas itu juga berpotensi merusak rambut. Jika rambut anak panjang, ikatlah dan jepit ke atas. Pastikan rambut itu tidak menghalangi gerakan dan pandangan anak. Penggunaan ikat kepala atau bando juga bisa menjadi solusi. Selain tampil lebih gaya, rambut anak pun lebih terjaga. Bila menggunakan penutup kepala atau bandana, pilihlah yang cepat menyerap keringat sehingga tidak menumpuk di kulit kepala. Ingat, endapan keringat yang mengering dapat merusak akar rambut.
7. JAUHI SINAR MATAHARI
Terik matahari dapat merusak rambut. Itulah mengapa, saat bepergian di tengah terik matahari, usahakan memakai topi atau payung. Usahakan rambut terlindungi dari sinar matahari.
8. KENAKAN PENUTUP SAAT BERENANG
Saat berenang, kenakan penutup rambut setelah membasahi rambut seluruhnya. Selesai berenang cuci rambut untuk menghilangkan klorin yang menempel pada rambut. Jika mungkin kenakan kondisioner tanpa bilas sebelum Anda masuk ke kolam.
9. HATI-HATI SAAT MENGERINGKAN
Mengeringkan dengan handuk bisa jadi penyebab kerusakan rambut. Menggosok rambut basah dengan handuk membuat helai-helai rambut kusut dan mudah terjerat pada benang-benang di handuk, sehingga tertarik dan mudah putus, rusak pada kutikula, dan ujung rambut terbelah. Jadi, tepuk-tepuk saja rambut basah dengan handuk, lalu diurut sesuai arah pertumbuhan rambut. Memang cara ini agak makan waktu, tetapi berharga untuk rambut anak.

Memperkenalkan diri dalam B.Jepang

  Perkenalan diri [Jikoshoukai自己紹介) dalam Bahasa Jepang

Saat pertama kali berkenalan, orang Jepang akan mengucapkan " Hajimemashite [ はじめまして]" sambil membungkukkan badan (ojiki) atau kadang hanya menundukkan kepala sedikit saja. Arti Hajimemashite [はじめまして] sebenarnya adalah "ini adalah saat pertama kali kita bertemu", tetapi lebih sering diartikan menjadi "salam kenal/ senang bertemu Anda". Hajimemashite [はじめまして] hanya diucapkan pada pertama kali bertemu/ berkenalan.
Setelah mengucapkan "Hajimemashite [はじめまして]" biasanya dilanjutkan dengan menyebutkan nama, alamat, pekerjaan dan identitas diri lainnya,
yang di akhiri dengan "Douzo yoroshiku" (Senang berkenalan dengan Anda). Lebih jelasnya, lihat contoh berikut ini :

はじめまして, わたしは Fadilah です. どうぞよろしく
Hajimemashite, Watashi wa Fadilah desu. Douzo yoroshiku. 
Salam kenal, nama saya Diana. Senang berkenalan dengan Anda.


2.    MENYEBUTKAN ALAMAT

Kedua pola di bawah ini memiliki arti dan maksud yang sama walaupun berbeda kalimatnya
@ Menanyakan alamat orang lain
    * Pola kalimat 1 :
うち どこ ですか.
                 [uchi wa doko desuka.]
                 Dimana Anda tinggal?

     Contoh kalimat 1 :
    
たけだ : すみません , うち どこ ですか.
     [Donghae : Sumimasen ga, uchi wa doko desuka?]

      
ひろ: (わたし うち) Lumajang です.

   [Fadilah : (Watashi no uchi wa) Lumajang desu].


**Pola kalimat 2 : どこ すんでいますか
                 [doko ni sundeimasuka.]
                  Dimana Anda tinggal?
    Contoh kalimat 2 : 
    たけだ : すみません , どこ すんでいますか
[Donghae : Sumimasen ga, doko ni sundeimasuka?]

        
ひろ: (わたし ) Lumajang すんでいます.

     [Fadilah : (Watashi wa) Lumajang ni sundeimasu].
                                                    

MENYEBUTKAN PEKERJAAN / PROFESI

Ketika orang Jepang memperkenalkan diri dan menyebutkan pekerjaan yang dilakukannya, biasanya mereka juga akan memberikan kartu nama kepada lawan bicaranya.

@ Menanyakan pekerjaan orang lain
     Pola kalimat :
おしごと なん ですか.
              [oshigoto wa nan desuka.]
               Apa pekerjaan Anda?
  

  Contoh kalimat :
      
きむら: すみません , こぼ さんの おしごと なん ですか.
   [Ryeowook : Sumimasen ga, Kobo san no oshigoto wa nan desuka?]

          
こぼ: わたし は かすです.

     [Yesung : Watashi wa kashu desu.]

@ Menyebutkan pekerjaan/profesi sendiri


     Pola kalimat : 
わたし ... (pekerjaan) ... です.

                          [watashi ... wa (pekerjaan) ... desu]

                          (Pekerjaan) Saya ....

     Contoh kalimat) : 
わたし  いしゃ です.

                                [Watashi wa isha desu]  (Pekerjaan) Saya dokter.

@ Jenis pekerjaan dalam bahasa Jepang




Isha = dokter

Sensei = guru

Gakusei = siswa

Kangofu = perawat

Hisho = sekretaris

Untenshu = sopir

Suchuwadesu = pramugari

Pairotto = pilot

Nouka = petani

Kashu = penyanyi

Kaisyain = karyawan 

Keisatsukan = polisi




5 Kata Tanya Dasar Dalam Bahasa Jepang

Kalau dalam bahasa Inggris ada 5W+2H, yaitu bentuk kata tanya dasar, nah kalo dalam bahasa Jepang apa aja yachhh, cekidot yang berikut ini ya…

1. Doko    : Dimana?
    Contoh : がっこう どこ ですか。
                 Gakkou wa doko desu ka. 
                 Dimanakah letak sekolah?

2. Dare / donata : Siapa?
    Contoh:  だれ ほん ですか。
                 Dare no hon desuka.
                 Tas siapa ini?
(catatan : Donata lebih sopan daripada Dare )

3 . Doushite / Naze : Kenapa?
     Contoh : どうして ですか。
                  Doushite desu ka.
                  Kenapa ?
   (catatan : doushite lebih sopan daripada naze)

4. Do/Ikaga : Bagaimana?
    Contoh : ごはん は どう ですか。
                 Gohan wa dou desu ka.
                 Bagaimana (rasa) nasinya?

5. Itsu : Kapan?
    Contoh : 電車はいつ来ますか。
                 Densha wa Itsu kimasu ka. 
                 Kapan KRL tiba?

6. Ikura : Berapa?
   Contoh  : いくら ですか。
                 Ikura desu ka.
                 Berapa (harganya)

7. Nani/Nan : Apa?
    Contoh    : 何ですか 
                    Nan desu ka.
                    Ada apa?
                   何をしてますか。
                   Nani wo shimasuka.
                   Apa yang sedang kau kerjakan?



Sabtu, 29 Desember 2012

My Fanfiction "Between Us"




Cuaca sangat bersahabat hari ini. Langit cerah memancarkan sang surya beserta hembusan angin membawa semangat pagi. Aku merasa semangat sekali untuk kuliah hri ini tentu aku tidak mau kalah sama matahari yang terus bersemangat menyinari bumi. Seperti biasa, ku kayuh sepedaku untuk sampai di tempat yg penuh dg ilmu itu meski terkadang buatku frustasi dengan tugas-tugas  sebagai mahasiswa. Di kampus, ku brteman dengan Ryzka, tapi umurnya lebih muda dariku. Ada yang bilang, kami seperti kakak dan adik kandung. Itu wajar bagiku, karena perlakuanku terhadapnya tidak seperti teman melainkan saudara tapi tak sedarah.
Setelah sampai di kampus, tak beda dengan anak-anak yang memakai sepeda motor dan kendaran lainnya, ku parkirkan sepeda kesayanganku sebelum menuju kelas.

tak begitu lama, ku bertemu dengan Ryzka yang sedang duduk-duduk di bangku taman yang sepertinya sedang menunggu seseorang.

"Annyeong eonni.. Wah, eonni trlihat smangat. Hbis mimpi apa semalem? kok tumben amat" sapanya duluan

"heh, anak kecil, Apa yang kau katakan. Tiap hari aku jg semangat kan.."

"apa?? Anak kecil?? Kyaaa...!!! aku bukan anak kecil lagi. Apa eonni gx liat aku sebesar apa sekarang"

"hehehe, cma brcanda kok saeng. Oh ya, kau sedang apa di sini?”

“Cuma duduk aja. Ayo duduk sini” diapun menarik tanganku untuk duduk di sampingnya.

“Oh ya, gimana perkembangan hubungan eonni sama Donghae oppa?”



_FLASH BACK_

2 tahun yg lalu, appaku dipindah kerjanya di Korea. Kami di sana cuma 2 tahunan. Namun wktu 1 tahun itu meninggalkan kenangan yang menyenangkan.

Sekitar pukul 8 malam, ku disuruh eommaku untuk mengantarkan makan mlam ke kntor appaku. Karena terburu2, tak sengaja ku menabrak seorang namja.
"mianhae..mianhae.. Ku tak sengaja" ucapku dan langsung mengambil paket makanan yg telah jatuh di lantai.
"Mangkanya.. Hati-hati.." ku hanya kaget mendengar balasan namja tu yang trkesan dingin dan sekilas melihat wajahnya yang sepertinya sangat kesal.
Tak memperdulikannya lagi, kupun menelfon appaku tentang kejadian ini. Syukurlah appa gx marah. Tak lama kemudian eommaku telfon, dan menyuruhku cepat pulang. Setelah sampai rumah, eomma menyuruhku cpat tidur. Maklum aja, di Korea sekarang lagi musim dingin, kalau tidak segera tidur, ku pasti tidak akan bisa tidur gara-gara kedinginan.


Bunyi alarm membuat bising seluruh isi kamar. Itu berarti waktunya ku bangun dan meghentikan lelapan mimpi semalam. Setelah selesai mandi, ganti pakaian, sarapan, dan lain-lain, kupun berangkat sekolah di salah satu SMA terkenal di Seoul. Karena jarak apartement dan sekolah tidak jauh, ku memutuskan untuk berjalan kaki sekalian menikmati udara pagi di tengah kota.

Meskipun ku sudah beberapa minggu sekolah di sini, tapi masih terasa asing bagiku. Sekolah di negeri orang memang tak semudah yang ku kira. Ku fikir, dengan bekal bahasa inggris yang cukup, ku mampu berinteraksi dengan lingkungan di sini. Tapi ternyata, prosesnya cukup lama juga.

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya sampai juga. Tapi sewaktu menuju kelas, lagi lagi ku di tabrak seseorang.

 “Auhh..” rintihku
"Mianhae "  ucapnya sambil berlari dan langsung pergi begitu saja
"Heh, kau! Tak punya mata apa! #ku emosi banget karena badanku sakit habis jatuh ditabraknya
.
mendengar ucapanku tadi, namja tadi langsung berhenti dan menoleh ke arahku. Dengan raut mkanya yg mrah, dia prlahan mndekatiku

"bisakah kau mengulangi perkataanmu tadi" amarahnya mulai muncul
"uhmm.. Tidak, ku tidak mengatakan apa2" ucapku sambil menunduk. Ku takut, karena sepertinya dia sangat marah
"hah.. dasar..gtu ja mrah2, dasar, yeoja aneh."

"kyaaa.. apa kau bilang tadi. Ku bukan yeoja aneh tau. Lihat tanganku sakit habis jatuh gara-gara kau tabrak. Semestinya aku yang marah, kenapa kau yang marah..?? ihh"

"mwo?? Kau gx trima?? Apa kau tak tau siapa aku?? Sudahlah, nggak pnting berurusan dengan yeoja spertimu "  Diapun pergi meninggalkanku
"dasar.. Namja menyebalkan..!!" teriakku dari belakang
.

Tak terasa jam sekolah hari ini telah usai. Belpun mulai terdengar seisi sekolah. Waktunya semua siswa untuk pulang. Waktu keluar kelas, lagi lagi ku bertemu namja menyebalkan itu. Aissh.. Sial bgt ku hri ini ><.

"kalau kau psang raut muka kaya gitu, setanpun pasti takut melihatmu" canda temenku yg bernama Hye Rin

"emangnya da pa sih??" tambahnya lagi

"Tuh, ada namja mnyebalkan!!" ujarku sambil menunjuk namja tadi

"hah?? Mksutmu Lee Donghae?? Apa kau sdah gla?? " ucap temanku kaget

"owhh, jadi namanya Lee Donghae, namanya jelek banget. Nama apaan itu " acuhku

"kyaa, tutup mlutmu. Dia itu siswa terpopuler di skolah ini. Namanya sangat keren tau.  Ditambah lagi wajahnya juga ganteng banget. Stylenya beda dengan anak-anak pelajar biasanya. Wajarlah dia anak orang kaya. Apa kau tak tau itu? " jelas Hye Rin smbil snyum2 sndiri

"enggak. Tapi dia lumayan juga sih" jawabku polos

"mwo?? Lumayan?? Apa kau sedang tidur?? Kau itu..............(bla bla bla)" oceh Hye Rin

"ahhh.. STOP!!! Kau bikin kepalaku pusing. Udahlah, ktia pulang ja y.. Ku udah laper, pengen mkan masakan eommaku trcinta. Hehe :) " ujarku pada Hye Rin

kamipun plang brsama2. Sesampainya di rumah, ku critakan ke eomma ttg namja mnyebalkan itu. Akibatnya ku malah di suruh minta maaf ke namja tu. Aiisshh.. aku kan nggak salah, kenapa aku yang di suruh minta maaf, ihh.. Ogah.. -_-

Karena ini suruhan eommaku, dengan terpaksa ku meminta maaf ke dia. Padahal ku nggak punya niatan sama sekali.
sewaktu istirahat, kupun menaruh sebuah kotak yang isinya sebungkus cokelat *ini memang sudah kebiasaanku, kalau meminta maaf ke seseorang, ku akan memberikannya sebungkus cokelat* beserta sepucuk surat perminta maafanku.
Ku sengaja taruh di lokernya agar para siswa yang lain tidak tau. Tentu saja aku nglakuin hal ini di temani Hye Rin sore-sore di Sekolah.

#keesokkan harinya

Matahari kmbali menggeser kegelapan malam. Waktunya untuk skolah.. "moga aja hari ini hari yang menyenangkan. okelah..FIGHTING..!! ^^"

@SCHOOL

"oh Tuhan, semoga ku tak bertemu namja yg bernama Lee Donghae itu."  itulah sepenggal doa yg ku ucapkan saat melewati gerbang sekolah.

Zreettt..
Sosok orang yang sama sekali nggak ingin ku lihat itu tiba-tiba muncul di hadapanku.
"Aaisshh, knapa ni bocah ada di sini " gumamku dlam hati smbil melewatinya dan brpura-pura tak mlihatnya.

"Hei, Kau.." Ujarnya dg keras

#ku berpura-pura tak mndengarnya

"Hei, yeoja babo! " ucapnya lagi dengan nada sedikit tinggi

dengan terpaksa ku mnolehnya mskipun ku enek liat wajahnya.

"mwo?? Da pa lg??" ucapku kesal

"apa ini darimu?" diapun mnunjukkan sebuah kotak yg ku selipkan di lokernya sebagai tanda minta maaf kemarin

"ani.. nggak da krjaan ku ngasih barang begituan" sebenarnya ku gugup melihat kotakku sendiri. Tapi ku berusaha meredamnya.

"trus ini apa?? " dia menunjukkan sepucuk surat yang ku selipkan di kotak tu dan memang tertulis namaku di sana.
Teman-temannya hanya mnertawaiku dan membuatku sangat malu.

"itu..itu..uhm.. Sudahlah sini, ku nggak jadi minta maafnya." ku rebut kotak tu dari genggamannya
"kyaa.. apa yang kau lakukan!! Ini kan milikku" diapun merebut kembali kotak tersebut

"ternyata kau tak ubahnya dengan yeoja2 lain. Kau pasti slah stu fansku *ge-er (aslinya sih ia xD #gubrak) *. Karena kau satu-satunya fansku yang berani membentakku, kau ku beri gelar fans special gmana *senyum evil (itu gya.a kyu, oppa -,-) *"

"heh, ku bukan fansmu, dan nggak kan pernah jadi fansmu selamanya titik.!!" kupun beranjak mninggalkan dirinya.

Sesampainya di kelas, teman-temanku pada kebingungan mlihat raut wajahku terutama Hye Rin.

"waeyo?? Kau habis kesurupan?" tanya Hye Rin padaku.

"awas kau Lee Donghae! Kau akan mati di tanganku! Arrgghh " amarahku yang membuat temanku yang satu ini kaget.

"jadi gara-gara Donghae oppa lg. Aigoo.. sebenarnya antara kau dan dia itu ada apa...dan seharusnya kau itu...(bla bla bla) " temanku yang satu ini memang tak habis-habisnya menceramahiku tentang namja menyebalkan itu.

Jam pelajaran 7 dan  8 seonsaeng tidak ada,  tapi di beri tugas. Aku dan Hye Rin memutuskan untuk ke perpustakaan sekalian istirahat di sana. Nggak tau kenapa kalau di dalam perpus tu rasanya nyaman banget. Mungkin karena suasananya yang hening dan berbagai fasilitas yg disediakan.

"kajja..palli.."ajakku smbil menggandeng tangannya
"ne kajja " jawabnya
kamipun menuju ke perpus dengan diselingi sedikit canda tawaan sepanjang perjalanan.

@perpustakaan

kami sedikit kebingungan mencari buku yang kami butuhkan. Karena begitu banyak buku yang ada di sni. Setelah beberapa lama mencari, kupun menemukan buku yg ku butuhkan.
"ahh, ini dia " kupun mengambil bku itu dari raknya.
Tapi sewaktu mengambil buku itu, ternyata ada yang mengambilnya juga. Setelah ku lihat siapa orannya, kyaa!!  ternyata si namja itu.

"kau!! Apa kau tak bosan mengganggu hidupku?? Sekarang, kau mau merebut buku ini.. Ini punyaku! Aku yang mnemukan dulu"

"ahh, tidak bisa.. aku yang menemukannya dulu. Jadi ini punyaku."

"Apa yang kau lakukan? Bisakah kau mengalah dr seorang yeoja??"

"kau bukan yeoja, tp kau keledai yg bodoh :p"

"Lee Donghae!!!"

kamipun saling berebutan, karena tak kuat menahan tarikannya kupun jatuh, dan menindihi tubuhnya yg kekar itu.
#aigoo.. ku di atas tubuh haeppa..??? *fly ^.^*
#plak.. balik ke cerita
J

Suasana jadi beda. Yang pertamanya penuh keributan, sekarang serasa sunyi. Dengan posisi seperti ini, sungguh ini sangat tak biasa bagiku. Amarahku tiba-tiba hilang. Ku hanya terdiam sejenak melihat tatapan matanya. Tatapan ini sama sekali tak pernah kulihat sebelumnya. Saat ini matanya terlihat beda, seperti ada kata-kata yang ingin terucap. tak seperti biasanya yang penuh dengan keangkuhan dan perasaan jengkel. Jantungkupun mulai berdetak kencang. Tidak tau kenapa, ku sama sekali tidak ingin beranjak dari atas tubuhnya. Rasanya begitu nyaman. Aroma parfumnya yang begitu lembut itupun mulai terasa.

Namun tiba-tiba Hye Rin datang, dan mlihat kami berdua.

“ Kalian.........???”






Dengan kedatangannya yang tba-tiba, tentu membuat kami berdua kaget dan segera berdiri.

“Hye,,Hye Rin??”

"Ap..ap..apa yang kalian lakukan" tanyanya dengan sejuta keraguan di matanya

"ini tak seperti yang kau fikirkan. Sungguh!! Kau percaya padaku kan?? " ku mencoba menjelaskan tentang apa yang terjadi tapi sepertinya Hye Rin sama sekali tak percaya padaku. Sedangkan namja menyebalkan itu pergi begitu aja entah mulai kapan.

"sudahlah, ayo kita kerjakan. Ku ingin cepat pulang" bentaknya

Setelah hampir satu jam, tugas kamipun selesai, dan Hye Rin terlihat terburu-terburu untuk pulang. Dia bahkan tak pamit padaku.

" Mianhae, chinguya.."




Kini saatnya sang bulan sebagai penghias langit beserta bintang-bintang kecilnya yang bersinar. Ini waktunya ku belajar, karena besok ku ada ujian. Namun ku sama sekali merasa tak tenang dengan kejadian di perpus siang tadi dan sikap Hye Rin yang sekarang sedang marah padaku. Hand phonenya juga mati. Dia benar-benar marah padaku.
Tiba-tiba hand phoneku berdering, dengan segera ku raih dan berharap Hye Rinlah yang menelfon. Ternyata ku salah, no tak dikenalpun yang ku dapat. Huft..

"yeobseyo"

"yeobseyo"

"nuguseyo"

"aku namja yang di perpus tadi siang"

"Mwo?? Apa kau..??" jawabku gemetar

"ne. Ini aku"

"untuk apa kau mnelfonku?? Dan tau dari mana no handphoneku?? Apa kau mau membuatku marah lagi?? " jengkelku

"eh, keledai bodoh, ku tak ingin cari ribut denganmu”

“terserah! Trus kau mau apa?”

“Aish, ternyata kau tak hanya bodoh, tapi kau juga pemarah. Apa ada yeoja seperti itu.”

“tidak perlu basa basi. Cepat katakan, kau mau apa?”

“aku masih teringat kejadian tadi siang “

“tidak perlu diingat-ingat. Ku bahkan sudah melupakannya.”

“semudah itukah? ”

“ne, wae?”

“ani. ku yakin itu yang pertama kalinya bagimu”

“emang apa urusanmu?“

“benarkan, yeoja polos sepertimu pasti ini yang pertama kalinya.”

“Heh, kau jangan sok tau! Pasti namja sepertimu itu sudah melakukannya beberapa kali ya kan?”

“ani, ini juga yang pertama kalinya”

“mwo? Jinjja?”

“Ne,,”

“maldo andwae!”

“kalau ini bukan yang pertama kali, ku tidak akan merasa seperti sekarang”

“memang kau merasa apa? Aku biasa aja tuh”

“dasar yeoja babo. Bagi seorang namja sepertiku, hal seperti itu tidak bisa di anggap hal sepele”

“aku juga begitu “ ucapku tanpa sadar

“Mwo? Kau bilang apa tadi?“

“ahh, ani..ani.. sudahlah ku mau belajar, jangan ganggu aku lagi.”

Percakapanpun berakhir diantara kami.




#Keesokkan harinya

@School

Seperti biasa ku berjalan kaki ke sekolah. Namun hari ini kesannya beda, Hye Rin tak bersamaku. Mungkin dia masih kesal padaku. Ku bisa mengerti perasaannya sekarang, secara dari dulu dia memang suka sama Lee Donghae. Setelah sampai di sekolahan, ku tak melihat Hye Rin sama sekali. Di kelas juga begitu, dia nggak masuk sekarang. Apa dia sakit? Ku benar-benar khawatir padanya. Untuk itu ku mau ke rumahnya sepulang sekolah nanti.


Waktu berjalan cepat. Jam sudah menunjukkan puul 14.00 waktu korea. Dengan segera ku keluar kelas, dan menuju rumah Hye Rin secepatnya. Namun ada aja gangguan, sosok namja itu kembali muncul dihadapanku dan menarik tanganku gitu aja.

“heh, kau mau apa? Ap..apa yang kau lakukan?? Hei.. Lee Donghae?? Kau mau mati apa?? Cepat lepaskan aku!! Hei...Lepaskan!! ” teriakku yang sepertinya tak dihiraukannya sama sekali

“cepat masuk ke mobil” dia memaksaku masuk ke mobilnya yang super keren itu.

Diapun membawaku ke suatu tempat. Dan menghentikan mobilnya di suatu taman. Dengan di perlakuin seperti ini tentu ku tambah kesal padanya. Diapun menyuruhku keluar dari mobilnya.

“sebenarnya tujuanmu membawaku kesini untuk apa?” tanyaku heran

Tiba-tiba dia memelukku. Ku hanya terpaku tak berkutik dengan tindakannya ini.

“apa yang kau lakukan? Kalau ada yang melihat gimana?” ku berusaha brontak tapi dekapannya begitu erat dan membuatku tak mampu bergerak.

“ku mohon, tetaplah seperti ini. Ini membuatku hangat”

“Lee Donghae.............??” ku  heran dengan pernyataannya barusan

“kalau temanmu tidak datang kemaren, mungkin aku akan memelukmu seperti ini. Tubuhmu begitu hangat dan membuatku nyaman kemarin. ”

“apa yang kau bicarakan?? cepat lepasakan, kalau ada orang yang melihat gimana”

“baiklah”

Diapun melepasku dari pelukannya. Sungguh, ku masih bingung dengan apa yang sedang terjadi. Sebenarnya ada apa denganya. Dan kenapa jantungku berdetak lebih kencang dari pada kemarin.


“aku mau pergi dulu. aku mau ke rumah temanku sekarang karena ada urusan” ucapku dan langsung meninggalkannya

“apa kau harus mennggalkanku begitu saja.. Hei..!!” teriaknya dari belakang


Ku terus saja melanjutkan langkah kakiku dan tak memperdulikan apa yang dia katakan. Pikiranku benar-benar kacau sekarang.


Kalau Hye Rin tau semua ini, pasti dia akan tambah sangat marah padaku. Bisa-bisa pertemanan  kami hancur begitu saja gara-gara masalah ini. Oh Tuhan, ku benar-benar tak ingin menyakitinya. Dia sudah salah paham. Trus dengan cara apa ku menjelaskannya agar dia percaya padaku. God, help me!


Hand phone yang dari tadi nggak ku urus, bergetar juga. Ternyata ada sms dari Hye Rin

“bisakah kita bertemu di tempat biasa sekarang?”

Kupun menuju sebuah cave tempat yang biasanya kami kunjungi. Ternyata Hye Rin sudah sampai di sana.

“bagaimana kabarmu?” sapaku dulu sebagai awal pembicaraan

“bagaimana denganmu, apa kau merasa baik-baik saja?”

“tentu tidak!”

“apakah Lee Donghae tidak membahagiakanmu?”

“kyaa,, apa yang kau bicarakan? Ku sama sekali tak punya hubungan apapun dengannya. Kau kan tau sendiri, ku bahkan mengenalnya beberapa hari yang lalu. Itu mustahil kalau ada sesuatu di antara kami”

“jinjja?? Trus apa yang kalian lakukan kemarin. Itu sama sekali bukan kau. Ku serasa melihat orang lain. Untung saja aku yang memergokimu, kalau orang lain gimana? Terlebih lagi kalau guru.   Apa kau nggak mikir, nama baikmu akan tercemar. Apa lagi di kalangan fansnya itu. Bisa-bisa kau di bunuh oleh mereka.”

“ne, aku tau. Mianhae, jeongmal mianhae. Ku memang bodoh. Bodoh sekali. Kau pasti terluka karena masalah ini, Mianhae.. apa kau mau memaafkanku”  ku benar-benar merasa bersalah padanya.

“ne, ku memang sakit melihat kalian. Tapi ya sudahlah, ku tak tega melihat kau begini. Kita kan teman. Nggak mungkin kita berantem terus kaya gini. Lagi pula nggak baik kan kalau di terus-terusin”

“kau memang teman terbaikku ^^ “ kupun memelukknya sebagai tanda terima kasihku padanya.


Setelah itu ku berkeliling kota dengan Hye Rin sambil melupakan hal-hal yang telah terjadi sebelumnya. Sewaktu di museum, lagi lagi hand phone ku berdering. Setelah ku lihat siapa yang menelfon, ternyata si namja aneh tadi. Sengaja ku langsung mematikan hand phoneku.


“knapa nggak di angkat?” tanya Hye Rin keheranan

“uhm..tidak.. tadi appa yang telfon. Ku nggak mau merusak suasana hari ini. Mangkanya ku matiin aja hand phoneku”  nggak mungkin ku bilang kalau dari Lee Donghae, bisa-bisa Hye Rin marah lagi.

“hahaha.. santai aja kali.. sebuah telfon nggak akan merusak event kita hari ini. Apa lagi itu dari appamu”

“hufftt...” ku lega karena Hye Rin percaya

“kayanya sampai sini dulu. Pasti appamu telfon nyuruh kau cepat pulang”

“ahh..tidak perlu khawatir.. ku nggak kan di marahi kok”

“sudah sana pulang!”

“hajiman....”

“dasar yeoja bandel. Udah sana.. annyeong.. josimhaeya (hat-hati)!”

Kupun pulang dan meninggalkan Hye Rin sendirian di museum.
Ini semua gara-gara kau Lee Donghae. Acaraku rusak gara-gara kau. Awas kau. Uhhh...!!!




#Keesokkan harinya di sekolah

Ku sangat lapar sekarang. Kupun mengajak Hye Rin ke kantin. Kantin di sekolah ini menunya memang enak-enak. Meskipun ku lidah Indo, tapi enak juga makan makanan khas korea. Menu favoritku adalah Ho-tteok (sejenis pancake, namun diisi dengan bahan sirup seperti gula merah, madu, kacang parut dan kayu manis.) dan teh korea. Sewaktu makan, tiba-tiba Donghae muncul dan duduk di bangku belakangku. Ketika melihat wajahnya saja, nafsu makanku jadi hilang. Sedangkan Hye Rin malah senyum-senyum sendiri. Ku hanya ke heran melihat temanku yang satu ini. Memang apa sih yang di tunjukkan oleh seorang Lee Donghae, sehingga semua yeoja gila karenanya.

Drt...Drt...Drt..

Hand phoneku bergetar
=>one massage from a crazy namja<=

“hei, keledai bodoh”

“Aish, ni orang.. dasar gila.. di belakangku masih sms.. namja aneh”  jengkelku dalam hati

“apa? Kau mau apa?”

“ kau sedang apa?”

“apa kau tak lihat, ku sedang makan. Trus kenapa kau kesini? Mau buatku marah lagi??”

“ini kan sekolah, semua siswa bebas kesini. apa kau marah gara-gara ku peluk kemarin. Sungguh aneh jika kau marah gara-gara dipeluk namja sepertiku”

Ku nggak tau harus bilang apa. Nggak mungkin kan kalau ku katakan yang sebenarnya. Kupun memutuskan untuk kembali ke kelas meskipun makananku belum habis. Hye Rin yang melihat sikapku, hanya diam saja namun menatapku dengan pandangan yang aneh. Ku takut dia berfikir yang bukan-bukan lagi. Kalau sampai di marah lagi, tidak akan ada kata maaf untuk namja menyebalkan itu.


#Pukul 14.00 waktu korea

Hye Rin tidak bisa menemaniku pulang kali ini karena harus ke rumah saudaranya. Terpaksa ku pulang sendirian.
Langkah demi langkah ku melawati koridor sekolah. Sambil menunduk, ku teringat perkataan Lee Donghae sewaktu di taman kemarin. Kata-kata yang sama sekali tak ku duga itu, memenuhi pikiranku sekarang. Karena banyak melamun, alhasil kepalaku terbentur tembok.

“sepertinya yang tidak punya mata itu kau” ujar Lee Donghae yang membuatku kaget akan kedatangannya yang tiba-tiba

“diam kau!” cetusku

“kajja...ikut aku” ajaknya yang lagi-lagi menarik tanganku

eodie??

Lagi-lagi dia membawaku ke suatu tempat. Tapi kali ini dia membawaku ke Namsan Seoul Tower. Entah apa yang ada di pikirannya sampai-sampai tubuhku di bawa ke sini. Diapun memintaku naik gondola bersamanya.

“pemandangan yang indah bukan?”

“ne, ini memang sangat indah”

“ehm, ada sesuatu yang ingin ku katakan”

“hahaha..apa kau mengajakku ke sini hanya untuk mengatakan sesuatu? Kenapa tidak waktu di sekolah tadi, kan sama aja..hehe” aku berusaha menghibur diriku sendiri yang sebenarnya tegang dari tadi dengan sedikit ketawa

“apa ini lucu bagimu?”  kupun diam dengan pernyataanmu itu

“kau tau, ku pernah membuat janji di sini”

“janji? Janji apa?”

“dulu ku pernah di ajak orang tuaku di sini. Ku sangat terpukau dengan pemandangan di tempat ini.  aku ingin menikmati pemandangan seperti ini dengan orang yang ku anggap spesial. Aku ingin berbagi kebahagiaan yang ku rasakan di tempat ini dengannya”

Ku hanya diam tak berkata melihat matanya yang indah itu. Apa yang di katakannya barusan membuatku gemetar. Tiba-tiba dia menatapku dengan tatapan serius.

“matamu sangat indah” ujarnya sambil sedikit membelah poniku yang sedikit menutupi mataku

Tiba-tiba ponselku berbunyi dan merusak suasana tadi.

........Shining Star. like a little diamond makes me love
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo
Hangsang hamkke halgeora till the end of time...........


“Arghh” ku dengar dia sedikit kecewa

“hufftt..syukurlah” hatiku berkata

Ternyata eommaku yang telfon. Dan menyuruhku cepat pulang.

“ehm..mianhae..aku di suruh pulang sama eomma.” Ucapku padanya

“owh, baiklah ku antar kau pulang”  nadanya pelan. Sepertinya dia menyesali keadaan ini.



Lee Donghaepun mengantarkan aku pulang. Setelah samapi rumah...

“mianhae. Telah membuatmu mengantarkan aku pulang. Dan gomawo untuk yang tadi. Ku begitu mnikmatinya”

“gwaenchana. Aku pulang dulu”

“ne, josimhaeya “

Diapun pergi. Meliahatnya pergi ku merasa aneh. Serasa tak rela membiarkannya begitu saja.
Sewaktu ingin tidurpun, hanya raut mukanya yang terlihat di benakku.

“Oh, Tuhan, aku ini kenapa?”



Keesokkan harinya ku masih memikirkan kata-katanya semalam. Ingin sekali ku cerita ke seseorang, namun aku harus curhat sama siapa. Nggak mungkin ku cerita ke Hye Rin. Masalah ini benar-benar buat kepalaku serasa mau meledak.

Ketika menuju ke kelas, ku betemu dengan Lee Donghae, dia hanya tersennyum padaku. Tanpa sadar kupun memblas senyumnya yang manis itu.

“apa yang aku lakukan..!! ku kan membencinya. Kenapa ku membalas senyumnya itu. Aishh.. aku ini kenapa?? Apa aku..ahh tidak..tidak..tidak.. dia kan namja aneh menyebalkan yang suka mengganggu hidup orang. masa’ ku suka sama orang kaya gitu ”

Lagi lagi hpku bergetar
Drtt...Drtt...Drt...
=>one massage from a crazy namja<=
“sepulang sekolah temui aku di taman belakang sekolah”


Sesuai permintaannya, aku menemuinya di taman belakang sekolah. Setelah bertemu denngannya...

“ku kira kau tidak akan datang” ucapnya

“sudahlah.. memang ada apa” balasku

Dia hanya terus menatapku dengan tersenyum. Dengan di perlakukan seperti ini, jantungku mulai berdetak kencang, keringat dinginpun mulai keluar di telapak tanganku. Tiba-tiba dia menciumku.
Tentu ku brontak dan langsung menamparnya.

“Heh, sebenarnya kau mau apa?? Apa kau menganggapku wanita murahan?” amarahku mulai membludak dan langsung pergi meninggalkannya.

Namun sewaktu ingin melangkah pergi, tanganku di tariknya dan membuatku dipeluknya.

“ku mohon, kau jangan bersikap seperti ini. Ku sama sekali tak tak tahan jika kau terus marah padaku. Apa kau sangat mebenciku?” 

Aku hanya terdiam sesaat

“saranghaeyo, jeongmal saranghaeyo” desahan kata-kata yang ku dengar itu membuat dentuman di telingaku

“andwae!!! ” bantahku dan langsung melepaskan diri dari pelukannya

“waeyo?? Apa kau....??”

Kupun membelakanginya..

“sebenarnya aku...aku...aku memiliki perasaan yang sama.. hajiman.... ini tak boleh terjadi!!”













Mendengar jawabanku tadi, tentu Lee Donghae merasa aneh. Ini merupakan pertama kalinya dia menyatakan perasaannya ke seseorang namun juga merupakan yang pertama kalinya di tolak seseorang.
                          
Diapun memutar tubuhku untuk menghadapnya sesaat.

“tolong lihat aku. Dan katakan apa alasanmu”

“tidak..ku tidak bisa melakukannya. Ini begitu sulit untuk di katakan”

“apakah ada orang lain? Tapi bukankah kau bilang kau punya perasaan yang sama?”

Perlahan-lahan ku menatap matanya meski dengan pandangan penuh air mata yang dari tadi mengalir. Ku hanya terdiam.

“Oh Tuhan, apa yang aku lakukan ini benar? Ku benar-benar telah membohongi perasaanku sendiri? Tapi kalau ku menerimanya, seseorang akan terluka karenanya. Tuhan, apa yang harus ku lakukan?? Sungguh tidak mungkin ku bahagia di sisinya sedangkan ada orang lain yang akan menangis karena ini semua.”

Karena melihat keadaanku yang tidak menentu, Lee Donghaepun mengantarkan aku pulang.
Sesampainya di rumah, kupun menuju kamar.
Ku benar-benar tidak percaya dengan apa yang telah terjadi. Apakah ini mimpi bagiku??

Karena tak tau mau curhat sama siapa, kupun menulis sebuah diary



Dear, diary..

Mengapa kejadian seperti ini bisa aku alami..
Sebenarnya hal apa yang Tuhan rencanakan
Seseorang yang ku suka tiba-tiba menyatakan perasaannya padaku
Tentu ku sangat senang mendengarnya

Namun,
Sebuah nama tiba-tiba muncul di fikiranku
Hye Rin.....
Dia begitu sangat menyukainya
Sungguh jahat jika aku merampas cintanya
Sungguh pahit, jika seseorang yang dia sukai dari dulu telah menjadi milik orang lain

Ku akui aku menyesal menolaknya
Tapi akan lebih menyesal kalau ku menerimanya dan melihat pertemanan kami hancur

Apa yang ku lakukan ini benar??
Dan apakah ini suatu pengorbanan??





Ku sama sekali tak bersemangat untuk sekolah hari ini. Tapi ku tak mau orang melihat keadaanku sebenarnya, untuk itu ku tetap melakukan aktivitasku seperti biasanya meskipun kesehatanku agak terganggu.
Setibanya di kelas, suasana terlihat heboh seperti ada berita baru yang benar-benar aktual dan sangat menghebohkan. Karena penasaran kupun bertanya ke Hye Rin

“ Sebenarnya ada apa?” tanyaku pelan

“kau kenapa?? Kau sakit?? “ tanya Hye Rin cemas karena melihat tubuhku terlihat lemas sekali

“ani..ku tidak sakit..mungkin ku kecapekan. Sudah jangan khawatir. Sebenarnya ada apa sih.. kok heboh banget”

“apa kau tak tau, namja yang kau benci itu kabarnya kemaren menyatakan perasaannya ke seseorang. Huaa.. ku iri sekaligus cemburu mendengarnya. Beruntung sekali yeoja itu. Ku penasaran siapa tu yeoja?? Apa aku mengenalnya??”

Aku hanya tersenyum mendengarnya meskipun rasanya ku ingin menangis. Tapi ku mencoba menahan air mataku supaya tidak keluar

“tapi kabarnya juga, yeoja itu menolaknya. Dia yeoja yang neomu neomu neomu baboya. Kenapa menolak namja sekeren Lee Donghae. Seharusnya dia tuh bersyukur!! Jujur aku tidak suka  mendengarnya”

Ku semakin tak tega jika mengatakan akulah yeoja yang babo itu.
“aku sama sekali tak ingin menyakitimu” ujarku dalam hati


#14.00 waktu korea

“Akhirnya pulang juga, oh ya ku besok mau Namsan Seoul Tower bersama oppaku. Kau mau ikut??” tanya Hye Rin sambil membereskan buku-bukunya

“Nde??”  ku sama-sekali tak dengar dengan ucapannya barusan

“mungkin gara-gara sakit, kau jadi aneh. Suka melamun, wajahmu terlihat lesu seperti banyak fikiran, dan sekarang kau tidak mendengarkan aku” ocehnya lagi

“hehe mianhae, ku benar-benar tak mendengarnya” balasku

“aku tanya, apa kau mau ikut ke Namsan Seoul Tower besok??”

“mwo?? Seoul Tower?? Un..untuk apa kesana?”

“kenapa kau gugup, hanya liburan saja. Ku sudah lama nggak kesana. Ikut ya...?? ayolah...temani aku.. ya..ya..??”

“hajiman...nan neun...”

“sudahlah, yang penting kau haris ikut.. setelah kesana, kau pasti merasa segar kembali tal lemas seperti ini J

“arasseo”

“okelah kalau begitu, ku pulang dulu ya.. oppaku yang akan pulang akan ikut bersama kita, jadi banyak hal yang harus ku siapkan. Gwaenchana??”

“ne, gwaenchana”


Kupun pulang sendiri. Ketika sampai melewati gerbang. Tiba - tiba Lee Donghae ada di depanku. Melihatnya langkahkupun ku hentikan untuk sesaat dan memutuskan untuk memutar arah

“Hei..!!” teriakya padaku yang semakin jauh darinya

Ku tetap meneruskan langkah kakiku. Saat ini ku benar-benar tak ingin bertemu denganya.

“apa kau mencoba menghindariku”  teriaknya kembali dan membuat langkahku berhenti

“sebenarnya kau kenapa??” ujarnya kembali

“kau mau apa??”

“kau belum menjawab pertanyaanku”

“aku tidak apa-apa. Sudahkan?? Sekarang kau mau apa??”

“haruskah kau bersikap seperti ini padaku?”

“Sudahlah..jangan ganggu aku.. ku benar-benar  tak ingin bertemu denganmu saat ini”

“apa karena kemaren??”

“bisakah kau tak mengingat kejadian itu ?” ku mulai membentakknya

“Fine!! kita lupakan saja semuanya.. lupakan kejadian kemaren, lupakan kejadian waktu di Seoul Tower, lupakan kejadian waktu di taman, dan terutama lupakan kejadian waktu di perpus. Kita lupakan saja, dan tak perlu di ingat kembali..!! aku benar-benar sudah muak denganmu..!!!” bentaknya seraya pergi meninggalkanku.


Aku yang melihat dia berkata seperti itu dengan ekspresi muka yang begitu marah membuatku tak berdaya untuk menatapnya. Kupun memutuskan untuk pergi ke suatu bukit. Ku benar-benar butuh ketenangan sekarang. Ingin sekali ku menangis dan berteriak sekeras-kerasnya di sana. Ku benar-benar marah kepada diriku sendiri.

Setelah beberapa jam ku menenangkan diri, ku memutuskan untuk pulang. Ku ingin segera tidur dan berharap semua kejadian yang terjadi di hari ini hanya mimpi belaka.



Seperti biasa, sekitar pukul 07.00 alarmku berbunyi dengan sangat nyaring. Namun, ku merasa aneh dengan kondisi tubuhku. Sepertinya ku demam. Karena tak segera turun dari kamar, eommaku naik ke kamarku, dan mencoba membangunkanku. Namun ku memilih untuk larut di dalam selimut yang membuatku nyaman. Setelah telapak tangannya menyentuh keningku, dia kaget karena suhu badanku cukup tinggi. eommapun membiarkan ku istirahat dan tidak masuk sekolah hari ini.  Ku berfikir, apakah seseorang yang ada di sana tau kondisiku sekarang..?? apakah dia akan menghawatirkanku...?? ku benar-benar bodoh. Itu sangat mustahil secara dia sedang marah padaku.


Tiba-tiba hand phoneku berdering. Dengan harapan kalau Donghaelah yang  menelfon, dengan segera ku raih. Setelah ku lihat di layarnya, dengan perasaan sedikit kecewa, ternyata Hye Rinlah yang menelfon.

“Kau dimana sekarang? Kenapa tidak ada di sekolah?”

“aku sakit”

“kau sakit?? Sakit apa?” tanya Hye Rin cemas

“ku hanya sedikit demam kok. Udah..jangan khawatr gitu.. aku nggak apa-apa”

“bener??”

“ne..”

“okelah aku akan ke rumahmu sepulang sekolah nanti”



Seharian di rumah membuatku bosan. Ku ingin sekali pergi keluar. Tapi sayang, nggak di izinin sama eomma. Hufftt.. ku benar-benar merasa bosan. Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya Hye Rin datang menjengukku. Tentu ku sangat senang dengan kedatangannya

“Annyeong”

“Annyeong.. akhirnya datang juga kau”

“bagaimana kedaanmu”

“seperti yang kau lihat, ku terbaring lemah tak berdaya. Ini sungguh membosankan.”

“hahaha.. siapa suruh kau sakit. Kamarmu besar juga ya.. sudah lama ku tak masuk ke sini” diapun berkeliling ,melihat-lihat isi kamarku

“perasaan biasa aja. Semuanya masih sama seperti saat kau pertama masuk ke sini” ujarku sambil membaca komik

“mungkin... ohh..ini apa?” dia mengambil sesuatu yang tergletak di meja belajarku

“apa sih??”  Hye Rin terlihat serius sekali membaca sesuatu.

“memang kau sedang baca apa?” tanyaku yang tak dipedulikannya

Matanya terlihat serius sekali membaca buku itu. Kupun semakin heran dan mendekatinya.

“serius sekali, memang kau sed...”

“Apa ini!!!!! “ tiba-tiba Hye Rin melempar buku itu di depanku dengan sangat keras.

Setelah ku lihat buku apa itu ternyata itu buku diaryku.

“Hye Rin-ah...??”

Matanya begitu tajam. Sepertinya dia membaca tulisanku yang ku tulis waktu itu. Dia benar-benar sangat marah padaku. Dengan cara pandangnya seperti itu, membuat tubuhku gemetar. Tak biasanya dia marah dengan pandangan seperti ini.  Setelah itu dia keluar dari kamarku menuju keluar rumah. Kupun mengejarnya sampai di jalan meski dengan kondisi yang masih lemah. Ku mencoba memanggilnya, tapi Hye Rin tak memperdulikannya

“Hye Rin-ah.. Hye Rin-ah..tunggu aku... ku mohon.. berhentilah...’’ dengan nafas yang terengah-engah ku mencoba terus mengejarnya

Akhirnya diapun menghentikan langkahnya

“kau mau menjelaskan apa lagi?? Apa kau mau berkata, ku tak bermakud begitu atau ku tak mau menyakiti sahabatmu?? Cepat katakan!!”

“aku..aku...aku..” karena sudah tak kuat lagi kupun pingsan.

Dengan ku pingsan secara tiba-tiba tentu Hye Rin kaget melihatnya dan menjadi panik. Dan memanggil eommaku.

“ajuma....ajuma.. kau di mana??”

“mwoya??” eommakupun ikut panik

“putrimu pingsan!”

“Ya Tuhan.. !! sekarang dia dimana??”

Eommapun membawaku ke rumah sakit. Dia benar-benar panik sekarang. Eommakupun menelfon appaku yang sedang bekerja di kantor. Merekapun menungguku yang sedang di periksa di ruang UGD.

“ajuma..ajushi..mianhae...ini semua gara-gara aku. Aku yang membuatnya mengejarku. Dia sudah berkali-kali memanggilku,namun aku tak mendengarkannya. Jeongmal mianhae..” ujar Hye Rin ke kedua orang tuaku

“sebenarnya apa yang telah terjadi..??” tanya appaku


Setelah cukup lama di periksa, akhirnya dokterpun keluar.

“dia hanya kecapekan. Namun fikirannya sedang terganggu sekarang. Apakah ada masalah yang begitu membebani fikirannya saat ini?” ucap sang dokter ke mereka

“setauku, dia tak punya masalah apa-apa. Sekolahnya juga baik-baik saja”

“baiklah kalau begitu. Sementara dia di rawat inap, karena demamnya cukup tinggi. Nanti tolong di urus bagian administrasinya dan data lengkapnya di lobi” kata dokter ke kedua orang tuaku

“ne, kamsahamnida”


Setelah cukup lama aku pingsan, akhirnya ku sadar juga. Perlahan-lahan ku buka kedua bola mataku melihat sekelilingku. Namun sewaktu perlahan-lahan membuka mata, ku melihat ada orang asing yang berada di sana. Setelah ku melihat dengan jelas, sungguh kaget bukan main, ternyata orang asing tersebut adalah Lee Donghae.

“Lee...Dong..Hae...” ucapku perlahan. Dia hanya membalasku dengan senyuman

“bagaimana keadaanmu sekarang, apa sudah baikan?” ucapnya

Begitu senagnya ku bisa mendengar kembali suaranya itu. Ku benar-benar sangat senang dengan kehadirannya di sini. Sewaktu sadarpun, hanya dia yang ku pandangi. Tanpa sadar air mataku mengalir melihatnya.

“Syukurlah kau sudah sadar. Kalau begitu ku mau pulang dulu. Jaga kesehatanmu, jangan samapai kau pingsan lagi. Ajuma, ajushi, dan oppa..ku pulang dulu ne. Annyeong. ”
“Hye Rin-ah, kau mau kemana?” tanyaku

“sudah, kau jangan fikirkan aku. Lebih baik kau fikirkan kesehatanmu ok??”

“Hye Rin-shi, gomawo “ ucap Lee Donghae

“ne, cheonma” balasnya dan pergi meninggalakn kami


Ternyata Hye Rinlah yang memberi kabar ke Lee Donghae bahwa aku sedang ada di rumah sakit sekarang. Ku yakin, pasti dia sangat terluka melakukannya.

Sudah hampir 1 minggu ku di rawat di rumah sakit. Selama hampir satu minggu itupun, Lee Donghaelah yang sering menjagaku. Ku sangat terharu dengan segala perlakuannya padaku. Namun, kini kondisiku benar-benar pulih. Dan saatnya ku kembali ke apartementku tercinta. Ku benar-benar rindu rumahku.


Ini hari pertamaku sekolah setelah sekian lama dirawat di rumah sakit. Ku begitu semangat hari ini. Seperti biasa, ku memilih untuk jalan kaki saja. Sudah lama ku tak melakukan rutinitasku yang satu ini. Ku kangen Hye Rin. Semejak di rumah sakit beberapa hari lalu, ku tidak lagi bertemu dengannya. Langkah demi langkah ku melewati gerbang sekolah dan menuju ke kelas. Namun sewaktu di kelas, ku tak melihat Hye Rin sama sekali. Kupun memutuskan untu mencarinya di taman sekolah (ini merupakan tempa favoritnya). Ternyata benar, dia di sana.

“Hei..” sapaku sambil menepuk pundaknya

“kau masuk hari ini”

“tentu.. ku tak mau sakit  terus.. ku bosan. Oh ya, sedang apa  kau di sini?”

“tidak, ku hanya ingin mencari ketenangan. Ini menyangkut Donghae oppa.”

Kupun kaget dengan perkataannya itu “sudahlah, jangan bahas dia lagi”

“benarkah?? Aku hanya berfikir aku adalah sahabat yang jahat yang menjadi penghalang hubungan antara sahabatku dan orang yang sangat di cintainya”

“kya.. apa yang kau bicarakan”

“kau bodoh. Sangat sangat bodoh”

“maksudmu??”

“kau rela tak menerimanya hanya untuk tidak ingin menyakitku untuk yang kedua kalinya”

“Hye Rin..??”

“kenapa kau berfikir seperti itu. Aku hanya fansnya. Memang sih ini sangat menyakitkan. Tapi ini akan lebih menyakitkan jika kau tak menerimanya hanya gara-gara yeoja sepertiku”

Aku yang mendengar pernyataannya, tak kuasa lagi menahan air mataku.

“sudahlah jangan menangis, aku bahkan tak menangis.” Guraunya

“Hye Rin...” 

kupun memeluknya. Tak ku sangka ku mempunyai teman sekaligus sahabat sebaik dia. Ku benar-benar bersyukur karena Tuhan telah mempertemukanku dengan sosok seperti Hye Rin.

“sudah sana.. ungkapkan perasaanmu ke dia.. ku yakin, dia pasti sedang menunggumu”

“Ne, gomawo J

“kita kan teman, sudah sepatutnya ku mendukungmu  J


Sewaktu asik-asik berbincang-bincang dengan Hye Rin di taman, Lee Donghaepun datang dan menyapa kami brdua

“annyeong haseyo” sapanya

“ne, annyeong haseyo, oppa”  jawab Hye Rin

“kenapa kau tidak jawab”

“aishh.. apakah hobimu yang selalu mengganggu orang itu tidak bisa dihilangkan”

“sedangkan kau sendiri, apa hobi pemarahmu itu tak bisa juga di hilangkan. Ku kira habis sakit kau jadi lemah lembut”

Hye Rin yang melihat kami berdua hanya ketawa.

“kalian lucu ya. Oh ya, ku kembali ke kelas dulu ne..”

“ne, josimhaeya “ ucap Lee Donghae ke Hye Rin


“tuh kan, dia pergi gara-gara ada kau di sini”

“ya udah ku pergi saja”

“eitts, kau mau kemana. Ad..ada sesuatu yang ingin ka.takan“

“jinjja?”

“ne..” jawabku sambil menunduk

“ini berhubungan dengan kejadian yang di taman kemaren” sambungku

“kejadian yang mana??” (ni orang nggak tau apa pura2 nggak tau -,-)

“ku menerimanya “

“mwo??”

“aku menerimanya...”

“bisakah kau mengulanginya sekali lagi??”

“aku menerima cinta dari Lee Donghae, apa itu cukup??” ku benar-benar jengkel

Diapun memelukku.
“aku percaya, hal ini akan terjadi juga”
Kupun larut dalam pelukannya itu. Meski suhu di pagi hari sangat dingin, namun ku merasa begitu hangat.
“chagiya... apa bisa ku memanggilmu seperti itu??”

“menurutmu bagaimana?? Dasar bodoh.. pertanyaan macam itu kenapa kau tanyakan”


Semenjak hari itu, hari-hariku sering ku habiskan dengan Lee Donghae. Tempat yang sering kami kunjungi adalah Namsan Seoul Tower seperti janjinya waktu itu. Meski ku sering ke sana, tapi ku sama sekali tak merasa bosan, karena tempat ini ku anggap sebagai saksi atas hubungan kami berdua.


Tak terasa sudah 1 tahun lebih ku menjadi yeojachingunya Lee Donghae. Banyak kenangan yang kami lalui. Terlalu banyak kenangan manis yang di ingat. Ku merasa sebagai wanita terbruntung di dunia karena mendapatkan namjachingu seperti Lee Donghae. Selain orangnya begitu romantis, dia juga sering membuatkanku sebuah lagu dan menyanyikannya untukkku. Ku benar-benar merasa special di hatinya. Kalau lagi aku sedih, dia selalu menghiburku dengan tingkah konyolnya itu. Aku tidak tau lagi harus berkomentar apa tentang namja ini. Dia terlalu sempurna di mataku.



@HOME

appa dan eommaku menyuruhku berkumpul dengan mereka.

"chagi, bsok adalah hari terakhir kita di sni. Kita akan kembali ke Indonesia. Tugas appamu sudah selesai hari ini." ucap eommaku

"mwo??? Bsok.?? Secpat itu kah?? Ahh.. Andwae..andwae.." ku begitu terkejut mendengarnya

"wae?? Apa kau tak merindukan teman-temanmu di Indonesia"

"hajiman...eomma..appa.." rengekku

"sudahlah, pokoknya kita pulang besok." tegas appaku

ku hanya cemberut melihat mereka.
"omonaa.. Eotteokhae.?? Lee Dongahe?? tidak mungkin kalau ku jujur ku sudah punya namjachingu di Seoul.  Aigoo........ eotteokhae"



Hari ini adalah hari terakhirku di Seoul. Aku sama sekali tak ingin meninggalkan kota yang penuh kenanagan ini. Aku tak tau harus bilang apa ke hae. Jujur, ku nggak mau pergi ninggalin dia.
Ku tak bisa ninggalin semua itu begitu saja.

Karena ini hari terakhirku, kupun ke sekolah mengambil barang-barangku di loker sekalian pamit ke Hye Rin. Ku sengaja tak pamit ke Hae. Kalau ku melihatnya, bisa-bisa ku malah tambah nggak rela berpisah dengannya.

“kenapa kau tak pakai seragam?” tanya seseorang yang tiba-tiba muncul di belakangku

“oh?? Kau.. aku tidak sekolah di sini lagi”

“mwo?? Apa maksudmu??”

“aku akan kembali ke Indonesia. Dan mungkin nggak akan ke Korea lagi”

“kau mau pulang?? Secepat ini kah?? Kenapa mendadak sekali?”

“ne, aku tau. Aku juga baru tau kedua orang tuaku kemaren”

“kapan kau berangkat??”

“nanti malam. Aku tau ini sangat menyedihkan. Tapi mau bagaimana lagi”

“nanti malam?? Kita bahkan tak membuat pesta perpisahan”

“sudahlah, sebuah pesta perpisahan?? Untuk apa?? Aku yakin kita akan bertemu lagi suatu saat nanti J. aku pulang dulu ya”

“kalau begitu ku akan mengantarkanmu ke bandara nanti malam”

Setelah selesai, kupun kembali ke apartement. Ku beristirahat sejenak memikirkan hal apa yang harus ku katakan ke Lee Donghae mengenai masalah ini

Tiba-tiba hand phoneku kembali berdering.. Ternyata hae yang menelfon. ku nggak tau harus jawab apa tidak. Sampai yang ke 3 kalinyapun dia telfon, ku masih tak berani untuk mengangkatnya. Karena takut dia marah, telfonnya yang ke 4 ku angkat

"kau ini knapa.. Kok nggak di angkat..aku takut terjadi sesuatu padamu"

"Mianhae, oppa.. aku..."

"chagi, kau knapa?? Suaramu.. Apa kau sakit??"

"aku nggak sakit.. Hanya saja.."

"memangnya ada apa??"

"oppa...”

“sebenarnya ada apa..” tanya hae cemas

“(menangis) sepertinya hari ini adalah hari terakhir kita bisa bertemu. Tugas appaku sudah selesai di Korea. Rencananya nanti malam keluargaku mau balik ke Indo. Oppa.. Eotteokhae??"

Tuttttt..
Hand phonenya langsung di matikan..
"oppaa.. Kyaa..kenapa di matikan..?? apa dia marah??"


1 jampun berlalu. Tiba-tiba terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu. Kupun menuju ruang tamu untuk membuka pintu.

#membuka pintu

"nug..." belum slesai bicara, seseorang yang datang tadi langsung memelukku

"Oppa..  kenapa kau..."#ku sangat kaget akan kedatangannya

"ssstttt.. Jangan bicara lg"
#mempererat plukan.a

"Ya Tuhan, kra2 smpe kpan ku bsa brsama lg dgnya. Menjali khidupan brsama.a dg moment2 sperti ini.  Smpai kpan msa ini akan brtahan. Ya Tuhan, ku sungguh tak bsa prgi meninggalkan.a" rintih.qu dlam hti

"sdah jangan menangis lagi " air matakupun di usapnya

"kalau ini memang takdir kita, mau bagaimana lagi. tapi ku percaya, kita akan bersama lagi, kita akan menikmati msa-masa ini lagi. Bahkan akan lebih indah. Mungkin ini suatu ujian untuk hubungan kita. Tapi ku percaya padamu, chagi.. aku titip perasaanku. Meski jarak kita jauh,  namun kau harus selalu menjaganya, arasseo.?? "

"ne..arasseo, oppa.."

Kata-katanya benar-benar  menenangkanku. Ku tau, di balik senyumnya itu, dia juga tak rela melepasku

"sebagai simbol akan ketulusanku padamu, ku berikan ini untukmu  #memakaikan kalung brliontin sepasang burung merpati #  tapi kau janji harus kembali.."

"aku janji akan kembali untukmu"

"ku pegang janjimu. Ku akan selalu menunggumu “ #mengecup keningku



Jam sudah menunjukkan pukul 20.00, kini saatnya aku dan keluargaku bergegas menuju bandara Incheon. Tak lupa juga Hye Rin ikut bersama kami untuk mengantarkan kepergianku. Sebenarnya, ku ingin Donghae juga mengantarkanku, tapi katanya dia tidak bisa. Masih harus menyelesaikan berbagai urusan di perusahaan keluarganya. Ku mengerti akan hal itu, secara keluarganya memang pebisnis besar.

@Incheon  International Airport

“sepertinya sampai di sini perjumpaan kita” ucap Hye Rin

Ku hanya membalasnya dengan pelukan hangat dari seorang sahabat

“aku janji akan kembali, jagalah dirimu baik-baik. Oh ya *bisik-bisik* ku titip hae ya..”

“kalau itu apa kataku. Kau tenang saja.”

“okelah kalau begitu, ku pergi dulu.. Annyeong J
“Annyeong.. kalau sudah sampai hubungi aku ya..”

“arasseo~”

Pesawatkupun telah berangkat. Aku pasti merindukan negara ini, Hye Rin, dan terutama si namja menyebalkan itu. Huaa,, ku tak sabar mau menginjakkan kaki di negeriku tercinta. Indonesia.. I’m coming~~~~


Setelah beberapa jam perjalanan, pesawatku telah sampai di bandara Soekarno-Hatta. Dengan semangat ku menginjakkan kaki di negeriku yang sudah hampr 2 tahun ku tinggalkan. Ternyata Indonesia tidak berubah sama sekali, tetap dengan suhunya yang hangat. Di Korea ku kedinginan, di Indo malah kepanasan. Meskipun begitu, ku tetap mencintai kedua negeri ini.
Tak lupa ku langsung menelfon Hye Rin setelah samapi di rumah yang sudah 2 tahunan ku tinggal.


#1 tahun kemudian

Waktu tak terasa semakin berlalu. Sudah satu tahun lebih aku berpisah dengan dirinya. Semenjak aku balik ke Indo,Lee Donghae jarang menelfonku, sms juga jarang banget di balas. Tapi ku percaya, dia nggak kan berubah. Setiap perasaanku  kacau karena sikapnya sekarang, ku selalu mengingat kata-katanya 1 tahun lalu. Dan itu membuatku tenang kmbali.



_BACK TO BEGIN_

Kuliah memang buwatku capek. Belum lagi ada tes wawancara 2 bulan kedepan. Tapi untungnya, Dosen-dosenku memberikan libur selama 2 blan kedepan untuk mempersiapkan tes wawancara tersebut. Karena tes ini terbilang sangat penting.

Sambil menghilangkan stres, ku dan Ryzka pergi ke sebuah perkebunan. Pemandangan di sana terbilang sangat memukau. Udaranya juga sangat sejuk. Dan ini membuat pikiranku jadi tenang.
Sambil berjalan-jalan, kamipun sedikit mengobrol

"Eonni.. Liburan mau kmana?" sebelumnya dosenku memang menyarankan kami liburan sebagai penghilang rasa penat akhir akhir  ini

"Molla.. Eonni masih belum punya rencana.."

"bagaimana kalau kita ke Korea. Ku udah dapat ijin dari eomma dan appa. Eonni kan tau, dari dulu ku pengen ksana. Sekalian kita bertemu dengan namjachingu eonni..apa eonni nggak kangen??  Mau y.."

"bagus juga idemu..aku memang sangat  merindukannya... eonni bilang dulu y.."

"Ok.. Ku tunggu"


Sepulang dari perkebunan, kupun mendiskusikan masalah ini dengan keluargaku

"eomma..appa.. Ku ingin liburan ke Korea"

"mwo?? Kau mau apa kesana??" kata appaku yang smbil meminum secangkir kopinya

"ku kan punya jatah liburan 2 bulan, sunnguh sayang jika tak di manfaatkan. ku ingin lburan, kuliah buwatku stres. Ku juga nggak berangkat sendiri, ku bersama Ryzka. Lagi pula ku ingin menemui Hye Rin di sana"

"ya sudah kalau begitu, nanti passport dan tiketnya appamu yg ngurus. Jagan lama-lama. 1 minggu saja sudah cukup." ujar eommaku

Senang bukan main ku bisa ke Korea lagi. Ku sudah sangat merindukan Hye Rin dan tentu saja namjachinguku itu. Yeyy..

kupun segera menelfon Ryzka


"ne, eonni.. eotteokhae?"

"eonni dibolehin, saeng.. kita berangkatnya 3 hari lagi. karena banyak yang harus disiapin"

"ok, eonni.. Yeyy.. Kita ke Korea..” #kegirangan


_3 DAYS AFTER_

Hari-hari yang ku tunggu akhirnya tiba juga. Hari ini ku bersemangat skali. Sudah tak sabar, pngen menghirup udara di Korea.

@Bandara Soekarno-Hatta

"chagi,  jaga diri baik-baik. Di sana kami tak menemanimu seperti dulu. Kalau sudah sampai telfon eomma.. Arasseo??"

"Ne, eomma.. Ku pasti merindukan kalian. Ku prgi dlu ya.. "

"Ajuma, ajussi, kami pergi dulu y.." ujar Ryzka

kamipun saling berpelukan sebagai tanda perpisahan

#ku memang sengaja tak ngasih kabar dulu ke Donghae. Seandainya ku telfonpun, belum tentu diangkat. Lagi pula ku ingin memberinya kejutan


@ Seoul, South Korea

Udara di Korea, benar-benar dingin. Beda banget sama di Indonesia. Setelah turun dari pesawat, kamipun langsung mnuju hotel yang sebelumnya sudah di pesan oleh appa 3 hari yang lalu.

Sesampainya di hotel, ku mnuju lobi untuk mengkonfirmasi. sewaktu di lobi, ku terkejut ketika ku lihat namja yang mirip banget sama Lee Donghae. Namja itupun pergi, dan ku mencoba tanya kepada orang yang melayaninya barusan.

"maaf, yang tadi itu namanya siapa?"

"Mianhae, kami tak bisa memberitaukan privasi seseorang"

"owh, ne.. Kamsahamnida"

Karena penasaran, kupun mengikutinya dari belakang. Ryzka yg melihat ku meninggalkannya, sontak menyebut namaku dengan suara cukup keras. Mndengar namaku di sebut, tiba-tiba namja itu menghentikan langkahnya dan langsung memutar balik bdannya. Terlihat kekagetan di raut mukanya ketika dia melihatku yang ternyata berada di belakangnya.\

"Oppa...!!" ucapku pelan

Lee Donghae tetap diam melihatku, seolah ini hal yg sangat aneh baginya.
Ryzka tetap saja memanggilku.
Namun ku sama sekali tak memperdulikan Ryzka skarang. Tanpa sadar, perlahan kakiku melangkah mendekatinya. Air mtakupun sdah tak bsa ku tahan  lagi.

"Apa benar ini kau??"
"..............( Lee Donghae hanya diam menatapku)"

"kyaaa.. Ini sama sekali tak lucu. Ku bukan barang mainan Lee Donghae. Apa maksudmu tak memberi kabar sama skali. Apa kau tau seberapa khawatirnya aku. Telfon selalu mati, sms juga nggak pernah dibalas. Apa perasaanmu sudah berubah. Apakah kau masih Lee Donghae yang ku kenal dulu...??"

karena semua mata di lobi hotel tertuju pada kami, Donghae langsung menarik tanganku dan  membawaku ke suatu tempat. Sedangkan Ryzka lebih memilih menungguku di Lobi.


@TAMAN

"sbenarnya maksutmu apa dengan memperlakukanku seperti ini??"

"aku....."

"apa..?? Bahwa kau tak mencintaiku lagi. Kau mau bilang, aku hanya bermain dengamu.. Itu kan.. Kau..!!!"

"ani.. Ku hanya.."

"sudah ckup..!!! Kau pembohong besar Lee Donghae..!! Ku sangat membencimu "

Tiba-tiba dia menciumku. Setelah itu kupun dipeluknya dengan erat.

"inilah jawabanku atas semua pertanyaanmu. Apa kau masih berfikir seperti itu??"

"kau jahat Lee Donghae..kau jahat “

"mianhae, chagiya..mianhae. aku tak bermaksud begitu. Ku terlalu sibuk dengan bisnis keluarga yang sedang aku jalankan"


Aku terus menangis dipelukannya. Karena ku terus mnangis, Donghaepun mengusap air mataku.

"Hanya kau yang ada dimata dan hatiku. Hanya kau"

"tapi perlakuanmu ini buatku bingung, Oppa.... Ku takut perasaanmu berubah. Ku takut akan kehilanganmu"

"ku nggak kan meninggalkanmu, chagiya. percayalah"

Perasaan khawatir itupun sudah terjawab. setelah itu kami kembali ke hotel dan menemui Ryzka.

" Mianhae, saengi. Kau menunggu lama."

"gwaenchana, eonni.. Apakah dia.."

"Oppa ini dongsaengku. "

"Annyeong haseyo, Ryzka imnida. bangapseumnida"

"Ne, Lee Donghae imnida. Nado bangapseumnida"

"omonaa, eonni.. Namjachingumu begitu  tampan" bisik Ryzka
Ku hanya tersenyum mendengar pernyataannya.

Setelah selesai konfirmasi, kamipun menuju kamar untuk istirahat sejenak. Ku benar-benar lelah sekarang begitu juga Ryzka . Dan Lee Donghae, nggak tau di buru-buru pulang, mungkin ada urusan mendadak. 

Setelah cukup beristirahat, ku berencana mengajak Ryzka untuk berkeliling kota untuk menikmati suasana malam di kota Seoul. Meskipun sudah satu tahun ku meninggalkan kota ini, setidaknya ku masih ingat tempat-tempat yang dulu sering ku kunjungi.

Sewaktu asik berjalan-jalan. Dan lagi-lagi hand phoneku berdering. Sewaktu ku lihat layar hand phone, ternyata Lee Donghae yang menelfon.

“ne, oppa.. waeyo??”

“kau ada di mana?”

“aku sedang jalan-jalan bersama Ryzka.”

“bisakah kau ke sini?”

“eodie?”

“taman belakang sekolah”

“sekarang?? Kalau sekarang ku tidak bisa”

“pokoknya kau harus datang sekarang”

Titttttt..

“uhh.. dasar, selalu saja begini.”

“waeyo eonni?”

“Lee Donghae memintaku bertemu dengannya sekarang. Eotteokhae??”

“ya sudah, eonni. Temui saja dia”

“tapi, kau gimana?? Ahh.. bagaimana kalau ku antarkan kau ke rumah Hye Rin”

“Hye Rin?? Siapa dia??”

“dia sahabat terbaikku. Sudah tenang saja, kau pasti akan menyukainya. Dia orangnya baik kok”

“okelah kalau begitu”

Kupun mengantarkan Ryzka ke rumah Hye Rin.  Dan bergegas menuju taman belakang sekolah.

“sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan. Kenapa malam-malam begini memintaku untuk ke sana”

@taman belakang sekolah

Sesampai di sana, ku tak melihat Lee Donghae sama sekali.
Kupun mencoba mencarinya, namun ku tak bertemu dengannya.
“sebenarnya kau dimana. Apa dia mengerjaiku. Awas saja kalau dia benar-benar mengerjaiku”

Karena capek mencarinya ku memutuskan untuk kembali ke rumah Hye Rin. Dapat beberapa langkah, ku dengar ada alunan musik gitar dan seseorang yang sedang menyanyi. Ku mengenali suara ini. Setelah ku membalikkan badan, ternyata benar itu Lee Donghae.

Aku yang melihatnya bernyanyi sangat terkesimah.
“oppa,,,??”

Dia menyanyikan lagu Y yang dia ciptakan sendiri. Perlahan, air mataku terjatuh. Ku benar-benar terharu. Seakan masa-masa setahun yang telah berlalu itu kembali ku rasakan.

“Apa kau menyukainya”

“aku sangat menyukainya.”

Diapun memelukku

“maaf jika membuatmu mencariku. Ku hanya ingin menguji kesetiaanmu padaku”

“ini sama sekali nggak lucu”

“aku tau”

Sepanjang malam itupun kuhabiskan waktu bersamanya. Sungguh ini sangat indah ku rasakan. Ku tak menyangka ku bisa mendapatkan seorang namja sepertinya. Oh Tuhan, jangan biarkan kami berpisah lagi. Ku ingin selalu bersamanya. Akan aku kenang masa-masa ini untuk hari esok, masa depan, dan selamanya

The End~