Author : Fadilah Safinatu Salama
Cast : Aku (anggap kalian sendiri)
Lee Donghae
Cho Kyuhyun
Lee Hye Na
And other cast
Genre : sad, romance, dll
:)
Sudah 3 tahun aku dan Lee Donghae menjalin suatu hubungan. Selama 3 tahun itupun, sangat jarang ada masalah di antara kami. Mungkin karena kami saling mengerti satu sama lain. Entah mengapa, hubungan kami bisa berjalan selama ini. Teman – temanku juga keheranan melihat hubungan kami yang semakin hari semakin mesra aja. Ciee,,#plak
Namun, meski berpacaran selama lebih tiga tahun, kami jarang berkencan. Itu wajar saja, Donghae selalu sibuk dengan urusan bisnis keluarga yang sedang digelutinya. Tapi dia selalu menyempatkan waktu untuk bersamaku meskipun sekedar jalan-jalan biasa.
Hari ini adalah hari spesial karena merupakan perayaan ke tiga tahun hubunganku dengannya. Ku berencana membuatkan coklat spesial untuknya. Untuk ku pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahannya. Supermarket di korea pelayannya sangat ramah dan tempatnya cukup nyaman. Ini salah satu alasan membuatku gemar berbelanja di tempat ini. Setelah selesai, ku pun pulang.
Dengan rasa semangat ku membuat coklat itu dengan rasa kasih sayang. Meski tak begitu mahir, tapi setidaknya ku telah berusaha dan Donghae pasti menyukainya.
Beberapa lama kemudian, coklatkupun jadi. Tak lupa ku juga menatanya di suatu kotak yang telah ku hiasi.
Sewaktu menata. Tiba-tiba Hand phoneku berdering, trenyata Lee Donghaelah yang telfon.
"yeobseyo"
"yeobseyo, oppa...kebetulan sekali, ku baru saja akan menelfonmu"
"jinjja?? Kebetulan sekali.. oh ya, bisakah kita bertemu sekarang. Ada sesuatu yg ingin ku katakan"
"aku juga ingin bertemu oppa sekarang. Ada sesuatu yang ingin ku berikan"
"baiklah, kita bertemu di pinggir sungai Han. Ku tunggu kau di sana"
"oh.. Ne, oppa"
Dengan segera kupun menuju sungai Han. Dengan wajah sumringah, ku sudah tak sabar ingin memberikan kotak ini ke namja yang sangat ku sayangi itu.
Sesampai di sana..
"oppa.." sapaku sambil menepuk dirinya yang tengah asik memandangi hamparan sungai Han.
"kau sudah datang. "
"ne. Oh ya, oppa mau bilang apa?"
" Sebenarnya sungguh sulit ku katakan. Ku takut ini akan menyakitkanm”
Kupun sedikit khawatir tentang apa yang ingin Lee Donghae katakan. Sepertinya ini bukan hal yang baik.
“ap..apa itu?”
“aku akan ke Amerika”
"mwo??" kata-katanya sungguh buatku kaget. Sudah ku kira ini bukan hal yang baik. Kotak coklatkupun jatuh
"ne.."
"ka..kapan?"
"besok "
"besok?? Secepat itukah?? berapa lama kau di sana?? " ku tak menyangka dia akan pergi meninggalkanku secepat ini.
"aku tak tau, mungkin 2-3 tahunan"
"selama itukah?" air matakupun mulai keluar
Lee Donghaepun menatap mataku yang dari tadi telah menumpahan air matanya. Diapun memelukku.
"aku tau. Ini akan sangat berat untukmu. Tapi ku memang harus mengeyam pendidikan di sana untuk mendalami ilmu bisnis keluargaku. Aku janji, aku akan kembali. Aku akan kembali untukmu"
“kenapa hal seperti ini kau beritahukan sekarang. Apakah ini suatu hadiah bagiku di perayaan kita?”
“Mianhae, ku tak tau harus bilang kapan kepadamu. Ku mencoba mencari waktu yang tepat, namun tak bisa. Kau akan menungguku kan?”
"Ne, aku akan menunggumu"
Lee Donghaepun mengusap air mataku dan stelah itu mengecup keningku.
"sudah ya, jangan menangis. Ku tak suka melihat kau menangis seperti ini. Di mana sosok yeoja chinguku ini yang selalu ceria"
ku berusaha senyum kepadanya, meskipun kesedihan sedang melandaku sekarang. Ku tak percaya, ini perayaan terakhir yang kami adakan.
Seperti perayaan di tahun-tahun sebelumnya, malam ini ku habiskan waktu dengannya. Namun perayaan ini tak berkesan indah dan menyenangkan seperti dulu, melainkan terkesan sebagai salam perpisahan. “Oh Tuhan, haruskah ku berpisah dengannya?”
#Keesokkan harinya
Hari ini Lee Donghae akan meninggalkan Korea sekaligus hari terakhir ku bertemu dengannya. Jujur, ku sangat membenci hari ini. Sosok yang selalu ada untukku, kini akan pergi dengan waktu yang cukup lama. 2-3 tahun itu bukanlah waktu yang singkat. Ku takut, hatinya akan goyah dan melupakanku. Ku sungguh tak sanggup jika itu terjadi.
Sekitar pukul 10.00 pagi pesawat Lee Donghae akan berngkat. Untuk itu ku sekitaran pukul 09.30 ku mengantarnya ke bandara. Meskipun ku dilarang mengantarnya karena takut ku tambah sedih, namun ku memilih untuk mengantarnya sekarang. Ku nggak mau semalam adalah perjumpaan terakhirku dengannya.
@Incheon International Airport
“sudah ku bilang kau jangan ke sini” ujarnya
“aku ingin mengantarmu sekaligus melihatmu untuk yang terakhir kalinya. Kau nggak marah kan?” jawabku sambil menunduk
Lee Donghae hanya mengusap rambutku dengan senyumannya yang indah itu.
“dasar yeoja babo. Aku malah senang dengan kehadiranmu di sini J “
Jam sudah menunjukkan pukul 09.50, itu berati sudah saatnya perpisahan di antara kami
“ku rasa ini sudah waktunya ku melepasmu pergi”
“tunggulah aku. Saranghaeyo, chagiya “
“nado ”
Kamipun saling berpelukkan dan Lee Donghae mengecup bibirku sekilas. Setelah itu, dia mulai melangkahkan kakinya dan pergi menjauhiku. Semakin lama semakin tak terlihat. Tak lama kemudian terdengar suara pesawat yang sedang berangkat.
“bisakah ku memegang janjimu oppa?”
Alarm kembali membuat kamarku berisik dengan suaranya yang nyaring itu. Itu berarti waktunya ku bangun dari lelapan mimpi semalam. Hari ini adalah hari pertama ku masuk kuliah di Myongji University. Ini merupakan universitas Lee Donghae dulu sebelum dia pergi ke Amerika 3 bulan lalu. Yupz, sudah 3 bulan ku berpisah dengannya namun selama 3 bulan itu, ku masih belum menerima kabar sama sekali tentang Lee Dongahae. Semua sms dan e-mailpun yang telah ku kirim tak pernah dia balas. Tapi ku mencoba selalu berfikir positif untuk menanggapi sikapnya sekarang.
Dengan semangat ku menuju tempat penuh ilmu itu. Karena ini hari pertama, ku cukup tegang menghadapinya.
Tiba-tiba ada dua orang yang menyapaku yang tengah asik melihata-lihat sudut universitas ini.
“Annyeong haseyo” ucap mereka
“Ne, annyeong haseyo” balasku sambil
“jo neun Lee Hye Na imnida “
“Jo neun Cho Kyuhyun imnida. Bangapseumnida “
“Ne, jo neun (namamu) imnida. Bangapseumnida”
“chingu mahasiswa barukah?” tanya Kyuhyun padaku
“ne, apa kalian mahasiswa baru juga?”
“ne..!!” jawab mereka kompak
“owh.. ngambil jurusan apa?”
“kami sama-sama mengambil jurusan hukum” jawab Hye Na
“wah, kebetulan sekali. Ku juga mengambil jurusan itu”
“jinjja?? Tunggu apa lagi. Kita kelas ja yuk, ku penasaran nih kelasnya kaya apa.. kajja..” ajak Hye Na sambil menarik tanganku dan Kyuhyun
Aku, Cho Kyuhyun, dan Lee Hye Na.pun menuju ke kelas.
Setelah sampai di kelas, kami begitu takjub melihat keadaan kelas tersebut. Peralatannya begitu lengkap, kelasnya juga luas dan bersih. Tak lupa, kami segera mencari tempat duduk. Ku duduk di antara Kyuhyun dan Hye Na. Semenjak itulah aku dekat dengan mereka. Bisa dibilang mereka kini adalah sahabatku
Setelah sampai di kelas, kami begitu takjub melihat keadaan kelas tersebut. Peralatannya begitu lengkap, kelasnya juga luas dan bersih. Tak lupa, kami segera mencari tempat duduk. Ku duduk di antara Kyuhyun dan Hye Na. Semenjak itulah aku dekat dengan mereka. Bisa dibilang mereka kini adalah sahabatku
Hari ini Kyuhyun pergi ke toko buku dan mengajakku untuk menemaninya.
"Menurutmu mana yang lebih bagus?" dia menunjukkan sepasang novel yang telah ia pilih
"kalau yang I just wanna love you, ku udah baca. Ceritanya bagus kok. Kalau yang satunya itu, ku belum baca tapi sepertinya bagus juga."
" I just wanna love you.." dia sedikit mengeja kata-kata itu sambil menatap tajam ke arahku. Seakan kata-kata tersebut memang untukku.
"oppa.. Kenapa kau menatapku seperti itu" ku hanya menunduk untuk menyikapinya
"ohh.. Ehmm.. mian, ku melamun tadi. Kalau begitu ku beli yang ini saja" akhirnya dia sadar dengan lamunannya itu.
Kamipun pulang. Sikap Kyuhyun sangat aneh. Dia kenapa. Kenapa menatapku seperti itu. Sepertinya ada sesuatu yang sedang di sembunyikannya.
Di tengah perjalanan, ku menghentikan langkahnya dan mencoba menanyai tentang hal tersebut.
"Kyuhyun-ah, apa ada sesuatu?? Sikapmu tadi membuatku bingung tau nggak"
"ani.. Tidak ada apa-apa"
"terus tadi kau kenapa?"
"aku kan sudah bilang, tidak ada apa-apa" dia mulai membentakku dan pergi meninggalkanku begitu saja.
"Kyuhyun-ah..." ku semakin bingung dengan sikapnya kali ini.
“dasar babo..kenapa ku bertanya” ku menjitak kepalaku sendiri
Besoknya ku mencari informasi tentang Kyuhyun ke Hye Na. Ku benar-benar bingung dengan sikapnya.
"apa kau tau sesuatu tentang Kyuhyun sekarang?"
"ani.. Nan molla.. Emang dia kenapa?"
"sikapnya kemarin sangat aneh. Dia menatapku dengan tatapan serius setelah menunjukkan sebuah novel. Telah ku tanya knapa, dia malah membentakku dan meninggalkanku begitu saja"
"jinjja?? Mungkin dia stres gara-gara itu"
"gara2 apa?"
"apa kau tak tau, seminggu yang lalu ibunya meninggal"
"omona~ jinjjayo??" kupun berdiri dr bangku karena sangat kaget
"masa kau tak tau. Apa Kyuhyun tak bercerita padamu. Bukankah akhir-akhir ini kalian menghabiskan waktu bersama?"
"iya sih. Tapi kenapa dia tak cerita"
Hye Na hanya menaikkan bahunya.
Karena cemas dengan keadaan Kyuhyun, kupun kerumahnya sepulang kuliah. Sayangnya Hye Na tak bisa menemaniku karena ada urusan mendadak. Dengan terpaksa, ku kerumahnya seorang diri. Tak lupa juga ku membawa sebuah bingkisan untuknya.
@Kyuhyun's house
Berulang kali ku memencet bel yang ada di dekat gerbang rumahnya nan mewah itu.
Namun tak ada seorangpun yang keluar. Mungkin orangnya pada keluar. Sewaktu melangkah pergi, terdengar seseorang memanggil namaku. Sontak ku langsung menoleh kebelakang. Ternyata Kyuhyun yang memanggilku. Kupun menuju ke arahnya.
"kau mau kemana?" ucapnya sambil membuka gerbang
"ku kira tak ada orang. Ya udah, ku mau pulang"
"tapi sekarang ada kan? *senyum evil* Ayo masuk"
ku lihat betapa cerianya dia hari ini. Senyum manis itupun juga tergambar di wajahnya.
"oh ya, knapa kau kesini?"
"ku hanya ingin bertemu denganmu" ku nggak mau merusak keceriaannya sekarang dengan mengingat kejadian yg begitu menyedihkan baginya.
"kau rindu padaku?" jawabnya dengan penuh kepercaya diri.an yang tinggi
"hahaha.. Dasar namja. Di bilangin begitu saja sudah berfikir yang bukan-bukan. Oh ya, kenapa tadi nggak masuk kuliah ?"
"owhh.. Itu.. Itu karena.." diapun mulai gugup
"karena apa hayo, kau pergi berkencan dg seseorang? Aku cemburu lho.." kupun mulai menggodanya meski sebenarnya ku tau kalau dia pergi ke makam kedua orang tuanya kata Hye Na tadi.
Lagi-lagi dia menatapku seperti kemaren. Jantungkupun kembali berdetak kencang.
"aissh.. Ku bercanda kok. Knapa kau menatapku seperti itu. Apa kau marah?"
"ani.. Ku nggak marah" terlihat dia sedikit kecewa.
Keadaan mulai terasa kaku sekarang. Dengan sikapnya seperti ini, ku tak tau kata-kata apa yang harus ku ucapkan. Untuk itu ku memutuskan untuk segera pulang.
"ehm.. Ini untukmu" kupun memberikan bingkisan yang ku bawa untuknya
"ini apa?"
"itu sedikit pemberianku untukmu. Biar kau semangat terus, dan ceria seperti hari ini. Udah ya, ku mau pulang"
kupun memulai langkahku.
"jangan pergi!! Jebal..!! Jangan tinggalin aku. Tetaplah di sini untuk sebentar saja" teriaknya dari belakang
kupun menghentikan langkahku. Ku lihat dia menghampiriku, dan tiba-tiba memelukku.
"Cho Kyuhyun.. Apa yang.."
#dia semakin mempererat pelukannya.
"Kyuhyun-ah, ku tak bisa bernafas"
diapun segera melepaskan pelukannya.’
"gwaenchana?"
"heemm.. Gwaenchana. Ku pulang dulu ya"
Kupun berlari meninggalkannya. Ku benar-benar tak tau apa yang telah terjadi.
#Keesokkan harinya
Ku bercerita tentang apa yang telah terjadi kemaren ke Hye Na.
" Apa dia sudah gila? Kenapa dia memelukmu? " tegas Hye Na
“sstt.. jangan keras-keras. Kalau orang lain tau bisa mati aku”
“apa dia......”
“kyaa... itu nggak mungkin” bentakku
“mungkin saja kan. Ku berani taruhan, dia pasti akan menembakmu”
“husstt.. jangan berfikir yang bukan-bukan. Sudahlah, kita ke kantin yuk. Ku sudah lapar. Kajja...”
“Ne, kajja.."
Kamipun menuju kantin. Sewaktu di kantin, ku lihat Kyuhyun sedang menikmati makanannya.
"Hye Na-ah, balik yuk"
"wae?"
"itu.."
"owh, maksutmu Kyuhyun. Santai aja lagi. bukankah kita sahabatan"
"hajiman.."
"kan ada aku, udah.. Nggak usah canggung"
kupun duduk sendiri. Yang biasanya duduk di samping Kyuhyun, tapi sekarang ku minta Hye Na yang duduk di sampingnya. Ku tak berani menatapnya apalagi berbicara dengannya.
"kau kenapa? Tak biasanya kau diam seperti ini?" tanya Kyuhyun padaku dan membuatku sedikit tersedak.
"Tuh kan.. Ini..minumlah" diapun memberikanku segelas air.
"ne, gomawo "
"oh ya, nanti malam kau ada waktu nggak?"
"nde?? " ku mulai gugup
"aisshh.. Kau ini.."
"mian..tadi aku.."
"sudahlah, ku tanya, apa kau ada waktu nanti malam"
"nanti malam?? Ehmm.. Ada sih.. Tap.."
"baiklah, pukul 7 ku jemput"
"mwo?"
Hye Na hanya senyum2 sendiri melihatku
#07. 00 p.m
Tak lama kemudian terdengar suara bel dari lantai bawah. Kupun turun dan membuka pintu. Ternyata benar, itu Kyuhyun. Wajahnya terlihat sumringah sekali.
"kenapa kau senyum-senyum gitu. Apa kau gila?"
"tak mungkin ada orang gila setampan dan sekeren diriku"
"terserah"
"sudah siap?"
"ne"
diapun menyuruhku masuk ke dalam mobilnya dan membawaku ke suatu tempat. Beberapa puluh menit tlah berlalu. Kyuhyunpun menghentikan mobilnya di depan sebuah cave.
"kita mau apa di sini"
"dasar yeoja babo. Mau makan lah. Nggak mungkin kita jualan"
"dinner??"
"menurutmu *senyum evil* "
tangankupun di tariknya.
"Kyuhyun-ah, kenapa kau..."
"sudah ikuti saja aku.." ku hanya pasrah mengikuti kemauannya.
Tak lama kemudian, terlihat meja yang di hiasi dengan bunga dan lilin-lilin yang cantik.
"Kyuhyun..ini..apa?" ku tak percaya dengan apa yang ku lihat sekarang
"duduklah.." ucapnya sambil menarik bangku
"kau suka?"
"ne.. Ini sangat indah. Apa kau yang menghias semua ini..??"
"tentu saja"
ku hanya terpaku melihat hal yang ada di depanku sekarang.
Sebenarnya apa tujuannya..??
"apa kau tau, seminggu yang lalu eommaku meninggal"
"aku tau.."
"mwo?"
"ne, Hye Na menceritakan.a padaku. Ku sangat kaget mendengarnya. Apa kau tidak apa-apa?"
"haha.. Tentu saja."
"syukurlah kalau begitu. Pertamanya ku khawatir tp setelah melihatmu sekarang, kekhawatiranku mulai hilang"
#Kyuhyun hanya tersenyum padaku
"Ingin sekali ada seseorang yang bisa menggantikan perhatiannya eommaku. Selalu ada untukku, selalu khawatir padaku, dan yang pasti sangat menyayangiku"
"Kyuhyun-ah"
Tiba-tiba Kyuhyun memegang tanganku dan di genggamnya. Lagi-lagi dia menatapku dengan serius. Jantungkupun mulai berdetak kencang. Keringat dinginpun mulai mengalir di telapak tanganku.
"apa kau mau mengambil posisi itu?"
"mwo??" kata yang ku takuti itu akhirnya keluar dari ucap bibirnya.
" Cho Kyuhyun.. Aku.."
"aku tau ini sangat tiba-tiba. Kau pasti tak menyangka bahwa aku menyukaimu sejak awal kita bertemu"
"Kyuhyun-ah.."
"kau tak harus jawab sekarang. Kapanpun kau siap mengatakannya, ku pasti akan menunggumu"
Kamipun pulang. Ku masih tak percaya dengan apa yang terjadi barusan. Apa ini mimpi??
#3 Days after
ku meminta Kyuhyun menemuiku di sebuah taman. Tentu ini menyangkut jawabanku tentangnya. Cukup lama menunggu, akhirnya namja yang ku tunggu itu datang juga.
"kau sudah datang?"
"Mianhae tlah membuatmu menunggu lama. Aku masih harus pergi ke suatu tempat"
"gwaenchana.."
"terus.. Eotteokhae?"
"aku menerimanya"
"jinjja??"
"ne, ku selalu merasa nyaman jika bersamamu"
diapun memelukku dan menciumku dengan sangat lama. Dia sudah tak memperdulikan lingkungan sekitar dengan memperlakukanku seperti ini.
_Flash Back 3 Days Before_
Ku menceritakan masalah ini ke Hye Na. Hanya kepada dialah ku berani menceritakan semua ini. Selain dia sahabatku, hanya dialah yang mengerti masa laluku dengan Lee Donghae.
"Hye Na-ah" sapaku lesu sambil menuju tempat duduk. Hye Na hanya heran melihatku.
"Kau kenapa" tanyanya cemas
"itu terjadi. Hal yang kau kira itu telah terjadi"
"Hal apa?? Apa ada sesuatu yg buruk?" dia semakin cemas
"Kyuhyun...dia.."
"jangan bilang kalau dia menyatakan perasaannya padamu"
aku hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaannya
"trus kau bilang apa? Kau menerimanya?"
"itu tak mungkin! Kau kan tau sendiri, aku sudah punya Lee Donghae. Ku sangat mencintainya. Sungguh tak mungkin jika aku menghianatinya"
"kau masih mencintai namja kurang ajar itu"
"kyaa..!! Kenapa kau bilang begitu."
"apa kau tak sadar, selama ini, selama hampir 1 tahun ini, dia bahkan tak memberimu kabar sama sekali. Aku ragu jika dia masih mencintaimu seperti kau yang masih mencintainya. Kalau menurutku, kau terima saja Kyuhyun. Lagi pula dia memang sangat membutuhkan seseorang untuk selalu ada di sampingnya sekarang. Apa kau lupa, dia telah kehilangan satu-satunya yeoja yang sangat dia cintai dan berharga bagi hidupnya. Jika kau menolaknya, dia akan kehilangan seorang yeoja 2 kali. "
"aku tau. Tapi sungguh jahat jika aku menerimanya hanya karena dasar kasihan. Terus bagaimana dengan Lee Donghae??"
"apakah masih ada harapan untuknya?"
"molla.." jawabku pelan
"sekarang terserah kau. Secara ini memang urusan hatimu. Jadi aku tak bisa berbuat apa-apa. Yang penting, kau tak menyesal"
Memang ku akui, di saat bersama Cho Kyuhyun ku merasa nyaman. Seperti ada malaikat yang menjagaku. Ini serasa, seperti ada sosok Lee Donghae yang baru. Selalu ada untukku, perhatiannya juga sama. Tentu, aku juga tak mau kehilangan namja ini.
2 hari telah berlalu, itu berarti tinggal hari esok adalah waktu terakhirku untuk memberikan jawaban kepadanya. Namun aku masih tak menemukan apa jawabannya.
Bila aku menolaknya, aku akan menyakitinya di tengah-tengah kesedihan yang ia rasakan. Sungguh jahat, jika aku melakukan hal itu padanya. Namun, jika aku menerimanya, itu berarti aku telah berbohong atas perasaanku sendiri. Ku bahkan menyayanginya hanya sebatas sahabat. Aku tidak mungkin menghianati perasaan Lee Donghae padaku. Ku bahkan telah berjanji untuk menunggunya.
Oh Tuhan, apa yang harus ku lakukan..??
Tak terasa waktu berjalan semakin cepat. Sekarang jam tengah menunjukkan pukul 10.00 malam. Waktu ini sudah lewat dari jam tidurku. Karena banyak hal yang ku fikirkan, sampai-sampai ku tak merasa mengantuk sama sekali.
Perlahan-lahan, aku menuju almari. Kupun mengambil sebuah kotak yang terbilang sangat berharga bagiku. Ini merupakan kotak yang berisi beberapa kenanganku dengan Lee Donghae. Entah itu foto-foto kami berdua, maupun barang-barang yang kami anggap spesial.
Kupun mengambil foto perayaan kami 2 tahun lalu. Di situ Donghae terlihat lucu sekali. Mukanya penuh cream kue yang ku oleskan. Sangat terlihat, betapa bahagianya dia waktu itu.
Selain foto itu, ku juga memandangi foto-foto lainnya. Ku baru sadar, betapa beruntungnya ku memiliki seorang namja sepertinya. Dengan mengingat masa laluku itu, membuatku menjatuhkan air mata murniku. Apakah ini akhir dari hubungan kami??
_BACK TO BEGIN_
mulai sekarang ku menyandang predikat sebagai yeoja chingu.nya seorang Cho Kyuhyun. Hye Na yang mengetahuinya hanya bisa memelukku dan memberiku semangat.
"aku tau ini sangat berat bagimu. Lakukanlah yang terbaik. Jangan sekali-kali kau menyebut nama Lee Donghae di depannya. Itu pasti akan membuatnya terluka."
"Ne, ara. Gomawo atas pengertianmu Hye Na"
"cheonma. Kita kan sahabat"
Petak demi petak ku melawati jalanan kampus yang berkabin itu. Ku lihat Cho Kyuhyun sedang berdiri di depanku. Sepertinya sedang menunggu seseorang.
"oppa..?? Sedang apa oppa di sini"
"menunggumu*senyum evil + nyium pipi kiriku *"
"ihh.. Apaan sih.. Kan malu"
"biar saja.. Biar semua orang tau kaulah yeoja chinguku"
ku hanya tersenyum padanya.
Kamipun bersama-sama menuju kelas dengan bergandengan tangan. Sebenarnya ku sedikit canggung, tapi biarlah, mau bagaimana lagi.
"oh ya chagi, nanti ada waktu tidak??"
"kapan?"
"sepulang kuliah"
"Hmm.. Ada sih. Waeyo?"
"aku mau mengajakmu ke suatu tempat"
"emangnya mau kemana sih?"
“ikut saja. Pasti menyenangkan”
“ehm. Baiklah kalau begitu”
Tak terasa jam kuliahpun telah usai. Itu berarti saatnya Cho Kyuhyun memenuhi ajakannya. Motor yang kami tumpangi di lajunya dengan cukup kencang. Tujuannya, agar aku selalu meluk erat dirinya *aishh, kyuppa.. xD, evil.a kumat #plak, blik ke cerita*
akhirnya kamipun sampai di tempat tujuan. Begitu terkejutnya aku ternyata dia membawaku ke pinggir sungai Han. Di sana memang sedang di adakan perayaan gitu, namun sungai Han adalah salah satu tempat yang paling aku benci. Ini merupakan tempat perpisahanku dengan Lee Donghae. Kenangan itu terbilang sangat menyakitkan. Semenjak itu aku tak mau ke sini lagi. Ku tak mau mengingat hal yang menyakitkan itu.
"kenapa kau membawaku ke sini?"
"bukankah ada perayaan. Apa kau tidak suka?"
"aniyo.. Aku suka kok" aku mencoba menyembunyikan perasaanku.
Beberapa jampun ku habiskan bersamanya. Meski kenangan itu sedikit teringat kembali, namun Kyuhyun selalu menghiburku dan mengembalikan keadaan. Banyak hal romantis dan lucu yang ia berikan padaku waktu itu.
Ini sangat indah kurasakan. Perhatiaannya begitu hangat. Perasaannya begitu suci. Namja ini seolah berubah menjadi seorang malaikat untukku. Lee Donghae, ku bahkan hampir melupakannya. Semua ini seakan masa laluku terulang kembali meski dengan sosok yang berbeda. Dan itu membuat perasaanku goyah.
Hubungan kami sudah berjalan hampir 1 tahun. Itu berarti sudah 2 tahun Donghae meninggalkanku. Selama waktu 1 tahun itu tak mungkin jika aku tak merasakan sesuatu. Aku mulai menyukai Kyuhyun. Aku ingin kami selalu bersama dan tak berakhir seperti masa laluku.
"Oppa..." ujar pada Kyuhyun yang sedang asik memainkan psp.nya. Tapi sepertinya dia tidak memperdulikanku. Dia telah terlarut dengan gamenya itu.
"oppa..." ku mulai membentaknya. Dan dia masih tak memperdulikanku.
Karena kesal, kupun meninggalkannya.
Melihatku pergi diapun menaruh pspnya itu. Dan mencegah kepergianku.
"chagi.. Kau mau kemana" ku tetap melanjutkan langkah kakiku
"chagiya..!! " teriaknya
kupun memutar balik tubuhku.
"kau mau kemana?" tambahnya lagi
"bukannya kau tak memperdulikanku. Urus aja itu psp, tidak usah urus yeoja chingumu ini. Sepertinya kau lebih sayang ke psp itu. Kalau begitu, kau pacaran sama psp saja "
"kau cemburu ya.?? *senyum evil*"
"nde?? Ani.. Aku tak cemburu. Ngapain cemburu ke sebuah mainan "
Kyuhyun hanya senyum-senyum sendiri. Tentu itu membuatku tambah kesal.
"Kyaa... Kyuhyun-ah...!! aku ini sedang kesal padamu, tapi kenapa kau senyum-senyum seperti itu."
*chuupp
tiba-tiba dia mengecup bibirku (ini memang kebiasaan Kyuhyun menyigapiku kalau aku sedang marah padanya. Anehnya, kemarahanku langsung hilang)
"oppa...ihh.. Kebiasaan"
"kau imut sekali kalau sedang marah"
kupun menjitak kepalanya.
"bilang saja kalau kau mau menciumku. Dasar namja"
"sakit..!! kau yeoja yang kasar sekali. Apa ada yeoja yang menjitak namja chingunya seperti itu."
“biar.. hehehe “
“tapi kau mau kan?”
“ nde?? Ani.. oppa ge-er ”
tiba-tiba dia menciumku dengan halus. Dia tak memperdulikan banyak orang yang telah lalu lalang melihat kami. Ku hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauannya itu.
Setelah cukup lama, diapun mengakhirinya. Dia hanya senyum senyum sendiri begitupun aku.
“ kau bahkan tak menolaknya..”
“ihh..apaan sih..”
Zrrtttt..
Ku lihat seseorang yang mirip sekali dengan Lee Donghae tengah mengawasi serius aku dan Kyuhyun.
Mataku tak bisa kupenjamkan. Ternyata benar itu dirinya. Aku begitu kaget, Lee Donghae telah kembali. Namja yang begitu ku cintai dulu telah kembali. Dan dia melihat kami berciuman tadi.
"oppa..." ucapku lirih
"chagiya.." Kyuhyun mencoba menyadarkanku
Terlihat dari sorot matanya penuh amarah. Ku terus saja menatapnya. Ini seakan mimpi bagiku. Ku sungguh tak percaya, dia akhirnya kembali. Ku lihat Donghae langsung pergi dengan mobilnya. Tanpa memperdulikan Kyuhyun lagi, ku mencoba mengejar mobil Lee Donghae. Sayangnya dia terlalu cepat dan membuatku tak mampu mengejarnya.
Kyuhyun yang melihatku pergi, diapun menyusulku dan menemuiku tengah jatuh di jalan.
Dia sangat keheranan dan bingung melihat apa yang sedang terjadi.
"chagi, gwaenchana?"
ku lihat Kyuhyun begitu cemas melihatku
"hem. nan gwaenchana " ku lihat mobil Lee Donghae berlaju kencang sekali.
“kenapa baru sekarang???” pikirku dalam hati
Kakiku luka karena terjatuh. Ku mencoba berdiri, namun tak bisa. Akhirnya Kyuhyun menggendongku. Aku begitu terharu dengan perhatiaannya saat itu.
Kuhyunpun menelfon pengawalnya untuk mengantarkan mobilnya. Setelah datang, dengan segera Kyuhyun mengantarkanku pulang dan membawaku ke kamar.
“oppa...??” sapaku lirih
“hmm?? Apa ada yang sakit?”
“ani..”
“haruskah ku jujur padanya??” hatiku berkata
“trus kenapa?”
“terima kasih untuk semuanya J “
“itu sudah tugasku untuk melindungimu. Tapi kau tidak apa-apa kan?”
“ ne, nan gwaenchana”
Setelah selesai membalut lukaku, Kyuhyunpun pergi.
Pantaskah aku menyakitinya??
#Keesokkan harinya
Ku menelfon Hye Na untuk ke rumahku sepulang kuliah nanti karena aku tidak masuk kuliah hari ini. Ku ingin segera menemuinya dan bercerita padanya.
“Yeobseyo, Hye Na-ah, sepulang kuliah nanti kau cepatlah ke sini”
“ne, ara. apa kau sakit?”
“sudahlah, pokoknya sepulang kuliah nanti kau harus ke sini “
“owh.. arasseoyo”
Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya Hye Napun datang.
“Annyeong haseyo, ajuma. Apakah .....”
“dia di atas. Katanya sedang menunggumu”
“owh, ne. Kamsahamnida “
Hye Na.pun menuju kamarku dan menjumpaiku dengan keadaan kakiku terbalut.
“omona~ apa yang terjadi ?”
“hal buruklah yang sedang terjadi”
“mwo?? Hal buruk apa?”
“Kau tau, Lee Donghae telah kembali “
“jinjja??”
“ne, dia kembali. Dan dia sangat begitu marah padaku”
“kenapa dia yang marah, seharusnya kau kan yang marah”
“dia melihatku dengan Kyuhyun tengah berciuman di taman”
“berciuman?”
“ssttt.. jangan teriak. Kalau terdengar eommaku gimana?”
“owh, ne, mianhae. berciuman? Di taman? Apa kalian gila?. Terus gimana?”
“molla.. Hye Na-ah, apa yang harus ku katakan kepada kedua namja ini?”
“kau bilang saja kalau kau sudah berpacaran dengan Kyuhyun. Bereskan??”
“kyaa...!! ini tak semudah yang kau fikirkan”
“terus kau mau apa, kembali ke Lee Donghae dan meninggalkan Cho Kyuhyun?”
“itu tak mungkin terjadi......Mungkin. ” jawabku sambil menunduk
“kau bahkan meragukan perasaanmu”
“aku tidak tau. Sewaktu melihatnya, perasaan itu kembali, kenangan itu tiba-tiba teringat. Ku juga tak bisa menahan air mataku. Ku merasa senang sekali sewaktu melihatnya. Dan luka ini, ku jatuh gara-gara ku mengejarnya yang pergi begitu saja”
“berarti kau memang sangat mencintai Donghae. Sepertinya rasa sayangmu padanya tak bisa hilang begitu saja. Bukankah begitu?”
“mungkin..”
“sudahlah, kau jangan memikirkan masalah ini. Lebih baik kau fikirkan lukamu itu. Cepatlah sembuh, aku kesepian di kampus kalau tidak ada kau. Bukankah ini lebih baik??”
“kau benar.. tapi...”
“sudahlah, jangan sedih lagi. Oh ya, aku mau pulang. Pasti eommaku sedang mencariku. Aku pulang dulu ya...ingat, jangan di fikirkan terus”
“ne..josimhaeya...”
Besoknya ku memutuskan untuk kuliah saja. Meskipun lukaku belum sembuh total, tapi setidaknya ku sudah bisa berjalan. Aku juga merindukan kampusku itu.
“Annyeong haseyo, chingudeul...” sapaku ke teman-temanku
“Annyeong..Hei.. kau masuk hari ini” balas Hye Na
“aku tidak suka menunggu di rumah. Itu sangat membosankan. “
“cahgiya..??” sapa seseorang yang ada di belakangku
“ne, oppa..” ternyata itu Kyuhyun
“ku kira kau tak akan masuk selamanya”
“ihh..apa kau berharap seperti itu?” kupun cemberut
“mana mungkin, aku senang kau kembali. Welcome back”
“ne.. “ aku tau sebenarnya Kyuhyun sedang kesal padaku gara-gara masalah itu. Tapi mencoba meredamnya.
Tak terasa jam kuliah hari ini telah selesai. Sewaktu menuju gerbang, tiba-tiba hand phoneku berbunyi. Begitu kagetnya aku, ternyata Lee Donghaelah yang menelfon.
“Ne, oppa.. Wae?”
“temui aku sekarang di pinggir sungai Han (ini memang bagaikan tempat janjian kami berdua)”
“Ne...”
Dengan segera kupun menuju tempat tersebut.
Setelah sampai di sana...
“oppa...” nafasku terengah–engah. ku sangat lelah karena habis berlarian.
Dia melihatku telah datang dan menuju ke arahku dengan tatapan yang tajam.
“oppa..” lirihku
"apakah itu hadiah atas kedatanganku? Dengan pemandangan seperti itu, menurutmu bagaimana perasaanku?" dia mulai berbicara
"ani, oppa..nan neun.."
"chaginya, apakah kau masih mencintaiku? Bukankah kau telah berjanji akan menungguku?"
"aku...aku... Maafkan aku. Aku telah mencintai orang lain"
"mwo?"
"aku capek menunggumu. 2 tahun tak ada kabar, apa itu pantas ku terima?? Dan sekarang kau kembali tiba-tiba dan menyakan kesalahan yang telah kau perbuat sendiri." bentakku
kupun pergi meninggalkannya.
"Tunggu!!" teriaknya dari belakang
"apa kau sadar dengan apa yang kau katakan?" tambahnya
"kau sungguh lucu Lee Donghae. Menurutmu gara-gara siapa aku seperti ini?" tegasku
"aku tau. Tapi semudah itukah.. Semudah itukah kau melupakan semuanya. Keanangan 3 tahun kita. Apa semudah itu??! " dia mulai membentakku.
"maafkan aku. Sepertinya waktu telah menghapusnya."
"mwo?? apa berarti kau..."
"aku minta maaf. Sepertinya posisimu telah tergantikan"
"Kau...!!"
"aku sudah cukup tersiksa menunggumu dengan tanpa kepastian sama sekali. Apa yang kau lakukan, bagaimana kabarmu, dan apakah perasaanmu masih sama, aku bahkan tak tau akan hal itu. Mengapa kau perlakukan aku seperti itu. Wae??"
"Mianhae.. Aku tak bermaksud menyakitimu."
"sudahlah, kita lupain saja kejadian hari ini. Aku sama sekali tak ingin bertengkar denganmu. Oh ya, aku mau pulang, ada seseorang yang sedang menungguku"
"nugu?? Namja kurang ajar itu?"
"itu bukan urusanmu"
kejap ku langsung meninggalkannya dan menemui Cho Kyuhyun yang telah cukup lama menungguku di taman.
@Taman
"Mianhae, oppa. Aku terlambat"
"gwaenchana. Kau habis dari mana?"
matanya terlihat kalau Kyuhyun sedang marah padaku.
“menemui seorang teman. Oppa.. Waeyo?"
"sebaiknya kau jujur, dia itu siapa? Dan apa hubunganmu dengannya?"
"dia..dia itu.. Namja chinguku dulu, namanya Lee Donghae. Ku mohon oppa jangan berfikir yang bukan-bukan. "
"Jinjja?? Sepertinya ada sesuatu di antara kalian"
"aniya.. Dia hanya masa laluku dan tidak ada apa-apa lagi di antara kami. Sungguh" tegasku
"kalau begitu, mengapa kau mengejarnya?" Kyuhyun mulai menatapku serius. Ku sangat takut dengan tatapannya saat ini.
"itu karena...."
"kau masih mempunyai perasaan terhadapnya ya kan?" kesimpulan itu bagai dentuman di telingaku.
“ani.. aku hanya mencintaimu. Percayalah”
“aku percaya padamu. Oppa, kau”
#Keesokkan Harinya
Sesuai permintaannya, ku menemuinya di taman kampusku. Entah apa yang ingin di bicarakannya. Sesampai di sana...
"Aku menemui Lee Donghae kemarin" ucapnya tiba-tiba
"mwo? Oppa.."
"hmm.. Ku menemuinya"
"apa ada yang sakit?? Kau tidak apa-apa kan?" kupun mengecek tubuh Kyuhyun. Ku takut mereka bertengkar.
"chagi, kau kenapa. Geli tau.."
"kalian tidak bertengkar kan? Kau tidak terluka kan?"
"haha.. Untuk apa?"
"aku hanya takut."
Kyuhyunpun memelukku
Kyuhyunpun memelukku
"tetaplah seperti ini. Tetaplah selalu khawatir padaku. Agar aku yakin, kau memang milikku"
"aku memang milikmu. apa yang oppa bicarakan dengannya?"
_Flash Back_
_Flash Back_
Author POV
Kyuhyun mengajak Donghae untuk menemuinya. Meski awalnya, Donghae ragu dan sebenarnya tak mau menuminya, namun ini menyangkut yeoja yang begitu ia cintai, akhirnya dia menyetujui ajakan Cho Kyuhyun
"untuk apa kau ingin menemuiku" ujar Donghae yang melihat Kyuhyun sedang menunggunya
"tentu ini menyangkut dirinya"
"sebaiknya kau jelaskan padaku, apa hubunganmu dengannya?" cetus Lee Donghae
"aku..?? Aku namja chingunya. Kami sudah berpacaran 1 tahun yang lalu"
"geurae??"
"baginya kau hanya masa lalu. Bukankah kau sudah cukup menyakitinya, apa kau ingin menyakitinya lagi?"
"itu sama sekali tidak benar!" tegas Lee Donghae
"terus apa tujuanmu kembali"
"aku akan menikahinya. Dan membawanya pergi bersamaku"
"itu sudah terlambat. Yeoja itu telah jadi milikku"
"dia milikku seutuhnya. Jadi kau sama sekali tak berhak memilikinya"
"jinjja?? Kalau begitu, coba rebut dia dari tanganku. Kalau kau bisa, ku akan melepasnya"
"ku terima tantanganmu"
"baiklah. Kita lihat saja nanti"
_end Author POV_
_back to story_
"tentu ini menyangkut dirinya"
"sebaiknya kau jelaskan padaku, apa hubunganmu dengannya?" cetus Lee Donghae
"aku..?? Aku namja chingunya. Kami sudah berpacaran 1 tahun yang lalu"
"geurae??"
"baginya kau hanya masa lalu. Bukankah kau sudah cukup menyakitinya, apa kau ingin menyakitinya lagi?"
"itu sama sekali tidak benar!" tegas Lee Donghae
"terus apa tujuanmu kembali"
"aku akan menikahinya. Dan membawanya pergi bersamaku"
"itu sudah terlambat. Yeoja itu telah jadi milikku"
"dia milikku seutuhnya. Jadi kau sama sekali tak berhak memilikinya"
"jinjja?? Kalau begitu, coba rebut dia dari tanganku. Kalau kau bisa, ku akan melepasnya"
"ku terima tantanganmu"
"baiklah. Kita lihat saja nanti"
_end Author POV_
_back to story_
Ku benar-benar bingung sekarang. Apa aku harus mengorbankan salah satu. Aku bahkan tak sanggup kehilangan salah satu. Cho Kyuhyun telah terlanjur sebagai penghias hidupku sekarang, dan Lee Donghae, ku juga tak bisa melepasnya. Kalau bukan karenanya, ku juga tak akan bersama Kyuhyun sekarang. Mereka sama berharganya bagiku.
Kenagan yang hampir kulupakan itu, tiba-tiba muncul di hadapanku di saatku melihat wajahnya. Perasaanku telah kembali. Aku ingin selalu bersama Lee Donghae. Noda kasih yang telah ia buat, tak bisa ku hilangkan begitu saja. Kalau ku memilih, Donghae, bagaimana dengan Cho Kyuhyun?? Sungguh tak mungkin jika ku akhiri hubungan kami.
Kupun menelfon Hye Na
“Hye Na-ah. Eotteokhae??”
“mwoya?”
“Kyuhyun menantang Donghae”
“mwo? Jinjja? Apa dia sudah gila? Menantang bagaimana?”
“tentu saja untuk mendapatkanku. Hye Na-ah, eotteokhae. Aku harus pilih siapa?”
“kau masih mencintai Lee Donghae, tapi tak mau meninggalkan Cho Kyuhyun. Lebih baik kau tak memilih semuanya. Aku rasa itu cukup adil”
“itu tidak akan mungkin. Berarti aku akan kehilangan dua-duanya.”
“tapi jika itu tak kau lakukan, akan ada pihak yang terluka. Apa kau mau itu terjadi?”
“ani..”
Percakapanpun berakhir di antara kami. Ku benar-benar stres, untuk itu ku memilih berjalan jalan di tengah suasana malam pusat kota Seoul. Ku hanya menuruti kemana langkah kakiku melangkah. Tak ku sangka ku sampai di sebuah cave. Ku memutuskan untuk mampir sebentar.
Dengan di temani coklat panas, perlahan-lahan aku memikirkan langkah apa yang harus ku lakukan untuk mengatasi masalah ini. Ucapan Hye Na tadi tak lupa ku tinggalkan.
Di tengah melamunku, tiba-tiba hand phoneku bergetar ternyata ada sms dari Lee Donghae
“kau ada di mana sekarang?”
“aku ingin sendiri untuk saat ini”
“katakan saja kau ada di mana”
“aku ada di tempat biasa”
“aku akan ke sana. Tunggu aku”
Tak lama kemudian, terdengar suara mobil Lee Donghae. Ternyata dia sudah datang. Setelah melihatku, diapun duduk di kursi depanku.
“kenapa oppa ke sini?”
“kau sedang apa di sini?”
“aku tak tau. Kakiku menuntunku ke sini. Mungkin dia rindu tempat ini”
“chagiya...”
“mwoya..??”
“apakah...”
“bisakah kau tidak membahasnya sekarang. Ku benar-benar butuh ketenangan”
“kalau begitu ikutlah aku” diapun menarik tanganku. Entah mau dibawa kemana aku ini.
“oppa...lepaskan!!” dia tetap saja menarik tanganku dan menyuruhku masuk ke dalam mobilnya.
Sewaktu di mobilnya, kenangan itu kembali teringat. Sudah lama aku tak semobil dengannya. Tanpa sepengetahuan Dongahe, perlahan aku memandanginya. “oppa, sebenarnya apa tujuanmu sebenarnya?”
Sewaktu sampai di tempat tujuan, begitu terkejutnya aku ternyata dia membawaku di tempat dimana Lee Donghae menyatakan perasaannya 5 tahun lalu. Lebih tepatnya di bukit belakang SMA kami dulu.
“tempat ini....wae?”
“ bukannya dulu kalau kau mencari ketenangan suka pergi ke sini. Apa kau sudah melupakan tempat ini?”
“itu tak mungkin. Ada kenangan yang sangat berharga yang pernah terjadi di tempat ini.”
Lee Donghaepun mengajakku keluar.
“pemandangan di sini tak ada yang berubah, masih seperti dulu”
“ne, oppa.. “
Perlahan kupun menangis. Ku keluarkan semuanya di dalam tangisan itu. Aku sudah tak tahan lagi menahannya. Donghaepun menarik tubuhku dan membiarkan aku menangis di pelukannya.
“Menangislah. Menangislah sepuasnya sampai kau merasa lebih baik”
Tanpa ku sadari sebuah kalimat terucap olehku
“aku masih mencintaimu. Aku tidak ingin berpisah denganmu. Aku ingin kita sama-sama seperti dulu. Kau sungguh jahat, membiarkanku menunggumu dengan sangat lama. Aku mohon, jangan tinggalkan aku lagi. Aku cukup tersiksa dengan semua ini. Aku sama sekali tak ingin ini terjadi lagi. Oppa...”
Lee Donghaepun melepaskan pelukannya dan mencium keningku.
“aku sangat mengenali perasaanmu. Aku sudah mengira sejak awal, meskipun ada sedikit keraguan. Tapi aku percaya, semuanya masih tak berubah”
Lalu Lee Donghaepun menciumku.
“Mianhae...”
“untuk apa?”
“aku sudah tak jujur padamu, oppa. Kejadian waktu itu...”
“sudahlah, kau tidak perlu mengingat kejadian itu lagi”
“Ne...”
Setelah itu, kami memutuskan untuk pulang. Hatiku sedikit lega sekarang, meski sebenarnya aku masih bingung untuk menjelaskan ini semua kepada Cho Kyuhyun.
Benda bulat yang sangat bersinar itu kembali muncul. Hari ini aku berencana untuk mengatakan semuanya kepada Kyuhyun. Aku tak mau membohonginya dengan waktu yang lama dan itu pasti akan sangat menyakitkan. “Tuhan, bantu aku...”
Setelah melewati gerbang, seseorang menyapaku dari arah jauh. Ternyata itu Hye Na bersama Kyuhyun.
“Annyeong..” sapaku ke mereka
Sejenak ku melihat mata Kyuhyun dan tersenyum padanya.
“kajja chagi, kita ke kelas”
“ahh,.. owh, ne oppa”
Kamipun menuu ke kelas, sambil mengobrol di sepanjang perjalanan.
“chagi, nanti malam ada waktu tidak? Ku ingin menunjukkan sesuatu padamu”
“ada.. baiklah..”
#07.15 p.m KT
Sebentar lagi Kyuhyun akan menjemputku. Aku begitu gugup.
Tak lama kemudian terdengar bunyi bel.
"cepatlah turun. Ada Kyuhyun di sini" teriak eommaku dari lantai bawah
"Ne, eomma. Sebentar lagi" balasku
"hufft.. " ku mencoba menenangkan diri
Akupun turun, ku jumpai Kyuhyun mengenakan jas putih dan membuatnya terlihat sangat tampan hari ini.
"chagi.. Kau sangat cantik. "
“oppa juga sangat tampan”
“baiklah kita berangkat sekarang”
“ne...”
Kyuhyunpun melaju kencangkan mobilnya.
“oppa..kita mau kemana?”
“kau nanti juga akan tau *senyum evil*”
“ihh..kebiasaan”
Kyuhyunpun mengacak-acak rambutku.
Setelah cukup lama berkendara, ternyata Kyuhyun membawaku di Aula kampus. Aku sangat heran kenapa ia membawaku kemari.
“oppa...kita mau apa ke sini?”
Dia hanya menatapku sambil tersenyum. Tiba-tiba Kyuhyun berlutut.
“oppa...??”
“ Di sini aku pertama kalnya bertemu denganmu, dan di sini juga akan jadi tempat pertama klainya aku melamar seseorang. Aku ingin memilikimu seutuhnya. Aku benar-benar mencintaimu. Jadi.....” dia menunjukkan cincin padaku.
“maukah kau menikah denganku??”
“oppa...”
“aku ingin memilikimu seutuhnya. Tak akan ku biarkan orang lain merebutmu dariku.”
“ini.. ini begitu cepat. Aku tidak tau harus menjawab oppa (secara ku telah kembali bersama Lee Donghae). oppa....nan neun...”
“aku tau ini sangat tiba-tiba bagimu”
“Kyuhyun-ah.......”
Kyuhyun memintaku menatap matanya
“apakah tatapan itu untukku? Sepertinya bukan”
“nde?”
“ada orang lain. Bukankah begitu?”
“oppa...maksudmu apa?”
“aku bisa melihatnya, kalau kau masih mencintai namja itu. Sewaktu kau mengejarnya, aku melihat seperti seseorang yang mengejar bayangannya. Kau tak ingin berpisah dengannya. ”
“oppa........(menangis)”
“aku ini memang babo ya. Sudah jelas kau akan menolaknya, kenapa aku melamarmu seperti ini”
“Mianhae..Jeongmal mianhae...”
“gwaenchana..” Kyuhyunpun memelukku
Sebagai perpisahan atas hubungan kami, ku habiskan malam itu bersamanya. Kyu juga menyanyikan lagu Just For One Day. “apa yang aku lakukan, aku telah menyakitinya?”
Aku tak menyangka ternyata dia menyadarinya. Meskipun hubungan kami sudah berakhir, tetapi Kyuhyun tetap jadi malaikatku selamanya. “Gomawo atas semuanya, oppa.”
Keadaan telah kembali. Meskipun tidak seperti harapanku, tapi setidaknya masalhku kini selesai. Tuhan..terima kasih..
#Keesokkan harinya
“oppa, pagi J” ku sapa seorang namja yang tengah membaca buku bersama Hye Na.
“pagi..” jawab mereka kompak.
“baca apa, sepertinya seru” akupun merebut buku itu dari tangan Kyuhyun
“kyaa... apa yang kau lakukan. Kembalika, inikan bukuku. :p “
Kami sudah melupakan kejadian semalam dan bercanda selayaknya teman seperti biasanya.
Sesuai permintaan Lee Donghae, ku menemuinya di Ice Skating Rink Grand Hyatt Hotel Seoul.
Aku lihat dia sedang menungguku di bangku di bawah ranting bercahaya itu.
“apakah kau menunggu lama?”
“ani.. aku baru saja sampai. Ikutlah denganku”
“oppa, kenapa tidak ada orang?”
“aku menyewa tempat ini untuk kita”
“aish.. dasar.. “ aku sangat terharu
Aku dan Lee Donghae bermain ice skating bersama-sama. Setelah cukup lelah, kamipun duduk di atas permukaan es tersebut.
“chagi...”
“ne, oppa waeyo?”
“lihatlah bintang di atas, mereka begitu bersinar. Namun ada satu yang paling bersinar”
“yang mana?”
“yang tengah menemaniku sekarang”
“aku?”
“dasar yeoja babo. Siapa lagi kalau bukan kau”
Tiba-tiba Lee Dongahe menyanyikan sebuah lagu
The loneliness of nights alone
the search for strength to carry on
my every hope has seemed to die
my eyes had no more tears to cry
the search for strength to carry on
my every hope has seemed to die
my eyes had no more tears to cry
then like the sun shining up above
you surrounded me with your endless love
Coz all the things I couldn’t see are now so clear to me
You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything
You’re the breath of life in me
the only one that sets me free
and you have made my soul complete
for all time (for all time)
the only one that sets me free
and you have made my soul complete
for all time (for all time)
You are my everything (you are my everything)
Nothing your love won’t bring (nothing your love won’t bring)
My life is yours alone (alone)
The only love I’ve ever known
Nothing your love won’t bring (nothing your love won’t bring)
My life is yours alone (alone)
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
on bended knee
that you will always be
my everything
oh my everything
“saranghaeyo”
“oppa...” menangis terharu
“ chagi, ini...” memberikan sebuah kotak kecil
“oppa, ini apa?”
“bukalah..”
#membuka kotak. Kulihat di sana seperti kaca gitu membentuk kalimat “will you marry me”
“Inilah tujuanku kembali ke sini, untuk membawamu pergi”
“tapi.....”
“kau tidak mau?”
“tentu aku mau, tapi....aku belum siap menerima semua ini”
“dasar yeoja babo. Siapa yang meminta sekarang?”
“berhentilah memanggilku seperti itu”
Malam itu kami habiskan dengan canda tawa. Aku senang bisa bersamanya kembali.
#3 bulan kemudian
Besok adalah hari pernikahan kami. Tentu aku sangat deg-degan dengan semua ini. Hye Na dan Kyuhyun selalu mendukungku agar aku tidak tegang besok.
“kau jangan tegang begitu. Semuanya pasti berjalan dengan lanacar”
“Hye Na benar. Fighting!! Kau harus tampil secantik mungkin.”
“haha..ne..”
“besok kau menikah dengan Donghae oppa. Aku nanti sama siapa ya..??”
“sama aku aja” ujar Kyuhyun
“mwo?? Ani..aku tidak mau”
“wae?? Apa aku kurang tampan?”
“hahaha.. Kyuhyun-ah sudahlah berhenti membuatku tertawa”
Kamipun tertawa bersama-sama
#Keesokkan harinya.
Ini hari yang sangat penting bagiku. Aku akan menikah dengan namja yang ku sukai. Apa ini mimpi bagiku? Berulang kali aku menenagkan diri agar tak terlalu gugup. “Tuhan, terima kasih...”
Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 itu berarti acara pernikahan kami berdua telah dimulai. Lee Donghae mengenakan jas berwarna putih dengan hiasan bunga di dada sebelah kiri dan aku mengenakan gaun pengantin berwarna putih selayaknya pengantin pada umumnya.
“chagiya..kau cantik” bisiknya padaku
Aku hanya tersenyum untuk membalasnya
Pernikahan kami berjalan hikmat dan sakral. Ku akui, aku sangat tegang namun aku mencoba meredamnya. (prosesnya di bayangin sendiri aja ya, karena ku tidak terlalu mahir dalam urusan beginian xD *author aneh*)
Setelah selesai, kamipun menuju honey moon place dengan mobil yang telah di sediakan. Aku sangat gembira, sekarang Lee Donghae telah menjadi milikku seutuhnya. Ingin sekali ku berteriak ke pada dunia, sesenang apa diriku saat ini.
“chagiya..”
“ne, oppa...”
“aku tak percaya ini terjadi”
“nado..”
“kau ceria sekali. Bukankah kau tegang?”
“tidak lagi. Aku memang gembira hari ini”
Selam di perjalanan, kami memang banyak mengobrol. Karena keasikkan mengobrol tiba-tiba....
BBRRAAAKKKK....
BBRRAAAKKKK....
Mobil Lee Donghae menabrak sebuah pohon waktu di tikungan.
_Author POV_
Karena keasikkan mengobrol, Lee Donghae sampai-sampai tak memperhatikan jalan. Dan akhirnya menabrak sebuah pohon, di tikungan tajam.
Merekapun berteriak hebat. Dan.. Brakkk...
Kepala Lee Donghae terkena kaca begitu juga dengan sang yeoja. Begitu banyak darah yang keluar dari kepala dan tangan mereka.
“chagi.....” ucap Lee Donghae lirih
“oppa...” sang yeoja berusaha membalasnya
“sa..rang..hae...” ucap Lee Donghae sambil meraih tangannya
“nado saranghae” ujar sang yeoja kembali
Tak lam kemudian, mereka tak bisa bertahan lebih lama lagi, dan akhirnya meninggal dalam kecelakaan itu dalam posisi Lee Donghae menggenggam tangan yeojanya.
~The End~










0 komentar:
Posting Komentar