This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 26 Januari 2016

Tes Psikologi : Cerita si " Lily dan Keluarganya"

Admin dapet cerita ini dari blog sebelah. Sangat menarik. Admin sebut cerita ini si "Lily dan Keluarganya". Banyak spekulasi yang berbeda mendebatkan apa yang sebenarnya terjadi pada si "Lily" dan "Keluarganya". Adakah yang ingin berpendapat juga??
Ini dia ceritanya ~
Seorang gadis bernama Lily bercerita kepada teman-temannya kalau ia memiliki rahasia gelap yang telah ia sembunyikan selama bertahun-tahun. Orangtuanya telah dibunuh ketika ia berusia 15 tahun. Ia mengatakan bahwa kakak laki-lakinya menggila dan menusuk ayah dan ibunya hingga tewas.
Teman-temannya terkejut mendengar cerita menyedihkan dari Lily tersebut. “Aku turut prihatin mendengarnya”, kata salah satu temannya. “Lalu apa yang terjadi pada kakakmu?”
“Dia langsung dibekuk polisi”, kata Lily. “Setelah melalui persidangan, pada akhirnya kakakku dijatuhi hukuman atas pembunuhan dan akan segera dieksekusi mati. Kau tidak akan percaya betapa sulitnya itu. Aku menjalani hidup dengan penuh kesedihan. Aku tidak bisa makan dan tidur, dan segera ingin melupakan kenanganku yang kelam tersebut. Hingga pada akhirnya Aku mengalami depresi berat yang benar-benar membuatku gila, bahkan amnesia yang memerlukan waktuku bertahun-tahun untuk pulih dan bisa menjalani hidup seperti biasa lagi”.
“Apakah kamu pernah menceritakan kisah ini pada orang lain sebelumnya?” Tanya temannya. “Tidak pernah”, sahut Lily. “Aku mulai bertanya-tanya, tapi hal tersebut tidak pernah terjawab. Saat Aku menemui kakakku sebelum eksekusi matinya, dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia tidak pernah menjelaskan mengapa dia membunuh ayah dan ibu kita. Dia hanya memandangku dengan senyuman ketika eksekusi matinya dimulai”.
“Mungkin ada cara untukmu bisa mengetahui semua itu”, kata salah satu temannya. “Terserah padamu untuk mengikutinya atau tidak, tapi Aku kenal dengan seorang peramal. Dia bisa berkomunikasi dengan arwah, dan mungkin bisa membantumu mencari jawaban tersebut”.
Beberapa hari kemudian, Lily memutuskan untuk menemui sang peramal yang disarankan oleh temannya itu, dan berkonsultasi mengenai masa lalunya. Sang peramal mematikan lampunya, menyalakan lilin dan duduk di kursinya sambil menundukkan kepalanya, dan mulai masuk ke alam bawah sadarnya.
“Sekarang tanyakan padaku apapun yang kau inginkan”, bisik sang peramal. Lily lantas menanyakan, “Apa yang membuat kakakku kehilangan akalnya?” Dengan suara lirih sang peramal menjawab “Sebenarnya kakak laki-lakimu itu tidak pernah gila. Dia sepenuhnya sadar”. “Lantas apa yang menyebabkan kakakku membunuh kedua orangtuaku?” Tanya Lily. “Kakakmu sebenarnya hanya bertanggung jawab atas kematian satu orang”, jawab sang peramal. Tiba-tiba Lily menyadari semua itu. Dia lalu meneteskan air mata dan mulai menangis tersedu-sedu.

Menurutmu apa yang sebenernya terjadi????
Sc: http://kumpulan-tes-psikologi.blogspot.co.id/2013/08/contoh-contoh-cerita-untuk-psikologi.html

L I V E ~

Adakah yang merasa hidupnya hampa, tak ada tujuan, tak tau harus ngapain, dan biasa - biasa saja? Jika ada, berarti kita menjalani hidup yang sama.

Mungkin beberapa orang berfikir ingin hidup sepertiku. Ada beberapa kelebihan yang aku punya di atas beberapa orang yang aku kenal. Mungkin beberapa dari mereka berpikir dengan memiliki apa yang aku miliki dapat membantu hidup mereka.

Kebahagiaan seseorang tidak dapat diukur dari apa yang kita punya, tapi apa yang hati kita punya. Bahagia? Puas dalam diri? Hatiku tak mengenal hal itu. Memang ada kalanya aku bahagia dan ada kalanya aku sedih. Tetapi dengan kehidupanku sekarang, kebahagiaan di masa depan sepertinya akan agak sulit aku dapat.

Kepuasan hati? ada beberapa bagian dari hidupku sedang menikmati pesta, namun sebagian besar sedang mengantri untuk mendapatkan giliran. Hobi? Keahlian? Aku tak tau tentang hal itu. Bakatku apa? aku bisa apa? Aku bahkan tak tau tujuanku hidup ini untuk apa (kecuali sebagai tugas wajib manusia yaitu beribadah kepada Tuhannya). Di Lain sisi aku meras bisa melakukan semuanya. Memasak? aku bahkan kadang2 sebagai koki rumah. Dance? aku bahkan pernah dipuji tentang gerakanku. Tari tradisional? itu tidaklah sulit. Modeling? dengan tubuh tinggiku aku bisa berpose. Menulis? Hampir tiap hari laptopku penuh dengan tulisan - tulisan. Akademik? Bukannya sombong, Alhamdulillah IPK.ku sudah cum laude. Aku merasa bisa semuanya. Editing Video? hal yang mudah jika banyak inspirasi. Bikin Blog, dll yang berhubungan dengan dunia IT beberapa aku tau dasar-dasarnya. Namun apakah kalian tau?? Aku selalu tidak maksimal melakukannya. Inilah yang terjadi kepada seseorang yang belum tau bakatnya. Menulis novel? Berbagai cerita telah aku tulis namun alur2nya rata - rata ndak jelas. Dance? Ada beberapa gerakan yang aku tidak bisa. Bahkan ototku mulai rada kaku. Apalagi tradisional. Desainer baju? aku meras bisa mix and match baju sesuai sumber daya yang ada. namun sayangnya karena sumber daya yang terbatas, kemampuannyapun tak maksimal. IT? Aku bahkan tidak bisa bahasa pemograman, aku tidak bisa Photoshop. itupun hanya dasarnya saja yang aku tau. Memasak? terkadang rasanya aneh. meskipun pengen banget masak ini itu.

Rutinitas hidupku sekarang kuliah - rapat - pulang kos. Kalau nggak sibuk rapat yaa cuma kuliah - pulan. Begitu terus tiap hari. Ke temapat kos temen sih kadang - kadang. Namun tetap saja aku terjebak di langkungan yang sama. Nge-Trip sama temen? Aku Jarang banget dolan sampe jauh sama temen2. Mungkin karena kau karakternya pendiem dan nggak suka ribet, temenku rata - rata orang yang jarang ngebolang, dll. meskipun ada beberapa yang sifatnya 180der beda sama aku. Namun aku tak pernah sekalipun menyesal berteman mereka. Aku sangat bangga punya temen kayak mereka. Setidaknya mereka membantuku menjadi insan yang lebih baik.

Rutinitas yang monoton buatku stress. Kapan sekiranya aku bisa merubah jalanku ini? Jujur saja meskipun nilai - nilaiku secara akademik lumayan, namun aku tidak mendapat kepuasan hati. Alhamdulillah, aku mendapat IP sempurna semester lalu. Meskipun tidak ada rasa spesial, namun hal itu harus aku syukuri karena tidak semua orang dapat nilai segitu. Namun kembali lagi , aku belum menemukan kepuasan hati. Aku memperahankan profesiku ini hanya agar tidak mengecewakan orang tua. Aku sangat tak tega kepada orang tuaku yang sudah cari uang, buatin aku makan mulai dari sebelum lahir sampe hampir umur 20 ini. Namun sejatinya aku ingin banting stir dari duniaku sekarang. Aku ingin mewujudkan semua keinginanku. Namun jika aku mengganti takdirku, aku tak tau arah tujuanku mau kemana kelak. Aku bahkan tak tau bakatanya apa. Aku tak mengenal diriku sendiri.

Inilah hidup, Sebagai manusia tak sepatutnya menyalahkan Tuhan atas segala takdir yang ia telah tetapkan selama ini. Jika aku membuang ini semua aku akan mengecewakan keluargaku terutama orang tuaku. Namun jalan yang aku jalani sekarang, aku masih belum bisa menjalaninya dengan sepenuh hati, dengan rasa syukur yang mendalam. Allah SWT berfirman jika Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika dia tidak merubahnya sendiri. Dari firman inilah aku berfikir untuk merombak hidupku. Setidaknya aku bisa merasakan kepuasan hati itu.

Kuliah di FKIP apakah akan menjadikanku seorang guru kelak? aku nggak yakin. Aku bahkan nggak yakin ini adalah jalan hidupku atau bukan. 

Kisah Ribetku

Pernah nggak kalian jancin alias jatuh cinta?? Pasti pernah. Sungguh munafij jika kalian nggak pernah ( Soalnya kalian pasti punya rasa jatuh cinta ke keluarga kalian) :D. Tp bukan rasa itu yang author bahas. Bisa di bilang ini cinta ndak jelas tanpa judul tanpa tujuan. Author cuma mau nulis ttg kisah authot aja. Anggap aja blog inu sebagai pengganti diary admin yang udah penuh.

Sebenernya admin suka sama seseorang (ciyeee..). Pliss deh jgn mikirin itu dulu. Jadi admin suka sama seseorang. Bukan suka yang berarti cinta atau apalah itu yaa. Suka karena admin memberi perhatian yg lebih ke dia (pengennya). Aku agak "respect" sama itu orang. anggap saja di si "A". Bukab berarti emang namanya berawal dari huruf "A" alias inisial, hanya sebagai pengganti "subjek" ^^.

Jadi ceritanya si A ini temen sekampus admin. Pernah sering sekelas pas semester 2. Sebenernya ini bocah sudah menyedot perhatian admin karena tingkah lakunya yg menjengkelkan. Dia selalu manggil admin dengan nama yg beda sendiri. Yaa meskipun itu juga bagian dari namaku, tp rasanya agak kesel aja manggil aku pake nama itu. Selama masa jadi mahasiswa baru alias maba hubungan "pertemanan" kami baik - baik saja. Sebenernya mulai dari sini sudah timbul rasa "respect". Just "respect". Nggak lebih, nggak kurang.  Karena dia termasuk aktivis di kelas, jadi aku berharap bisa sering sekelas dengannya agar aku bisa bersaing dengannya. Ternyata permintaanku di kabulkan Allah SWT. Setiap haripun ketemu. Selama semester 2 ini, ternyata rasa "respectku yg biasa"  berubah menjadi "rasa respect yang nggak biasa" -_-. Aku mulai ada keinginan untuk mengenalnya lebih jauh. Namun waktu itu aku ngrasa jika dia ada "something" dengan sahabatku sendiri. ( mungkin ini yaa yg orang2 bilang rasa cemburu -_- ). Bukan cemburu sih, tp kayaknya lebih ke rasa "iri" karena sahabatku bisa dekat dengan si "dia".

Namun, perasaanku mulai goyah ketika kalau dia ngobrol sam aku ada senyuman yg tergambar di wajahnya. Aku akui itu manis :) . Senyuman itu yang bikin admin tambah goyah. Pas waktu admin ada masalah, dan selalu nangis jika ke kampus, admin lihat dia di depan pintu senyum ke admin dan nyuruh admin nggak usah nangis lagi. Habis itu dia masuk ke kelas lg. Siapa yang nggak "BAPER" coba di gituin sama orang yang kita "respect".  Pas waktu acara dies natalis, senyum itu selalu tergambar di wajahnya. Perasaan admin "bingung". Mungkin jika orang polos/naif berfikir "mungkin dia suka sama gue". Meskipun admin nggak pernah pacaran, tp admin nggak sepolos/senaif itu :P . Tapi kalau di pikir - pikir dia emang selalu senyum ke orang lain. Karena ini juga mungkin senyum itu "tak berarti apa - apa". Untuk itu aku tak terlalu mempermasalahkannya.

Perbah kejadian jug. Dia nyari jas almamater ukuran L. Jadi aku tawarin punyaku dan dia mau. Dia pun mengantarku ke kos untuk ngambil jas itu. Ternyata " aku merasa biasa - biasa saja". Saat itu lah aku berfikir, mungkin aku "nggak punya rasa apa - apa sama dia". Kan biasanya kalau seseorang "dibonceng" cowok yang dia suka akan muncul perasaan apalah itu. Lalu aku cerita sama temenku. Kata dia " kata temen si A, si A nggak bakala mau ngebonceng cewek. Jika mamu di bonceng mbak, mungkin dia nganggep kamu sesuatu". Saat itu juga perasaanku goyah lagi. "Masa ia sih?? Nggak mungkin. Saya bukan cewek murahan yang bisa ambil kesimpulan gitu aja". Bisa aja karena dia "terpaksa" ngebonceng aku karena emang dia butuh jas itu kan?? ."Aku nggak mau berharap lebih!". Aku bukan cewek naif, aku bisa ngebedain mana yang sungguhan mana yang bukan. Tapi bagi cewek biasa aku akui, jika aku senang akan hal itu :)

Tetapi, Keraguanku terjaeab ketika malam dies natalis. Ternyata dia deket sama kakak angakatanku. Pas kakak angkatabku itu lemes/pingsan, dia tidur di pangkuan si "A". Siapa yang nggak nyesek coba?? Udah pas itu aku lagi stress, pas lihat "scene"  seperti itu. Aku telah sadar. Jika aku "bukan siapa - siapa". Nyampe kosan aku mikirin kejadian tadi. Dan pas besoknya kejadian yang dia di depan pintu kasih semangat td terjadi. Dia senyum pas aku datang. Kayanya dia ngasih semangat. Sebenarnya maksud si "A" itu apaaa???!!! ><

Pernah yaa sebelum kejadian di malam dies natalus itu, ada seorang kk angaktan bertabya padaku siapa sosok grangan yang aku suka karena ada sahabatku yg tengah kompor - kompot kalau aku suka sama seseorang. ( sesorang itu orang lain, perasaanku beda sama dia, aku hanya kagum karena sifat kepemimpinannnya dia). Terlebih lagi ternyata si "A" itu ada di sana. Lalu kk angkatan itu bilang " si A yaa??". Deg.. Aku langsung jantungan pas itu. Tapi aku orang yang agli menyembunyikan perasaan. "Apaan sih mbak??" jawabku dengan sedikit ketawa. Aku lihat raut muka si A hanya senyum2 dan lagi2 manggil aku dengan panggilan itu. Siapa yang nggak kesel coba. Namun aku udah biasa dengan panggilanku. Aku menganggap itu "panggilan khusus" karena hanya dia yang manggil aku gitu.

Aku sama sekali tak mengerti sikapnya -_-. Apa aku yang terlalu "ge-er". Kayaknya aku terlalu baper. --' Sampai semester 2 berakhir, seiring mengetahui jika dia "punya seseorang yang sepertinya spesial", aku kubur perasaan tak bernama itu dalam. Aku coba melupakan sangkaan aneh2 itu. Aku tanamkan dalam pikiranku jika aku hanya "KEGE-ERAN!!!"

Ternyata pas semester 3, dia nggak sekelas lg. Hanya 1 kelas yang aku sekelas dengannya. Mulai dari inilah, ada "gep" yang terjadi. Tak saling sapa lagi, dia bahkan kesannya "ngehindar" dari akj. Kalau yang biasanya kita bercanda bareng, namun pada semester 3 ini meskipun dalam tempat yang sama, tak ada percakapan yang terjadi. Bukankah aku yang harusnya ngehindar yaa, kenapa rasanya dia yang kesannya "tak ingin bertemab denganku lagi". Dia bahkan nggak brani natap aku langsung. Aneh kan?? Sifatbya berubah total habis liburan semester. Mulai muncul pertanyaan disini. "Apa salahku?". Kenapa dia jadi berubah kayak gini. Di suwaktu aku dengar jika dia "pacaran dengan kk kelas yg "itu" ". Agak kaget sih, tp gpp. Perasaanku sudah aku kubur dalem2, meskipun ada sisa - sisanya dedikit (sangat - sangat sedikit karena aku masih mau berteman dengannya). Jarak di antara kita (sok puitis) semakin jauh. Apa lagi pas tadi. Bener2 tadi. Aku mau tanya soal proposal. Ya Allah, dia nggak respect sama sekali. Pandangannya seperti nggak mau mandang aku banget gitu lhoo. Siapa yang nggak marah coba kalau nggak di hargain kayak gitu. Malah sekertarisnya yang jawab. Tapi Plissss dia itu ketua panitia. Sangat wajar jika aku sebagai Co KSK bawahannya mau tanya soal kegiatannya itu. Sebenernya aku males nerima pekerjaan ini. Aku udah sibuk sama kegiatan lain. Terlebih lagi aku ketua panitianya. Namun aku menerima pekerjaan ini dengan harapan " aku bisa memperbaiki hubunganku dengan si A itu". Karena otomatis Ketua Panitia akan banyak kontak dengan Co KSK. Namun apa kenyataannya?? Dia Nggak hubungi aku sama sekali meskipun sebagai sesama panitia?? Malah sekretarisnya yang ngurusin. Sebenarnya dia niat nggak seh jadiin aku Co KSKnya. Kayaknya dia terpaksa. Kayaknya dia emang nggak mau ada kontak sama aku lagi. Emang Apa sih salah guee?? Sampe dia bersikap kayak gitu?? Tega Banget sumpaah. Kalau dia emang nggak mau temenan sama aku lagi ya jangan ngasih kondisi yang kayak gini. Aku kan ngrasa nggak di hargain banget. Pengen ngomong sebenernya. Namun aku takut dikira "ge-er, baper, dan apalah itu" . aku takut ini cuma "Perasaan orang polos yang ngarepin sesuatu ke orang yang dia anggap sesuatu".

Entahlah, ini emang hanya perasaan gue karena gue terlalu naif/ polos karena emang gue nggak pernah "pacaran". Tapi yang pasti perasaan itu ngganggu banget. Sakit.