Adakah yang merasa hidupnya hampa, tak ada tujuan, tak tau harus ngapain, dan biasa - biasa saja? Jika ada, berarti kita menjalani hidup yang sama.
Mungkin beberapa orang berfikir ingin hidup sepertiku. Ada beberapa kelebihan yang aku punya di atas beberapa orang yang aku kenal. Mungkin beberapa dari mereka berpikir dengan memiliki apa yang aku miliki dapat membantu hidup mereka.
Kebahagiaan seseorang tidak dapat diukur dari apa yang kita punya, tapi apa yang hati kita punya. Bahagia? Puas dalam diri? Hatiku tak mengenal hal itu. Memang ada kalanya aku bahagia dan ada kalanya aku sedih. Tetapi dengan kehidupanku sekarang, kebahagiaan di masa depan sepertinya akan agak sulit aku dapat.
Kepuasan hati? ada beberapa bagian dari hidupku sedang menikmati pesta, namun sebagian besar sedang mengantri untuk mendapatkan giliran. Hobi? Keahlian? Aku tak tau tentang hal itu. Bakatku apa? aku bisa apa? Aku bahkan tak tau tujuanku hidup ini untuk apa (kecuali sebagai tugas wajib manusia yaitu beribadah kepada Tuhannya). Di Lain sisi aku meras bisa melakukan semuanya. Memasak? aku bahkan kadang2 sebagai koki rumah. Dance? aku bahkan pernah dipuji tentang gerakanku. Tari tradisional? itu tidaklah sulit. Modeling? dengan tubuh tinggiku aku bisa berpose. Menulis? Hampir tiap hari laptopku penuh dengan tulisan - tulisan. Akademik? Bukannya sombong, Alhamdulillah IPK.ku sudah cum laude. Aku merasa bisa semuanya. Editing Video? hal yang mudah jika banyak inspirasi. Bikin Blog, dll yang berhubungan dengan dunia IT beberapa aku tau dasar-dasarnya. Namun apakah kalian tau?? Aku selalu tidak maksimal melakukannya. Inilah yang terjadi kepada seseorang yang belum tau bakatnya. Menulis novel? Berbagai cerita telah aku tulis namun alur2nya rata - rata ndak jelas. Dance? Ada beberapa gerakan yang aku tidak bisa. Bahkan ototku mulai rada kaku. Apalagi tradisional. Desainer baju? aku meras bisa mix and match baju sesuai sumber daya yang ada. namun sayangnya karena sumber daya yang terbatas, kemampuannyapun tak maksimal. IT? Aku bahkan tidak bisa bahasa pemograman, aku tidak bisa Photoshop. itupun hanya dasarnya saja yang aku tau. Memasak? terkadang rasanya aneh. meskipun pengen banget masak ini itu.
Rutinitas hidupku sekarang kuliah - rapat - pulang kos. Kalau nggak sibuk rapat yaa cuma kuliah - pulan. Begitu terus tiap hari. Ke temapat kos temen sih kadang - kadang. Namun tetap saja aku terjebak di langkungan yang sama. Nge-Trip sama temen? Aku Jarang banget dolan sampe jauh sama temen2. Mungkin karena kau karakternya pendiem dan nggak suka ribet, temenku rata - rata orang yang jarang ngebolang, dll. meskipun ada beberapa yang sifatnya 180der beda sama aku. Namun aku tak pernah sekalipun menyesal berteman mereka. Aku sangat bangga punya temen kayak mereka. Setidaknya mereka membantuku menjadi insan yang lebih baik.
Rutinitas yang monoton buatku stress. Kapan sekiranya aku bisa merubah jalanku ini? Jujur saja meskipun nilai - nilaiku secara akademik lumayan, namun aku tidak mendapat kepuasan hati. Alhamdulillah, aku mendapat IP sempurna semester lalu. Meskipun tidak ada rasa spesial, namun hal itu harus aku syukuri karena tidak semua orang dapat nilai segitu. Namun kembali lagi , aku belum menemukan kepuasan hati. Aku memperahankan profesiku ini hanya agar tidak mengecewakan orang tua. Aku sangat tak tega kepada orang tuaku yang sudah cari uang, buatin aku makan mulai dari sebelum lahir sampe hampir umur 20 ini. Namun sejatinya aku ingin banting stir dari duniaku sekarang. Aku ingin mewujudkan semua keinginanku. Namun jika aku mengganti takdirku, aku tak tau arah tujuanku mau kemana kelak. Aku bahkan tak tau bakatanya apa. Aku tak mengenal diriku sendiri.
Inilah hidup, Sebagai manusia tak sepatutnya menyalahkan Tuhan atas segala takdir yang ia telah tetapkan selama ini. Jika aku membuang ini semua aku akan mengecewakan keluargaku terutama orang tuaku. Namun jalan yang aku jalani sekarang, aku masih belum bisa menjalaninya dengan sepenuh hati, dengan rasa syukur yang mendalam. Allah SWT berfirman jika Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika dia tidak merubahnya sendiri. Dari firman inilah aku berfikir untuk merombak hidupku. Setidaknya aku bisa merasakan kepuasan hati itu.
Kuliah di FKIP apakah akan menjadikanku seorang guru kelak? aku nggak yakin. Aku bahkan nggak yakin ini adalah jalan hidupku atau bukan.
Mungkin beberapa orang berfikir ingin hidup sepertiku. Ada beberapa kelebihan yang aku punya di atas beberapa orang yang aku kenal. Mungkin beberapa dari mereka berpikir dengan memiliki apa yang aku miliki dapat membantu hidup mereka.
Kebahagiaan seseorang tidak dapat diukur dari apa yang kita punya, tapi apa yang hati kita punya. Bahagia? Puas dalam diri? Hatiku tak mengenal hal itu. Memang ada kalanya aku bahagia dan ada kalanya aku sedih. Tetapi dengan kehidupanku sekarang, kebahagiaan di masa depan sepertinya akan agak sulit aku dapat.
Kepuasan hati? ada beberapa bagian dari hidupku sedang menikmati pesta, namun sebagian besar sedang mengantri untuk mendapatkan giliran. Hobi? Keahlian? Aku tak tau tentang hal itu. Bakatku apa? aku bisa apa? Aku bahkan tak tau tujuanku hidup ini untuk apa (kecuali sebagai tugas wajib manusia yaitu beribadah kepada Tuhannya). Di Lain sisi aku meras bisa melakukan semuanya. Memasak? aku bahkan kadang2 sebagai koki rumah. Dance? aku bahkan pernah dipuji tentang gerakanku. Tari tradisional? itu tidaklah sulit. Modeling? dengan tubuh tinggiku aku bisa berpose. Menulis? Hampir tiap hari laptopku penuh dengan tulisan - tulisan. Akademik? Bukannya sombong, Alhamdulillah IPK.ku sudah cum laude. Aku merasa bisa semuanya. Editing Video? hal yang mudah jika banyak inspirasi. Bikin Blog, dll yang berhubungan dengan dunia IT beberapa aku tau dasar-dasarnya. Namun apakah kalian tau?? Aku selalu tidak maksimal melakukannya. Inilah yang terjadi kepada seseorang yang belum tau bakatnya. Menulis novel? Berbagai cerita telah aku tulis namun alur2nya rata - rata ndak jelas. Dance? Ada beberapa gerakan yang aku tidak bisa. Bahkan ototku mulai rada kaku. Apalagi tradisional. Desainer baju? aku meras bisa mix and match baju sesuai sumber daya yang ada. namun sayangnya karena sumber daya yang terbatas, kemampuannyapun tak maksimal. IT? Aku bahkan tidak bisa bahasa pemograman, aku tidak bisa Photoshop. itupun hanya dasarnya saja yang aku tau. Memasak? terkadang rasanya aneh. meskipun pengen banget masak ini itu.
Rutinitas hidupku sekarang kuliah - rapat - pulang kos. Kalau nggak sibuk rapat yaa cuma kuliah - pulan. Begitu terus tiap hari. Ke temapat kos temen sih kadang - kadang. Namun tetap saja aku terjebak di langkungan yang sama. Nge-Trip sama temen? Aku Jarang banget dolan sampe jauh sama temen2. Mungkin karena kau karakternya pendiem dan nggak suka ribet, temenku rata - rata orang yang jarang ngebolang, dll. meskipun ada beberapa yang sifatnya 180der beda sama aku. Namun aku tak pernah sekalipun menyesal berteman mereka. Aku sangat bangga punya temen kayak mereka. Setidaknya mereka membantuku menjadi insan yang lebih baik.
Rutinitas yang monoton buatku stress. Kapan sekiranya aku bisa merubah jalanku ini? Jujur saja meskipun nilai - nilaiku secara akademik lumayan, namun aku tidak mendapat kepuasan hati. Alhamdulillah, aku mendapat IP sempurna semester lalu. Meskipun tidak ada rasa spesial, namun hal itu harus aku syukuri karena tidak semua orang dapat nilai segitu. Namun kembali lagi , aku belum menemukan kepuasan hati. Aku memperahankan profesiku ini hanya agar tidak mengecewakan orang tua. Aku sangat tak tega kepada orang tuaku yang sudah cari uang, buatin aku makan mulai dari sebelum lahir sampe hampir umur 20 ini. Namun sejatinya aku ingin banting stir dari duniaku sekarang. Aku ingin mewujudkan semua keinginanku. Namun jika aku mengganti takdirku, aku tak tau arah tujuanku mau kemana kelak. Aku bahkan tak tau bakatanya apa. Aku tak mengenal diriku sendiri.
Inilah hidup, Sebagai manusia tak sepatutnya menyalahkan Tuhan atas segala takdir yang ia telah tetapkan selama ini. Jika aku membuang ini semua aku akan mengecewakan keluargaku terutama orang tuaku. Namun jalan yang aku jalani sekarang, aku masih belum bisa menjalaninya dengan sepenuh hati, dengan rasa syukur yang mendalam. Allah SWT berfirman jika Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika dia tidak merubahnya sendiri. Dari firman inilah aku berfikir untuk merombak hidupku. Setidaknya aku bisa merasakan kepuasan hati itu.
Kuliah di FKIP apakah akan menjadikanku seorang guru kelak? aku nggak yakin. Aku bahkan nggak yakin ini adalah jalan hidupku atau bukan.









0 komentar:
Posting Komentar