Pernah nggak kalian jancin alias jatuh cinta?? Pasti pernah. Sungguh munafij jika kalian nggak pernah ( Soalnya kalian pasti punya rasa jatuh cinta ke keluarga kalian) :D. Tp bukan rasa itu yang author bahas. Bisa di bilang ini cinta ndak jelas tanpa judul tanpa tujuan. Author cuma mau nulis ttg kisah authot aja. Anggap aja blog inu sebagai pengganti diary admin yang udah penuh.
Sebenernya admin suka sama seseorang (ciyeee..). Pliss deh jgn mikirin itu dulu. Jadi admin suka sama seseorang. Bukan suka yang berarti cinta atau apalah itu yaa. Suka karena admin memberi perhatian yg lebih ke dia (pengennya). Aku agak "respect" sama itu orang. anggap saja di si "A". Bukab berarti emang namanya berawal dari huruf "A" alias inisial, hanya sebagai pengganti "subjek" ^^.
Jadi ceritanya si A ini temen sekampus admin. Pernah sering sekelas pas semester 2. Sebenernya ini bocah sudah menyedot perhatian admin karena tingkah lakunya yg menjengkelkan. Dia selalu manggil admin dengan nama yg beda sendiri. Yaa meskipun itu juga bagian dari namaku, tp rasanya agak kesel aja manggil aku pake nama itu. Selama masa jadi mahasiswa baru alias maba hubungan "pertemanan" kami baik - baik saja. Sebenernya mulai dari sini sudah timbul rasa "respect". Just "respect". Nggak lebih, nggak kurang. Karena dia termasuk aktivis di kelas, jadi aku berharap bisa sering sekelas dengannya agar aku bisa bersaing dengannya. Ternyata permintaanku di kabulkan Allah SWT. Setiap haripun ketemu. Selama semester 2 ini, ternyata rasa "respectku yg biasa" berubah menjadi "rasa respect yang nggak biasa" -_-. Aku mulai ada keinginan untuk mengenalnya lebih jauh. Namun waktu itu aku ngrasa jika dia ada "something" dengan sahabatku sendiri. ( mungkin ini yaa yg orang2 bilang rasa cemburu -_- ). Bukan cemburu sih, tp kayaknya lebih ke rasa "iri" karena sahabatku bisa dekat dengan si "dia".
Namun, perasaanku mulai goyah ketika kalau dia ngobrol sam aku ada senyuman yg tergambar di wajahnya. Aku akui itu manis :) . Senyuman itu yang bikin admin tambah goyah. Pas waktu admin ada masalah, dan selalu nangis jika ke kampus, admin lihat dia di depan pintu senyum ke admin dan nyuruh admin nggak usah nangis lagi. Habis itu dia masuk ke kelas lg. Siapa yang nggak "BAPER" coba di gituin sama orang yang kita "respect". Pas waktu acara dies natalis, senyum itu selalu tergambar di wajahnya. Perasaan admin "bingung". Mungkin jika orang polos/naif berfikir "mungkin dia suka sama gue". Meskipun admin nggak pernah pacaran, tp admin nggak sepolos/senaif itu :P . Tapi kalau di pikir - pikir dia emang selalu senyum ke orang lain. Karena ini juga mungkin senyum itu "tak berarti apa - apa". Untuk itu aku tak terlalu mempermasalahkannya.
Perbah kejadian jug. Dia nyari jas almamater ukuran L. Jadi aku tawarin punyaku dan dia mau. Dia pun mengantarku ke kos untuk ngambil jas itu. Ternyata " aku merasa biasa - biasa saja". Saat itu lah aku berfikir, mungkin aku "nggak punya rasa apa - apa sama dia". Kan biasanya kalau seseorang "dibonceng" cowok yang dia suka akan muncul perasaan apalah itu. Lalu aku cerita sama temenku. Kata dia " kata temen si A, si A nggak bakala mau ngebonceng cewek. Jika mamu di bonceng mbak, mungkin dia nganggep kamu sesuatu". Saat itu juga perasaanku goyah lagi. "Masa ia sih?? Nggak mungkin. Saya bukan cewek murahan yang bisa ambil kesimpulan gitu aja". Bisa aja karena dia "terpaksa" ngebonceng aku karena emang dia butuh jas itu kan?? ."Aku nggak mau berharap lebih!". Aku bukan cewek naif, aku bisa ngebedain mana yang sungguhan mana yang bukan. Tapi bagi cewek biasa aku akui, jika aku senang akan hal itu :)
Tetapi, Keraguanku terjaeab ketika malam dies natalis. Ternyata dia deket sama kakak angakatanku. Pas kakak angkatabku itu lemes/pingsan, dia tidur di pangkuan si "A". Siapa yang nggak nyesek coba?? Udah pas itu aku lagi stress, pas lihat "scene" seperti itu. Aku telah sadar. Jika aku "bukan siapa - siapa". Nyampe kosan aku mikirin kejadian tadi. Dan pas besoknya kejadian yang dia di depan pintu kasih semangat td terjadi. Dia senyum pas aku datang. Kayanya dia ngasih semangat. Sebenarnya maksud si "A" itu apaaa???!!! ><
Pernah yaa sebelum kejadian di malam dies natalus itu, ada seorang kk angaktan bertabya padaku siapa sosok grangan yang aku suka karena ada sahabatku yg tengah kompor - kompot kalau aku suka sama seseorang. ( sesorang itu orang lain, perasaanku beda sama dia, aku hanya kagum karena sifat kepemimpinannnya dia). Terlebih lagi ternyata si "A" itu ada di sana. Lalu kk angkatan itu bilang " si A yaa??". Deg.. Aku langsung jantungan pas itu. Tapi aku orang yang agli menyembunyikan perasaan. "Apaan sih mbak??" jawabku dengan sedikit ketawa. Aku lihat raut muka si A hanya senyum2 dan lagi2 manggil aku dengan panggilan itu. Siapa yang nggak kesel coba. Namun aku udah biasa dengan panggilanku. Aku menganggap itu "panggilan khusus" karena hanya dia yang manggil aku gitu.
Aku sama sekali tak mengerti sikapnya -_-. Apa aku yang terlalu "ge-er". Kayaknya aku terlalu baper. --' Sampai semester 2 berakhir, seiring mengetahui jika dia "punya seseorang yang sepertinya spesial", aku kubur perasaan tak bernama itu dalam. Aku coba melupakan sangkaan aneh2 itu. Aku tanamkan dalam pikiranku jika aku hanya "KEGE-ERAN!!!"
Ternyata pas semester 3, dia nggak sekelas lg. Hanya 1 kelas yang aku sekelas dengannya. Mulai dari inilah, ada "gep" yang terjadi. Tak saling sapa lagi, dia bahkan kesannya "ngehindar" dari akj. Kalau yang biasanya kita bercanda bareng, namun pada semester 3 ini meskipun dalam tempat yang sama, tak ada percakapan yang terjadi. Bukankah aku yang harusnya ngehindar yaa, kenapa rasanya dia yang kesannya "tak ingin bertemab denganku lagi". Dia bahkan nggak brani natap aku langsung. Aneh kan?? Sifatbya berubah total habis liburan semester. Mulai muncul pertanyaan disini. "Apa salahku?". Kenapa dia jadi berubah kayak gini. Di suwaktu aku dengar jika dia "pacaran dengan kk kelas yg "itu" ". Agak kaget sih, tp gpp. Perasaanku sudah aku kubur dalem2, meskipun ada sisa - sisanya dedikit (sangat - sangat sedikit karena aku masih mau berteman dengannya). Jarak di antara kita (sok puitis) semakin jauh. Apa lagi pas tadi. Bener2 tadi. Aku mau tanya soal proposal. Ya Allah, dia nggak respect sama sekali. Pandangannya seperti nggak mau mandang aku banget gitu lhoo. Siapa yang nggak marah coba kalau nggak di hargain kayak gitu. Malah sekertarisnya yang jawab. Tapi Plissss dia itu ketua panitia. Sangat wajar jika aku sebagai Co KSK bawahannya mau tanya soal kegiatannya itu. Sebenernya aku males nerima pekerjaan ini. Aku udah sibuk sama kegiatan lain. Terlebih lagi aku ketua panitianya. Namun aku menerima pekerjaan ini dengan harapan " aku bisa memperbaiki hubunganku dengan si A itu". Karena otomatis Ketua Panitia akan banyak kontak dengan Co KSK. Namun apa kenyataannya?? Dia Nggak hubungi aku sama sekali meskipun sebagai sesama panitia?? Malah sekretarisnya yang ngurusin. Sebenarnya dia niat nggak seh jadiin aku Co KSKnya. Kayaknya dia terpaksa. Kayaknya dia emang nggak mau ada kontak sama aku lagi. Emang Apa sih salah guee?? Sampe dia bersikap kayak gitu?? Tega Banget sumpaah. Kalau dia emang nggak mau temenan sama aku lagi ya jangan ngasih kondisi yang kayak gini. Aku kan ngrasa nggak di hargain banget. Pengen ngomong sebenernya. Namun aku takut dikira "ge-er, baper, dan apalah itu" . aku takut ini cuma "Perasaan orang polos yang ngarepin sesuatu ke orang yang dia anggap sesuatu".
Entahlah, ini emang hanya perasaan gue karena gue terlalu naif/ polos karena emang gue nggak pernah "pacaran". Tapi yang pasti perasaan itu ngganggu banget. Sakit.
Sebenernya admin suka sama seseorang (ciyeee..). Pliss deh jgn mikirin itu dulu. Jadi admin suka sama seseorang. Bukan suka yang berarti cinta atau apalah itu yaa. Suka karena admin memberi perhatian yg lebih ke dia (pengennya). Aku agak "respect" sama itu orang. anggap saja di si "A". Bukab berarti emang namanya berawal dari huruf "A" alias inisial, hanya sebagai pengganti "subjek" ^^.
Jadi ceritanya si A ini temen sekampus admin. Pernah sering sekelas pas semester 2. Sebenernya ini bocah sudah menyedot perhatian admin karena tingkah lakunya yg menjengkelkan. Dia selalu manggil admin dengan nama yg beda sendiri. Yaa meskipun itu juga bagian dari namaku, tp rasanya agak kesel aja manggil aku pake nama itu. Selama masa jadi mahasiswa baru alias maba hubungan "pertemanan" kami baik - baik saja. Sebenernya mulai dari sini sudah timbul rasa "respect". Just "respect". Nggak lebih, nggak kurang. Karena dia termasuk aktivis di kelas, jadi aku berharap bisa sering sekelas dengannya agar aku bisa bersaing dengannya. Ternyata permintaanku di kabulkan Allah SWT. Setiap haripun ketemu. Selama semester 2 ini, ternyata rasa "respectku yg biasa" berubah menjadi "rasa respect yang nggak biasa" -_-. Aku mulai ada keinginan untuk mengenalnya lebih jauh. Namun waktu itu aku ngrasa jika dia ada "something" dengan sahabatku sendiri. ( mungkin ini yaa yg orang2 bilang rasa cemburu -_- ). Bukan cemburu sih, tp kayaknya lebih ke rasa "iri" karena sahabatku bisa dekat dengan si "dia".
Namun, perasaanku mulai goyah ketika kalau dia ngobrol sam aku ada senyuman yg tergambar di wajahnya. Aku akui itu manis :) . Senyuman itu yang bikin admin tambah goyah. Pas waktu admin ada masalah, dan selalu nangis jika ke kampus, admin lihat dia di depan pintu senyum ke admin dan nyuruh admin nggak usah nangis lagi. Habis itu dia masuk ke kelas lg. Siapa yang nggak "BAPER" coba di gituin sama orang yang kita "respect". Pas waktu acara dies natalis, senyum itu selalu tergambar di wajahnya. Perasaan admin "bingung". Mungkin jika orang polos/naif berfikir "mungkin dia suka sama gue". Meskipun admin nggak pernah pacaran, tp admin nggak sepolos/senaif itu :P . Tapi kalau di pikir - pikir dia emang selalu senyum ke orang lain. Karena ini juga mungkin senyum itu "tak berarti apa - apa". Untuk itu aku tak terlalu mempermasalahkannya.
Perbah kejadian jug. Dia nyari jas almamater ukuran L. Jadi aku tawarin punyaku dan dia mau. Dia pun mengantarku ke kos untuk ngambil jas itu. Ternyata " aku merasa biasa - biasa saja". Saat itu lah aku berfikir, mungkin aku "nggak punya rasa apa - apa sama dia". Kan biasanya kalau seseorang "dibonceng" cowok yang dia suka akan muncul perasaan apalah itu. Lalu aku cerita sama temenku. Kata dia " kata temen si A, si A nggak bakala mau ngebonceng cewek. Jika mamu di bonceng mbak, mungkin dia nganggep kamu sesuatu". Saat itu juga perasaanku goyah lagi. "Masa ia sih?? Nggak mungkin. Saya bukan cewek murahan yang bisa ambil kesimpulan gitu aja". Bisa aja karena dia "terpaksa" ngebonceng aku karena emang dia butuh jas itu kan?? ."Aku nggak mau berharap lebih!". Aku bukan cewek naif, aku bisa ngebedain mana yang sungguhan mana yang bukan. Tapi bagi cewek biasa aku akui, jika aku senang akan hal itu :)
Tetapi, Keraguanku terjaeab ketika malam dies natalis. Ternyata dia deket sama kakak angakatanku. Pas kakak angkatabku itu lemes/pingsan, dia tidur di pangkuan si "A". Siapa yang nggak nyesek coba?? Udah pas itu aku lagi stress, pas lihat "scene" seperti itu. Aku telah sadar. Jika aku "bukan siapa - siapa". Nyampe kosan aku mikirin kejadian tadi. Dan pas besoknya kejadian yang dia di depan pintu kasih semangat td terjadi. Dia senyum pas aku datang. Kayanya dia ngasih semangat. Sebenarnya maksud si "A" itu apaaa???!!! ><
Pernah yaa sebelum kejadian di malam dies natalus itu, ada seorang kk angaktan bertabya padaku siapa sosok grangan yang aku suka karena ada sahabatku yg tengah kompor - kompot kalau aku suka sama seseorang. ( sesorang itu orang lain, perasaanku beda sama dia, aku hanya kagum karena sifat kepemimpinannnya dia). Terlebih lagi ternyata si "A" itu ada di sana. Lalu kk angkatan itu bilang " si A yaa??". Deg.. Aku langsung jantungan pas itu. Tapi aku orang yang agli menyembunyikan perasaan. "Apaan sih mbak??" jawabku dengan sedikit ketawa. Aku lihat raut muka si A hanya senyum2 dan lagi2 manggil aku dengan panggilan itu. Siapa yang nggak kesel coba. Namun aku udah biasa dengan panggilanku. Aku menganggap itu "panggilan khusus" karena hanya dia yang manggil aku gitu.
Aku sama sekali tak mengerti sikapnya -_-. Apa aku yang terlalu "ge-er". Kayaknya aku terlalu baper. --' Sampai semester 2 berakhir, seiring mengetahui jika dia "punya seseorang yang sepertinya spesial", aku kubur perasaan tak bernama itu dalam. Aku coba melupakan sangkaan aneh2 itu. Aku tanamkan dalam pikiranku jika aku hanya "KEGE-ERAN!!!"
Ternyata pas semester 3, dia nggak sekelas lg. Hanya 1 kelas yang aku sekelas dengannya. Mulai dari inilah, ada "gep" yang terjadi. Tak saling sapa lagi, dia bahkan kesannya "ngehindar" dari akj. Kalau yang biasanya kita bercanda bareng, namun pada semester 3 ini meskipun dalam tempat yang sama, tak ada percakapan yang terjadi. Bukankah aku yang harusnya ngehindar yaa, kenapa rasanya dia yang kesannya "tak ingin bertemab denganku lagi". Dia bahkan nggak brani natap aku langsung. Aneh kan?? Sifatbya berubah total habis liburan semester. Mulai muncul pertanyaan disini. "Apa salahku?". Kenapa dia jadi berubah kayak gini. Di suwaktu aku dengar jika dia "pacaran dengan kk kelas yg "itu" ". Agak kaget sih, tp gpp. Perasaanku sudah aku kubur dalem2, meskipun ada sisa - sisanya dedikit (sangat - sangat sedikit karena aku masih mau berteman dengannya). Jarak di antara kita (sok puitis) semakin jauh. Apa lagi pas tadi. Bener2 tadi. Aku mau tanya soal proposal. Ya Allah, dia nggak respect sama sekali. Pandangannya seperti nggak mau mandang aku banget gitu lhoo. Siapa yang nggak marah coba kalau nggak di hargain kayak gitu. Malah sekertarisnya yang jawab. Tapi Plissss dia itu ketua panitia. Sangat wajar jika aku sebagai Co KSK bawahannya mau tanya soal kegiatannya itu. Sebenernya aku males nerima pekerjaan ini. Aku udah sibuk sama kegiatan lain. Terlebih lagi aku ketua panitianya. Namun aku menerima pekerjaan ini dengan harapan " aku bisa memperbaiki hubunganku dengan si A itu". Karena otomatis Ketua Panitia akan banyak kontak dengan Co KSK. Namun apa kenyataannya?? Dia Nggak hubungi aku sama sekali meskipun sebagai sesama panitia?? Malah sekretarisnya yang ngurusin. Sebenarnya dia niat nggak seh jadiin aku Co KSKnya. Kayaknya dia terpaksa. Kayaknya dia emang nggak mau ada kontak sama aku lagi. Emang Apa sih salah guee?? Sampe dia bersikap kayak gitu?? Tega Banget sumpaah. Kalau dia emang nggak mau temenan sama aku lagi ya jangan ngasih kondisi yang kayak gini. Aku kan ngrasa nggak di hargain banget. Pengen ngomong sebenernya. Namun aku takut dikira "ge-er, baper, dan apalah itu" . aku takut ini cuma "Perasaan orang polos yang ngarepin sesuatu ke orang yang dia anggap sesuatu".
Entahlah, ini emang hanya perasaan gue karena gue terlalu naif/ polos karena emang gue nggak pernah "pacaran". Tapi yang pasti perasaan itu ngganggu banget. Sakit.









0 komentar:
Posting Komentar