Annyeong...author come back lagi denagn ff baru nih.. ini pertama kalinya author nulis ff one shoot..jadi tolong maklumi ya jika ceritanya agak bagaimana gitu..hehe..nggak usah basa-basi lagi..
cekidot.....
title : Because of You
Author : fadilah safinatu salama
Cast : - Lee Donghae (seperti biasa, ikan tersayang jadi peran utama namjanya..hehehe. atau anggap saja ini bias kalian masing-masing)
- Park Jae Hee (anggap aja kalian sendiri)
- Kim Hyera
- Sung Hyorin
Genre : (tentukan sendiri aja ya.. #author aneh)
------------------------------------
Hai, namaku Park Jae Hee. Si gadis polos yang bersekolah di salah satu SMA pusat kota Seoul. Di Korea memang terkenal dengan namja yang keren, cakep, pokoknya hampir perfect, dan enak banget di pandang kan..?? Kalian tau, salah satu malaikat yang begitu memikat para yeoja itu ada di sekolahku. Sebut saja Lee Donghae. Dia berasal dari Mokpo dan pindah ke Seoul sejak 5 tahun yang lalu semenjak ayah dan ibunya meninggal karena kecelakaan tragis. Jadi ia memilih ke sini untuk tinggal bersama pamannya.
Kalian tau, betapa beruntungnya aku, aku sekelas dengannya. Entah ini kebetulan atau apa, semenjak SMP kita selalu sekelas dan tentu saja selalu satu sekolahan. Bisa di bilang, aku menyukainya sejak SMP. Namun ada perbedaan antara perasaanku padanya waktu dulu dengan sekarang. Dulu, aku hanya menutup diri darinya. Tak berani berbicara sekalipun. Anggap saja, aku seperti debu yang tiap hari lalu lalang di sekitarnya dan pergi begitu saja. Mungkin karena aku bodoh dan ceroboh sampai-sampai hidupku jadi menderita seperti ini.
Pernah sekali, karena kecerobohanku dia sampai sakit berhari-berhari.
Waktu itu sedang pelajaran olah raga. Kami di suruh latihan bermain bola voli. Semua orang tau, kalau aku sangat tak mahir dalam berolah raga. Karena aku tak mau terlihat lemah di mata Dongahe, aku berusaha smash-ing bola yang menuju ke arahku dengan keras. Bukannya mematikan lawan, malah menampar wajah Donghae sampai darah segar keluar dari hidungnya. Dan besoknya aku dengar kalau dia di rawat di rumah sakit. Semenjak itu aku merasa sangat bersalah padanya. Mau minta maaf, tapi tak ada keberanian. Ya sudah mau bagaimana lagi.
Tapi semenjak SMA, ku kumpulkan keberanianku untuknya. Hampir setiap hari, aku selalu memberinya hadiah yang ku taruh di lokernya. Entah itu coklat, buah, makanan, atau pun barang-barang yang ia butuhkan. Meskipun aku masih menutup diri, tapi setidaknya ada langkah yang aku tempuh untuk mengutarakan perasaanku padanya.
15 Oktober.. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Tentu saja, ku menyiapkan hadiah spesial untuknya. Sebuah coklat panjang yang aku ukir kalimat selamat ulang tahun dengan perasaan yang begitu dalam. Aku meminta Hyorin menemaniku menaruh hadiah tersebut di lokernya. Sewaktu membuka lokernya... Perlahan gundukan kado keluar dari lokernya itu. Aku tak percaya, bagaimana bisa seseorang dapat hadiah sebanyak ini.
"sepertinya bukan kau saja yang memberi hadiah. Ku rasa, hadiah yang kau beri itu tak akan terlihat spesial di matanya. Atau mungkin, dia tak akan sempat membuka hadiahmu itu."
"kau benar. ahh.. Aku punya ide. Cepat buka tasmu lebar-lebar. Taruh semua barangmu di lokerku, dan taruh semua kado ini di tas kita. Kita akan membuangnya."
"apa kau gila..?? Kau akan membuang semua ini..??"
"jangan banyak bicara. Cepat kita lakukan, sebelum ada orang lain melihat kita"
Setelah semua di kemasi....
"sebenarnya untuk apa ini?" sepertinya temanku ini masih tak paham juga.
"setelah semua di kemas, ku taruh coklatku ini di lokernya. Dengan begini, hadiahku akan terlihat spesial di matanya. Ini sunggu romantis, bukan?"
"dasar gila.." cetus Hyorin
kamipun pergi dan membawa 2 tas penuh hadiah.
"Jae Hee-ah, kita apakan semua hadiah ini? Sayangkah kalau di buang.."
"kau benar.. Ehmm.. Ahh.. Kita berikan saja ke panti asuhan. Anggap saja kita mencuri untuk melakukan kebaikan."
"ternyata kau tak sepenuhnya bodoh ya..haha.."
"diam kau.. Ayo cepat, kita berikan hadiah ini kepada mereka. Mereka pasti senang."
Setelah itu, kami segera pulang untuk beristirahat. Ku begitu capek. Aku tak bisa bayangin, sewaktu Donghae membuka hadiahku, dan dia menampakkan senyumnya yang manis itu. Aiiihhhh... Dia pasti menyukainya.
Karena banyak melamun, aku menabrak pintu kamarku sendiri.
"Jae Hee, apa yang kau lakukan..?? Cepat masuk ke kamarmu!!" alhasil aku di marahin eommaku.
"ne, eommaaa..!!"
Setelah mandi dan ganti baju, aku pun menuju ruang makan untuk makan malam.
"Dari mana saja kau hah..!? Kau itu besok ada ujian, seharusnya kau segera pulang dan belajar, tidak kluyuran.!!" lagi-lagi eommaku marah-marah.
"kalau hasil ujianmu jelek lagi, keuanganmu akan eomma sita"
"andwae..!! Eomma... Kenapa eomma seperti ini, bukankah ku sudah biasa gagal dalam ujian..??" ucapku sambil melanjutkan makan.
"beberapa bulan lagi, kau akan lulus. Kalau kau terus-terusan begini, kau tak akan lulus.. Apa kau dengar itu Park Jae Hee..?!!" karena tak tahan mendengar omelan eomma, aku pergi saja membawa makananku ke kamar.
"kau mau kemana Park Jae Hee..!!" teriak eommaku, namun aku tetap melanjutkan lariku menuju kamar.
#Keesokkan harinya
Ujian..Ujian..Ujian.. Kenapa ada ujian di dunia ini sih.. Dan kenapa juga aku selalu gagal. Padahal ku sudah belajar. Andai saja, aku ini anak pintar, jenius, pasti Donghae akan menyukaiku. Dia kan anak jenius, jadi sukanya sama anak jenius juga. Kenapa nasibku begitu malang. Oh Tuhan...
"Jae Hee..." ucap Hye Ra, yeoja yang paling aku benci di kelas. Dia menyapaku dengan tampang meledek dan memasang senyumannya yang sok manis itu.
"kau sudah belajar, bukan..?? Aku harap, dalam ujian ini kau tak di urutan terbawah lagi."
"gomawo. Tapi sepertinya ku tak butuh harapanmu itu. Karena nanti, ku akan mengalahkanmu."
"keep dreaming..!! Kau tak akan mampu mengalahkanku.." ucapnya seraya pergi.
Seandainya ada kecoa di sini, mungkin aku sudah memasukkannya ke mulut Hyera yang busuk itu.dan aku yakin mereka akan senang karena memiliki rumah baru.
"kau pasti bisa, Park Jae Hee. Kau pasti tak akan gagal lagi. Hhuufftt.." aku berusaha menenangkan diriku.
Tak lama kemudian, bel berbunyi. Itu berarti ujian akan segera di mulai. Okelah, fighting...!!
Seperti biasanya ku selalu merasa kesulitan terutama di bidang Matematika. Aku pusing liat rumus begitu banyaknya. Karena pusing, aku selalu tertidur di kelas.
#2 Jam Kemudian
Bel kembali berbunyi, berarti waktu ujian telah habis. Dengan keringat dingin penuh harapan ku mengumpulkan kertas jawaban. Aku benar-benar akan tersiksa jika keuanganku di sita sama eomma. Hal buruk itu tak boleh terjadi. Jangan sampai terjadi.
Karena habis berfikir ekstra, cacing-cacing di perutku brontak minta di kasih makan. Aku pun mengajak Hyo Rin untuk ke kantin. Sewaktu sampai di kantin, ternyata Donghae di sini. Aku pun mencari tempat yang efektif untuk tetap bisa melihatnya.
"baru saja kau merengek karena ujian, sekarang kau senyum-senyum nggak jelas. Kau kenapa sih..??"
"kyaa.. Aku tidak gila Hyo Rin-ah. Arah pukul 1, liat ada siapa di sana."
"pasti Donghae, bukan.."
"tepat sekali.. Entah kenapa, sewaktu melihatnya, stressku jadi hilang.."
"tidak apa-apalah.. Mending kau begini, dari pada merengek seperti tadi.."
Ku lihat dia tengah membuka hadiah yang ku berikan kemarin di hadapan teman-temannya.
Terlihat jelas dia tersenyum saat melihat hadiahku. "Huaa... Hyo Rin dia suk...."
Pyyaarr.. Ku menyenggol piring makananku.
Semua mata melihatku termasuk Donghae. Aiiggoo, ku begitu malu.
"Upss.. Hyo Rin-ah..??"
Hyo Rin hanya mengusap-usap lehernya.
"ada apa ini..?? Jae Hee..?? Omona.. Sudah beberapa kali kau buat kekacauan di sini..??" petugas kantin itu kembali memarahiku.
"mi..mianhae.. Aku tak sengaja..sungguh.." jelasku padanya
"huufftt.. Ikutlah aku.." ucap penjaga kantin padaku. Sepertinya dia sudah mencapai titik puncak amarahnya. Mungkin karena ini sudah ke 5 kalinya dalam minggu ini aku membuat kekacauan di sini.
Aku hanya mengikutinya dari belakang. Ternyata dia membawaku ke dapur.
"cepat kau bersihkan semua ini." dia menunjuk tumpukan piring kotor
"mwo..?? Semua ini..??"
“cepat bersihkan, atau kau tak akan pulang"
"ne, ara.."
aku pun mulai mencuci piring. Semoga saja lenganku tak patah habis mencuci piring sebanyak ini.
"Hyo Rin-ah, bantu aku, ku tak akan sanggup mencuci sebanyak ini.." rengekku kembali padanya.
"ini kesalahanmu bukan, jadi harus kau sendiri yang bertanggung jawab" aku hanya memanyunkan mulutku mendengar jawabannya.
"segitukah perasaanmu padanya..??" sambungnya padaku.
"aku tidak tau.. Ini sudah berjalan beberapa tahun sebelum ku kenal kau. Aku memang mencintainya. Tapi sepertinya tak ada harapan untuk ku memilikinya. Mungkin karena itu, aku tak terlalu jelas merasakan perasaanku padanya."
"kalau misalnya, ternyata kalian jodoh..??"
"jangan bicara yang bukan-bukan. Tapi ya tidak apa-apa. Malah itu yang paling ku inginkan"
"dasar kau..."
Setelah sekian lama waktu berlalu, akhirnya selesai juga.
Aku pun memutuskan langsung pulang setelah bel berbunyi. Aku benar-benar butuh istirahat. Rasanya lenganku begitu sakit dan pegal.
#Di Rumah
Ku berusaha masuk tanpa suara, supaya tak ketahuan eomma. Dengan sangat pelan, ku langkahkan kakiku. 1 langkah.. 2 langkah.. Dan...
"bagaimana ujianmu tadi..??" ternyata usahaku tak berhasil.
"baik koq eomma.."
"jinjja..??"
"ne.."
ku lihat tatapannya sungguh tak mengenakkan untuk di pandang. Karena tak ingin ambil resiko, ku langsung berlari menuju kamar. Ku ingin cepat tidur dan melepaskan rasa capek ini dengan sendirinya.
Kriingg,. Alarm kembali membuat bising seluruh isi kamar. Saatnya ku bangun menyambut benda bulat yang bersinar terang itu. Hari ini adalah hari pembagian hasil ujian. Entah hal apa yang akan menimpaku hari ini.
@School
"ini adalah hasil ujian kalian kemarin. Menurut saya, ini soal termudah yang pernah saya buat. Tapi bagaimana bisa kalian mendapatkan nilai seperti ini." seonsaengnim mulai menampakkan amarahnya.
" Lee Donghae, Kim Hye Ra, selamat kalian mendapatkan nilai tertinggi. Dan Park Jae Hee..." dia melanjutkan dan menunjuk ke arahku.
"ne, seonsaengnim.."
" sebentar lagi kau ke ruanganku"
“ne...” sepertinya ini hal buruk.
#kantor
"ada apa, seonsaengnim..??"
"saya tidak tau lagi harus mengajarimu dengan metode apa..??"
"saya tidak mengerti.. Maksudnya apa?"
"sudah berkali-kali kau gagal dalam ujian."
"ara, seonsaengnim.." aku hanya menunduk ketakutan.
"aku telah menelfon eommamu. Kami sepakat untuk memberimu bimbingan khusus. Saya akan mengirimkan salah satu murid untuk membimbingmu untuk ujian mendatang"
"mwo..?? Andwae..!! Ku tak akan tahan, berhadapan dengan buku-buku tebal seharian..." pikirku dalam hati.
"bimbingan..?? Hajiman..."
"ini untuk kebaikanmu.."
"saya janji akan belajar dan tak akan gagal lagi, seonsaengnim.."
"tidak bisa.. Kau itu perlu bimbingan khusus, Park Jae Hee.."
Dengan tubuh lesu, membawa kabar tak baik, aku pun keluar dari ruangan itu. Aiisshh.. Bimbingan..?? Aku bisa tanpa bimbingan.. Kenapa pakai acara bimbingan segala sih.. Arrgh..
"kau kenapa Jae Hee-ah..?? Kau sakit..?? Apa yang terjadi..??" ucap Hyorin saat aku masuk kelas.
Aku hanya terus melangkahkan kakiku menuju bangku.
"bagaimana ini..??"
"bagaimana apanya..??"
"hidupku akan sangat membosankan dengan buku-buku tebal itu.. Hyorin-ah, aaa..eotteokhaeyo..??"
"apa maksudmu..??"
"seonsaengnim akan mengirimkan murid untuk mengajariku sampai ujian.."
"itu bagus kan.. Itu berarti, kau tak akan gagal lagi dalam ujian.."
aku hanya memasang wajah datar mendengar jawaban sahabatku yang satu itu. Dia, eomma, seonsaengnim sama saja. Iiihh..
"selamat tinggal kebebasan... :'( "
Bel pulangpun terdengar. Saatnya semua siswa pulang.
Sesampai rumah, aku langsung pergi ke kamar dan tak menyapa eomma. Mungkin dia tau, kalau aku sedang marah padanya.
Sekitaran 1 jam kemudian, terdengar sebuah mobil di depan rumah. Sepertinya mobil itu tak asing bagiku. Aku pun turun ke bawah untuk memastikan.
Bel rumah pun terdengar.
Ku lihat eomma menuju pintu dan membukanya.
Betapa terkejutnya aku, ternyata pembimbing yang sama sekali tak ku harapkan kehadirannya adalah Lee Donghae.
"Annyeong haseyo, ahjumma.."
"annyeong haseyo.. Kau pembimbing yang di kirim Mr. Kim kan..??"
"ne, ahjumma.."
Aku tak percaya, pembimbingku adalah Lee Donghae, namja yang begitu ku sukai sejak beberapa tahun yang lalu.
"Park Jae Hee..!!" eomma memanggilku..
Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. aku sama sekali tak percaya apa yang aku lihat saat ini. Apa ini mimpi..?? Hampir setiap hari aku akan bersama Lee Donghae. Kyaaaaa....
Perlahan ku menuju ke arahnya.
"Annyeong.." sapanya padaku
"Annyeong.."
aigoo.. Donghae menyapaku.. :D
"kau mengenalnya, Jae Hee..??"
"ne, eomma.. Dia.. Dia itu..."
"kami sekelas, ahjumma.."
"baguslah kalau begitu. Sekarang kalian bisa memulai bimbingan privatnya.."
Aku pun menyuruhnya duduk, sementara eomma mengambil makanan dan cemilan untuk kami berdua.
"oppa.." aku mencoba mengumpulkan keberanianku untuk memulai pembicaraan.
"ne..??"
"kenapa...kenapa oppa mau mengajariku?"
"aku hanya mau membagi ilmuku pada semua orang.."
aiihh.. Jawabannya wibawa sekali.. Ternyata tidak salah aku memilih idola..
Eomma pun datang membawa banyak makanan.
“mian, Donghae-ssi.. kau harus meluangkan waktumu untuk Jae Hee..” ucap eomma padanya.
“gwaenchana, ahjumma...”
“sekali lagi, terima ksih telah mau meluangkan waktumu untuk Jae Hee..”
“ne... ”
Bimbingan pertama pun dimulai...
Dia mulai menjelaskan banyak hal. Namun, bukannya melihat buku yang ia jelaskan, aku memilih untuk larut memandanginya. Dia begitu dekat sekarang. Sudah lama aku menantikan moment-moment seperti ini. Mimpi apa ya semalam..??
"Hei.. Kau mengerti tidak" dia pun melambaikan tangannya di depan mukaku dan membuatku tersadar kembali.
"nde..?? Iya..aku mengerti..."
dia pun kembali melanjutkan. Sebenarnya aku tak mengerti sama sekali yang ia ucapkan karena aku terfokus melihat wajahnya yang tampan itu. Aiiihh.. ^o^
sudah 1 jam namja yang aku sukai itu menjelaskan hal-hal yang sama sekali tak aku mengerti. Meskipun tak mengerti dan membuatku pusing, yang penting aku bisa dekat dengan Donghae. Haha.. Kau sungguh beruntung, Park Jae Hee..!!
Dia pun pamit pulang ke eommaku.
"ahjumma, saya pulang dulu.."
"ne, hati-hati ya.."
"ne, arayo.."
"oppa.." ucapku padanya
meskipun besok masih bimbingan, tapi aku masih ingin bersamanya.
"tidak apa-apa... Terima kasih untuk hari ini.."
Dia hanya tersenyum kepadaku. Senyuman itu.. rasanya aku seperti ingin pingsan.
Setelah Donghae melaju kencangkan mobilnya, aku langsung lari ke kamar dan teriak-teriak nggak jelas. Kalian bisa bayangin sesenang apa aku hari ini. Omona~
aku pun langsung menelfon Hyorin.
"ne, mwoya..??" jawabnya.
"coba tebak hal apa yang terjadi padaku hari ini..??"
"apa..??"
"ayolah, coba tebak.."
"nan molla.. Memangnya ada apa sih..?? Sepertinya kau happy banget.."
"kau tau kan, kalau seosaengnim akan mengirimkan murid untuk memberi bimbingan. Kau tau, siapa murid itu..??"
"siapa..??"
" Lee Donghae..!!"
"mwo..?? Jinjjayo..?? Cerita dong..!!"
"besok saja.. Aku akan menceritakan semuanya padamu. Sekarang aku mau buat kue untuknya, anggap saja ini sebagai tanda berterima kasihku padanya.."
"Kau sangat sangat beruntung..!!"
"aku tau..hahaha.. Aku bahkan tak menyangka sama sekali. Sudah ya.. Bye.."
pembicaraan pun berakhir.
Aku segera belanja berbagai bahan untuk membuat kue. Setelah semua terbeli, aku pun mulai membuat kue. Aku akan membuat kue terbaik yang pernah aku buat. Meskipun aku bukan ahli buat kue, aku rasa bila di kerjakan dengan sepenuh hati, hasilnya akan memuaskan.
Setelah semua bahan di campurkan dan di oven dengan waktu yang cukup lama, akhirnya kue itu pun jadi. Aku pun menghias seluruh permukaan kuenya dan tak lupa juga mengukir kalimat di bagian atasnya. Tak lama kemudian, akhirnya kue telah jadi dan siap untuk di bungkus.
Aku sungguh tak sabar memberikan ini padanya. Rencananya besok aku tak ingin menaruh di lokernya, melainkan memberikannya langsung. Meskipun agak malu, tapi setidaknya aku tidak selalu jadi penggemar gelapnya. Tentu saja aku tak sendiri, aku akan meminta Hyorin menemaniku.
#keesokkan harinya..
aku gugup, Hyorin-ah.." ujarku pada Hyorin
"jangan gugup.. Kau pasti bisa.." jawabnya menyemangatiku.
Huufftt.. Aku berusaha menenangkan diri..
Dengan jantung berdebar, aku langkahkan kakiku menemuinya.
"oppa.." sapaku
" Jae Hee.."
"ini.." aku pun menyerahkan bungkusan itu.
"ini apa..??" dia pun membukanya.
"anggap saja itu ucapan terima kasih.."
"gomawo, Jae Hee-ssi.."
"cheonma, oppa.."
Tiba-tiba Hye Ra datang dan merebut bingkisan tadi.
"apa ini..??" katanya sinis.
"apa yang kau lakukan hah..??" tegasku padanya.
Dia tetap saja membongkar bungkusan kue tadi.
"ini pasti kue murahan yang di beli di pinggir jalan bukan..??" lagi-lagi mulut busuknya berbicara.
"siapa bilang.. Aku membuatnya sendiri khusus untuk Donghae.."
"jinjjayo..??" Donghae menyela dengan senyumnya itu.
"ne, oppa.. Aku harap kau suka.."
dia pun tersenyum kembali untuk meresponku.
"sudahlah, Jae Hee.. Dia itu envy sama kamu yang bisa membuat kue seperti ini.." ucap Hyo Rin menyindir.
"aku bisa koq..malah aku bisa membuat yang jauh lebih baik”
Dia begitu menyebalkan..!! aku pun memilih pergi dari hadapannya.
-skip-
@Home
Seperti biasa Dongahe datang untuk memberiku bimbingan.
“Annyeong Haseyo…” sapanya saat memasuki rumah.
“Dia di kamar.. naiklah..” kata eomma padanya
“ne…”
Donghae pun menuju kamarku.
“ada apa ini..??” dia begitu kaget karena melihat tumpukkan buku di mejaku.
“tidak ada apa-apa koq. Sudahlah..duduk..”
Terlihat jelas di wajahnya dia masih bingung.
“Aish..apa yang kau fikirkan.. apa terlaihat aneh ya aku bersama buku-buku ini..”
“tepat sekali… dapat dari mana buku-buku ini…??”
“perpustakaan pastinya…”
“soal tadi siang.. maaf ya.. sebenarnya Hyera tak bermaksud menyinggungmu.. Dia…”
#kenapa bahas tu nenek sihir sih.
“iya..aku tau..” jawabku datar dan sedikit cuek.
“apa kau marah…??”
#arrgghh.. knapa Donghae terus bahas ini sih..?? -,-
“aku tidak marah.. ok..?? sekarang waktunya belajar..jangan bahs Nen..maksudku Hyera lagi..”
Dia pun mulai diam kembali.
-skip-
Sudah hampir 1 minggu aku menjalani bimbingan ini. Namun kenapa ya rasanya tiap hari kesannya sama. Belajar..dan belajar. Ngobrol aja cuma seperlunya. Itu sangat membosankan.
@School.
“bagaimana bimbinganmu dengan Donghae selama ini..?? pasti menyenangkan kan…??”
“apanya yang menyenangkan…iya sih, aku bias dekat dengannya..tapi itu membosankan Hyorin-ah”
“kok bias begitu…??”
“kegiatannya cuma begitu-begitu saja. Nggak ada yang special..”
“kenapa kau tidak ajak dia keluar aja..alesan apa gitu supaya bias jalan-jalan. Berdua lagi. Itu pasti menyenangkan..”
“hahaha…ternyata tidak salah aku milih teman sepertimu..”
-skip-
@Home
“oh ya aku lupa oppa.. sebentar lagi Hyorin ulang tahun. Dan aku belum membelikannya kado..”
“Hyorin…?? Bukannya masih bulan depan dia…”
“tidak..ultahnya besok. So..temani aku beli kado ya…*puppy eyes*” #mau ya…mau ya..
“oke..”
#yesss…hahahaha XD
Akhirnya dia mau. Berhasil juga rencanaku. Asik… bisa jalan-jalan sama Donghae.
@Mall
“kau mau cari apa…” katanya sambil liat sekeliling mall.
“biasanya kalau yeoja chingu oppa ultah, oppa suka kasih apa..??”
“aku tidak pernah punya yeoja chingu…”
#mwo…??? Jinjjayo..?? maldo andwae..!!
“jinjjayo…??”
“hmm.. jadi kau mau ngasih apa untuk Hyorin..??”
“kalau baju..dia pasti punya banyak..ahh..aku tau, dia pernah bilang kalau dia ingin membeli kalung. *sebenarnya sih ini keinginanku.. xixixi* Kesana yuk..”
Aku pun mengajaknya ke toko bagian perhiasan.
“permisi..ehmm.. saya mau mencari kalung untuk sahabat saya..”
“owh..silahkan..ini ada beberapa model yang baru datang kemarin..”
“owhh.. ne..”
Ku begitu kaget melihat harganya. Bahkan uang bulananku nggak akan mampu membeli ini.
“anda pilih yang mana..??”
“ini bagus koq..” Donghae menunjukkan kalung berliontin sepasang sayap yang ada lovenya ditengah.
“iya itu bagus..tapi…” ucapku padanya.
“oppa kita pergi dari sini saja ya..” bisikku padanya.
“wae..??”
“Aishh.. apa oppa tidak lihat.. harganya mahal-mahal. Uangku tidak cukup. Udah..kita pergi aja yuk..”
“oh ya.. saya lupa bawa uang. uang saya ada di mobil.. saya pilih kalung ini. Jadi di jaga baik-baik ya. Kami akan kembali..”
Aku pun menarik tangan Donghae untuk segera pergi dari tempat itu.
“aku capek.. kita pulang aja ya..”
“bagaimana dengan hadiah Hyorin..??
“itu masih bisa di beli besok…pulang aja yuk..”
“ok.. terserah kau saja…”
Kami pun pulang. Dengan perasaan menyesal aku meninggalkan kalung indah itu. Ihh..kalau di drama-drama kan si namja yang beliin, kenapa Donghae tidak seperti itu..?? oh ya.. dia kan tidak pernah punya yc, jadi tidak tau cara romantis kaya gitu.
“kau kenapa..??” tanyanya yang melihatku murung.
“tidak apa-apa..” jawabku datar.
“apa kau kesal gara-gara tidak membeli kalung itu..??”
“ah..?? tidak…aku hanya capek…”
Akhirnya sampai rumah juga.
“gomawo untuk hari ini..” ucapku padanya dan langsung menuju pintu.
“Jaehee-shi..”
#ku pun memutar badan karena dia memanggilku.
“selamat malam…”
“ne..selamat malam..”
Donghae pun mulai meninggalkan halaman rumahku. Ini begitu menyebalkan…!! Sesampainya di kamar, aku langsung menelfon Hyorin…
“Hyorin-ah…”
“wae..?? apa rencananya tidak sukses..??”
“iya sih..kita jalan bareng..tapi kau tau tidak, kesannya itu biasa aja. Tidak ada spesialnya sama sekali. Dia tuh seperti pengawalku saja yang mengantarkanku pergi dan pulang. Dan kau tidak ternyata Donghae belum pernah punya yc..”
“mwo…?? Jinjjayo..??”
“mungkin karena itu dia tak tau harus bersikap bagaima ke seorang yeoja. Padahal begitu banyak yeoja yang suka padanya..”
“itu bagus kan... itu berarti Hyera bukan yc.nya.. dan itu juga berarti kau punya kesempatan untuk jadi yc.nya..”
“ini sungguh menyebalkan Hyorin-ah.. dia itu sungguh menyebalkan..!! Ya udah ku mau istirahat dulu..ku capek.. annyeong..”
Ttiitt.... telfonpun ku matikan.
-skip-
Sudah hampir 1 bulan ku menjalani bimbingan dengan Donghae. Dan taukah kalian…dia tambah menyebalkan…sangat-sangat menyebalkan.. dia mulai menceritakan hal-hal aneh. Dia mulai menceritakan yeoja yang ia sukai. Yups.. katanya dia lagi suka sama seseorang. Menyebalkan banget kan.. emang apa sih untungnya dia nyritain ini semua ke aku.. ini malah membuat aku sakit. Udah bisa di tebak siapa yeoja itu. Kim Hye Ra. Karena akhir-akhir ini dia emang dekat dengannya. Arrghh.. Suasana yang menyenangkan tiba-tiba jadi neraka.Kenapa Donghae jadi menyebalkan seperti ini.. aku tau.. pasti dia ketularan virus nenek sihir itu… Arrrgghhhh….
@Sekolah.
“Jaehee-ah..ke kantin yuk..laper nih..” ajak Hyorin yang menarik tanganku.
“males ah.. tugasku belum selesai nih..”
“kan masih ada besok..ayolah…apa kau tidak lapar habis mengerjakan ini semua..”
“iya sih.. ayo deh..”
Ku pun menuju kantin..
@Kantin
Lagi enak-enaknya makan, tiba nenek sihir itu datang menyapa kami berdua. Dan kalian tau siapa orang yang bersamanya saat ini. Yups.. Lee Donghae.
“Annyeong…”
“untuk apa kau kemari…” Tanya Hyorin sinis.
“ih..kita kan teman lama. Kenapa sikap kalian seperti itu padaku. Oh ya, kenalkan ini namja chinguku yang baru..”
Kata-kata itu berhasil membuat tersedak.
“mwo..??” ucapku tak percaya..
“jadi kalian…jadi itu semua… yeoja yang….” tambahku.
Ku pun langsung pergi meninggalkan mereka. Aku tak mau Donghae melihatku menangis di hadapannya.
“Jaehee…!!!” sekilas terdengar dia memanggilku.
“kalian memang cocok.. satunya nenek sihir, satunya lagi pembohong besar..”
Hyoin-pun menyusulku di kamr mandi.
“gwaenchana..??” ucap Hyorin cemas.
“sudah aku kira…yeoja itu Hyera.. apa dia membenciku… apa dia mau balas dendam…kenapa dia menyakitiku seoerti ini…Wae Hyorin..??? Wae..??!!”
Hyorinpun memeluku dan mencoba menenangkanku.
“sudahlah..kau jangan menangis..itu malah akan membuat mereka senang..”
Tiba-tiba Donghae datang..
“aku bisa jelasin semuanya…”
“menyingkirlah…kehadiranmu benar-benar tak di harapkan sekarang..!!” Hyorin mulai membentaknya.
“aku tau..mungkin sekarang kau harus tenangin diri dulu..” ucap Donghae dan mulai meninggalkan kami berdua.
Setelah cukup lama menenangkan diri. Akupun mengajak Hyorin keluar.
@Class
“Jaehee-ah kita harus bicara..” ucap Donghae yang tiba-tiba menuju ke arahku.
“apa kau tidak lihat. Dia lagi shock..!!” ucap Hyorin dan mendorong Donghae.
“ini bukan urusanmu..!!”
“jelas ini urusanku juga. Apa kau lupa aku sahabatnya..!! sebaiknya kau pergi dari sini..!!”
“kau tidak tau apa yang terjadi. Jadi diamlah..”
“apa kau tidak dengar hah…!!! Hyorin bilang kau pergi dari sini..!! jadi pergilah..!!!” bentakku padanya.
Diapun mulai diam.
Aku pun memutuskan untuk segera pulang. Mungkin karena melihat kondisiku seperti orang sakit, akhirnya seonsaengnim mengizinkanku.
Sesampainya di rumah, eomma begitu kaget melihat kedatanganku.
Dia melihatku menangis berlarian menuju kamar. Sekilas terdengar dia memanggilku, tapi aku benar-benar ingin nenangin diri.
Beberapa jam kemudian… aku mendengar mobil Donghae di depan rumah.
“eomma..bila ada seseorang mencariku. Bilang saja aku tidak ada. Bilang saja aku pergi ke suatu tempat. Jangan katakan kalau aku di kamar..” aku pun kembali ke kamar.
-di ruang tamu-
“maaf, Jae Hee…apa dia di dalam…”
“sebenarnya apa yang terjadi…?? Kenapa Jae Hee tiba-tiba pulang dengan menangis seperti itu..??”
“ini hanya kesalah fahaman… jebal.. saya harus bertemu dengan Jae Hee..”
“dia tidak ada…”
“dia pergi kemana..??”
“katanya dia di rumah Hyorin..”
Tiba tiba Hyorin dating..
“kenapa kau kesini..!!” lagi-lagi dia membentaknya.
“seharusnya aku yang tanya. Kenapa kau kesini..??”#perdebatanpun di mulai.
“dia itu sahabatku..!! dia lagi shock sekarang gara-gara kau..!! bagaimana bisa aku tenang sedangkan sahabatku seperti ini..” tanpa memperdulikan Donghae
lagi, Hyorin pun menuju ke kamraku.
“jadi kamu yang membuat Jae Hee menangis sampai seperti itu..??” eomma mulai bicara.
“ini semua hanya kesalah pahaman, ahjumma..”
Tanpa pikir panjang lagi, eommaku mengusir Donghae keluar.
“saya mohon...saya harus bertemu dengannya.. Jae Hee..!!! Jae Hee-ah…!! Ahjumma…saya mohon..”
Dongahepun berhasil di usir keluar.
@Kamar
“apa kau tidak apa-apa..?? apa kau merasa baikkan…??” ucap Hyorin padaku.
“aku ini memang babo.. neomu neomu baboya.. bagaimana bisa aku berharap seperti ini.. apa kau tidak merasa, harapan itu…kenapa harapan itu bisa
menyakitkan..??”
“sudahlah..berhenti salahkan dirimu sendiri.. anggap ini semua sebagai pelajaran ok..? mungkin dengan ini semua kau bisa menjadi Jae Hee yang lebih baik lagi.”
“kau benar..” akupun memeluk the best chinguku ini.
@Sekolah-Ruang Mr. Kim alias seonsangnim.
“owh.. kau Jae Hee-ah.. bagaimana bimbinganmu dengan Donghae.. pasti lancar kan..?? hehe”
“ne..hajiman..ada yang ingin saya katakana..”
“apa itu..??”
“saya ingin mengakhiri ini semua..”
“mwo..?? tidak bisa.. kau harus menjalani bimbingan ini sampai selesai. Apa kau mau kau tidak lulus..??”
“aku berjanji.. tanpa bimbingan itu saya pasti akan lulus. Lagi pula semua ini sudah berjalan 1 bulan. Setidaknya sudah banyak materi yang saya dapat..”
#tiba-tiba telfonpun berbunyia
-skip-
“ehmm.. tadi itu eommamu yang telfon. Sepertimu, eommamu juga ingin mengakhiri ini semua. Baiklah…kita akhiri ini semua.. tapi kau harus tepati janjimu..”
“ara, seonsaengnim..kamsahamnida..”
Akupun segera pergi dari ruangan itu. Sebaiknya cukup sampai di sini. Aku tak mau merasakan hal ini lagi. ini begitu sakit.
@Class
“kalian pasti tau kan, kalau seminggu lagi kita sudah ujian. Untuk itu tolong persiapkan dengan baik. Dan Donghae-ssi.. kau tak perlu memberi bimbingan lagi. Tugasmu sudah selesai. Terima kasih sudah membantuku..”
“mwo..??” sepertinya dia sangat terkejut.
“Jae Hee-ah…” ucap Hyorin.
“fighting..!! kita berjuang bersama-sama ok.. tenang saja aku akan mengajarimu..” tambahnya lagi.
“gomawo.. “
@Istirahat
“kita harus bicara..” tiba-tiba Dongahe menarik tanganku.
“apa yang kau lakukan..!! Lepaskan..!!” sepertinya ucapanku tak diperdulikannya sama sekali. Genggamannya begitu erat dan aku tak bisa meloloskan diri.
Ternyata dia membawaku ke gudang. Mungkin dia mencari tempat yang jauh dari keramaian.
“apa yang kau lakukan Lee Donghae… apa maumu sebenarnya..??!!”
“aku akan menjelaskan ini semua..”
“hahh… untuk apa kau jelasin semuanya.. itu tak penting lagi.. sekarang aku mau pergi...”
“Jae Hee-ah…”
“apa kau tau.. siapa yang memberimu hadiah hampir setiap hari selama 3 tahun ini.. aku oppa.!! aku…!! Itu memang benar.. aku menyukaimu sejak 6 tahun lalu. 6 tahun aku menyembunyikan perasaan ini.. aku memang bodoh..sangat sangat bodoh.. kenapa bisa seoarang yeoja mempertahankan perasaannya selama itu… oppa tau, sesenang apa diriku sewaktu tau kalau oppa yang akan jadi pembimbingku..namun hal yang aku fikir akan menyenangkan, ternyata itu malah menyakitiku.. dulu kau begitu sempurna di mataku..namun sekarang, kau tak jauh beda dengan manusia hina..!!! ”
“oppa fikir bagaimana perasaanku mendengar itu semua…itu hanya membuatku sakit. Dan ternyata benar, yeoja itu musuhku sendiri.”
Air mataku sudah tak tertahankan lagi. Entah sudah berapa puluh tetes air murni itu keluar. Dan aku lihat mata Donghae sedikit memerah.
“kau salah..!!” akhirnya dia berbicara.
“apakah kau tau siapa yeoja yang aku ceritakan selama ini..”
Perlahn dia menuju ke arahku. Mendekatkan badannya padaku. Dan…chu~ tiba-tiba dia menciumku. Anehnya, aku sama sekali tak brontak.
Aku terdiam dengan apa yang baru terjadi. Kau kenapa Jae Hee.. kau ini kenapa..??!!
Setelah itu diapun memelukku perlahan namun erat.
“itu kau..” desahnya padaku.
Jantungku kembali berdetak kencang. Air mataku juga semakin deras. aku benar-benar tak percaya dengan apa yang barusan aku alami.ini tidak mungkin.. bagaimana bisa seorang Donghae menyukaiku..??
“oppa…”
“sstt.. jangan bicara.. kau sudah lama berbicara. Jadi jangan bicara lagi..”
Aku pun larut dalam pelukan hangatnya itu dengan begitu lama. Apakah ini mimpi..??
Akhirnya dia melepas pelukannya itu..
“bagaimana dengan Hyera..??”
“dia memaksaku..bahkan dia mengancamku..kau tau, setelah kejadian di kantin itu, aku langsung mengakhiri hubunganku dengannya..”
“kau bodoh..!! Kau jahat..!! bagaimana kau bisa memperlakukan itu semua padaku” aku pun memukul-mukul dadanya.
“aish..sakit..sudahlah...!!”
“dasar…!!”
"ada sesuatu untukmu.."dia pun mengeluarkan sesuatu dari sakunya. sebuah kotak panjang.
dia pun membuka kotak itu.
"ini...ini kan.."
"apa kau lupa, aku adalah orang yang paling jenius di sekolah ini. jadi bagaimana mungkin kau membohongi orang jenius sepertiku.."
dia pun memakaikan kalung tersebut.
"oppa..."
"jangan merasa canggung karena ini barang mahal..kau kan sudah jadi yc seorang Donghae.. apapun akan ku berikan untukmu.."
aiihh.. lagi-lagi butiran itu keluar.
Kami pun kembali larut dalam moment romantis ini. Dan taukah kalian, sepertinya ini pertama kalinya aku merasakan. Ini sungguh aneh..tapi menyenagkan. dan ini semua “Because of You” ^_^
~THE END~
---------------------------------------
gimana readers...?? gaje kan -,-jangan lupa coment.a ya...RCL.. ^_^
#oh ya ketinggalan..
soal ujiannya.. ternyata Park Jae Hee berhasil lulus. yaahh..meskipun lagi-lagi dia harus peringkat terbawah lagi, tapi setidaknya usaha Donghae tidak sia-sia untuk membuatnya supaya lulus ujian.. :))










0 komentar:
Posting Komentar